Rabu, 23 Maret 2011

DOA SERUAN HAJI NABI IBRAHIM MENGALIRKAN SUNGAI MINYAK DI NEGERI ARAB

Alangkah baiknya kalau kita mengingat perjalanan Nabi Ibrahim yang menempatkan sebagian anak keturunannya di tanah gunung berbatu di padang gurun pasir Arabia yang sangat kering
Dikala Ibu Sara menginginkan supaya isteri Nabi Ibrahim yang bernama Ibu Hagar/Hajar dibawa keluar dari Kanaan di Palestina karena tidak mau nantinya berbagi warisan dengannya
Sehingga dengan berat hati dibawalah isteri dan anaknya Ismail menuju padang gurun Arabia yang sangat kering tidak ada air dan tidak ada tumbuh-tumbuhannya
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, 'Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.
Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa mendurhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian turunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati manusia cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami nyatakan, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku Ismael dan Ishak di hari tuaku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan ibu bapakku serta orang-orang mukmin pada hari terjadi hisab (akhirat)" (Alqur'an 14:35-41)

Sesungguhnya seruan beribadah haji yang dilakukan umat Muslim dari seluruh dunia hingga saat ini lebih dari tiga juta kambing domba dan unta dikorbankan sebagai korban sembelihan untuk Tuhan
Hingga akhirnya gunung batu di Arab mengalirkan sungai minyak bagi anak cucu Nabi Ibrahim dengan Ibu Hajar/Hagar yang ditempatkan di padang gurun Arabia yang tidak ada airnya
Degan puteranya yang bernama Ismael maka mulai dari sanalah tersebar anak cucu Bani Ismael ke seluruh pelosok tanah-tanah Arab di sekitarnya, dari benua Asia hingga benua Afrika dan lainnya
Bisa dibayangkan setiap tahun pada musim haji itu gunung batu atau jabal Rahmah tempat pertemuan Nabi Adam dan Ibu Hawa setelah terpisah, tertutup dengan korban-korban sembelihan
Hal ini juga mengingatkan kita kisah Habil dan Qobil ketika memberi persembahan korban bakaran kepada Tuhan, korban persembahan Habil yang diterima Tuhan, sedangkan korban dari Qobil tidak diterima Tuhan karena korbannya jelek-jelek, maka marahlah ia sehingga dibunuhlah adiknya itu.
Kalau Puteri Arabia atau negeri Arabia sebagai tempat anak cucu keturunan Nabi Ismael atau Bani Ismael setiap tahunnya dapat mempersembahkan lebih dari tiga juta korban sembelihan untuk Tuhan di gunung suci Jabal Rahmah, lalu dimanakah korban sembelihan dan korban bakaran dari anak cucu Abraham/Ibrahim dari Nabi Ishak, Nabi Yakub atau yang disebut Bani Israel?
Semestinya di gunung suci Sion atau Yerusalem mereka harus mempersembahkan korban-korban sembelihan maupun korban keselamatan untuk Tuhan Allah semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim
Tentunya jumlah korban persembahannya dua kali lipat karena mereka merupakan anak cucu dari isteri Ibrahim yang pertama atau utama yang menurunkan Nabi Ishak dan cucu Nabi Yakub/Israel
Sebagaimana Nabi Sulaiman/Raja Salomon yang mendirikan Bait Suci Yerusalem, dengan mempersembahkan ribuan ekor sapi dan domba sebagai korban sembelihan dan korban keselamatan untuk Tuhan Allah semesta alam, Allah Israel
Sesungguhnya kalau di negeri Arabia atau Puteri Arabia terdapat gunung suci Rahmat yang mengalirkan sungai minyak, maka di Kota Yerusalem atau Puteri Yerusalem terdapat gunung suci Berkat yang mengalirkan sungai susu dan sungai madu, dan tentunya dua gunung suci ini merupakan jejak-jejak rahmat dan berkat Nabi Ibrahim sebagai Bapa Bani Ismael dan Bani Israel
Mari kita renungkan bersama bahwa antara Puteri Arabia atau negeri-negeri Arab dan Puteri Yerusalem atau negeri Israel terdapat tali hubungan darah yang begitu dekat, sebagai anak-anak Abraham/Ibrahim, Bapa kita bersama, Bapa segala bangsa, suku, bahasa dan agama


Selasa, 22 Maret 2011

MENGENAL AGAMA YAHUDI - KRISTEN - ISLAM SEBAGAI AGAMA ALLAH

Memang Tuhan Allah semesta alam menciptakan umat manusia yang bermacam-macam suku, bangsa, bahasa, agama agar mereka tetap bisa bersatu dan saling menghormati dalam perbedaan
Masing-masing mempunyai nabi dan rasul untuk diikuti dan diteladani/dicontoh dengan berpedoman kepada risalah agama yang dibawanya agar tetap di dalam jalan lurus atau kebenaran
Perumpamaan para nabi dan rasul bagaikan nur atau cahaya matahari, bulan dan bintang-bintang yang masing-masing mempunyai garis lintasan sendiri-sendiri sehingga tidak ada yang bertabrakan
Sesungguhnya para nabi dan rasul semuanya diciptakan oleh Allah Tuhan semesta alam, Allah yang menguasai siang dan malam, Allah yang membuat terang dan gelap, Dia-lah Allah segala makhluk
Allah mengutus para nabi dan rasul sebagai rahmatan lil 'alamin atau rahmat bagi seluruh alam, maka janganlah masing-masing merasa lebih baik dan lebih benar serta lebih lengkap ajarannya, ataupun merasa lebih besar dan lebih kuat sehingga cenderung melemahkan yang lainnya
Bukankah mereka semua adalah seperti cahaya yang menerangi umatnya sendiri-sendiri agar tetap bisa berjalan dikala bumi kelam pekat dan awan mendung yang sangat tebal menyelubungi langit
"Dan sungguh Kami telah menetapkan di dalam Zabur sesudah peringatan (Taurat) bahwa sesungguhnya bumi akan diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh.
Sesungguhnya di dalam ini (Alqur'an) adalah petunjuk yang lengkap bagi kaum yang memperhambakan diri kepada Allah.
Dan Kami tiada mengutusmu melainkan rahmat bagi semesta alam.
Katakanlah, 'Hanya sesungguhnya diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Esa. Apakah kamu orang-orang yang berserah diri?" (Alqur'an 21:105-108)

Jika kita mau merenungkan firman-firman Allah kepada para nabi-Nya ini, sesungguhnya mereka semua mengajak menyembah Allah yang satu atau esa yang disembah para nabi dan rasul-Nya
Karena tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan selain Dia, Allah Abraham, Allah Musa atau Robbi Musa, Allah Isa atau Tuhan Yesus, Dia-lah Allah Israel dan Allah Ismael serta Allah Muhammad
Karena apa-apa yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan dan buatan tangan-Nya, Dia-lah Raja Segala Raja, Dia-lah satu-satunya Tuhan yang menguasai kerajaan langit dan bumi
"Apakah engkau tidak mengetahui, sesungguhnya sujud kepada Allah siapa-siapa yang berada di langit dan siapa-siapa yang berada di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, binatang yang melata, dan banyak dari manusia. Dan banyak (pula) yang berhak azab atasnya. Barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak ada yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (Alqur-an 22:18)
Marilah kita saling menghormati dan memahami serta saling menguatkan dan bergandengan tangan meskipun kita berbeda agama namun semua tetap satu jua adanya karena semuanya diturunkan oleh Allah Tuhan semesta alam, Allah kita bersama
Maka janganlah kita menyakiti hati-Nya dengan melemahkan dan bahkan menghilangkan nur cahaya yang diturunkan kepada kita bersama, bukankah ada ungkapan yang menerangkan, 'janganlah sumbu yang telah pudar dimatikan, dan janganlah sayap yang telah patah diputuskan'
Marilah yang sakit kita obati, yang terserak kita satukan, yang tercecer kita kumpulkan, yang hilang kita cari, yang lupa kita ingatkan, yang luka-luka kita bebat, agar semua sembuh dan sehat kembali
Biar semua makhluk-Nya bisa bersorak-sorai bergembira ria, bersyukur dan memuji-muji serta membesarkan Tuhan Allah semesta alam, Yang Maha Kudus dan Maha Agung di langit dan di bumi

Senin, 21 Maret 2011

MENCARI ALLAH TUHAN YANG ESA, ALLAH BANGSA INDONESIA ALLAH SEMUA MAKHLUK

Bangsa Indonesia hidup di negara yang pluralis, bermacam suku, bangsa, warna kulit, bahasa, agama dan kepecayaan yang dianut anak-anak Puteri Indonesia atau Ibu Pertiwi Indonesia
Menggambarkan betapa kayanya Puteri Indonesia, namun sayangnya belum banyak yang bisa dikelola untuk kemaslahatan atau kebaikan dan kemakmuran bangsa Indonesia
Mungkinkah ini gambaran dari kurang bersyukurnya Puteri Indonesia akan nikmat -nikmat Allah yang menjadikan langit dan bumi seisinya sehingga rahmat dan berkat-Nya masih jauh dari kita
Ataukah kita banyak melupakan Dia dan tidak bersujud kepada-Nya yang menjadikan kita semua?
"Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air itu buah-buahan sebagai rezeki bagi kamu, dan Dia menundukkan bahtera bagi kamu supaya berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan bagi kamu matahari dan bulan yang terus menerus beredar, dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepada kamu segala apa yang kamu mohon kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sungguh zalim lagi ingkar" (Alqur'an 14:32-34)
"Dan hanya kepada Allah bersujud apa-apa yang di langit dan di bumi dari sekalian yang melata dan para malaikat, dan mereka tidak sombong. Mereka takut kepada Tuhan yang berkuasa atas mereka dan mereka melaksanakan apa-apa yang diperintahkan.
Allah berfirman: 'Jangan kamu adakan dua Tuhan; hanyasanya Dia adalah Tuhan yang Esa, maka hanya kepada-Ku hendaknya kamu takut. Dan bagi-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi dan bagi-Nya ketaatan selama-lamanya. Maka apakah kepada selain Allah kamu menyembah? (Alqur'an 16:49-52)

Marilah kita merajut kembali tali-tali kasih yang telah putus dan kita sambung kembali karena kita semua adalah makhluk-Nya dan umat-umat-Nya juga, yang berhak untuk hidup mendarma baktikan untuk kepentingan dan kemakmurkan bumi Pertiwi Indonesia
Kita singkirkan debu-debu yang menempel di hati kita, yang membutakan mata kita dan membuat telinga kita tuli tidak mendengarkan firman-firman Tuhan yang menyeru kepada jalan kebenaran
Perumpamaannya kita bangun bersama jembatan pelangi yang indah berwarna warni sehingga ada jalan penghubung antara langit dan bumi
Dengan bersujud bertasbih memuji Allah dan mengagungkan kebesaran dan keagungan Allah Tuhan semesta alam yang menguasai langit dan bumi seisinya
Bersyukur untuk berterima kasih kepada-Nya dengan mengeluarkan persembahan-persembahan yang berupa puji-pujian, sedekah, zakat, perpuluhan, korban-korban sembelihan ataupun bakaran harum-haruman untuk Tuhan Allah Yang Kudus, Allah semesta alam
Kita nyanyikan lagu yang merdu dengan nyanyian mazmur dan tarian rebana dengan bunyi kecapi dan gambus, seruling dan kendang yang nyaring
Seperti ketika Nabi Daud mengajak gunung-gunung dan burung-burung bertasbih bersamanya dan memuji-muji Allah dalam jemaah yang besar untuk memuji nama-Nya yang Tinggi Luhur
Sungai-sungai bertepuk tangan bersorak gembira, lautpun memperdengarkan suaranya, hutan-hutan dan pepohonan bernyanyi riang, hujan, angin, awan, salju memberikan yang terbaik untuk kita
Matahari, bulan, bintang-bintang, siang dan malam sebagai buatan tangan-Nya menebarkan rahmat dan berkat-Nya bagi alam semesta sehingga ada damai dan sejahtera di muka bumi-Nya


Kamis, 17 Maret 2011

HIDUP DI NEGERI PLURALIS INDONESIA, REPUBLIK CINTA SEMUA MAKHLUK

Alangkah indahnya negeriku Indonesia, negeri yang terdiri dari kepulauan besar dan kecil yang tersebar, dari Aceh hingga Merauke di Irian Jaya atau Papua
Bermacam suku bangsa, warna kulit, bahasa dan agama, berbagai macam binatang hutan ataupun dabbah/makhluk melata yang disebarkan Tuhan Allah semesta alam di bumi Ibu Pertiwi Indonesia
Musim kemarau dan musim penghujan bergantian menaungi Puteri Indonesia, dengan dihiasi gunung-gunung, sungai-sungai, hutan-hutan tropis dengan pohon-pohon yang beraneka ragam jenis dan buahnya
Negeri Indonesia yang permai di bawah naungan lambang burung garuda atau rajawali diharapkan dapat melindungi dan membesarkan anak-anaknya hingga bisa terbang ke angkasa dan bertengger di puncak-puncak gunung yang tinggi
Memang Negeri Indonesia atau Puteri Indonesia ditakdirkan Allah supaya hidupnya seperti burung garuda atau rajawali, dan bukannya hidup seperti burung unta di padang gurun sahara yang memang tidak diberi hikmah untuk menyayangi dan melindungi anak-anaknya
Karena telur burung unta dibiarkan dan ditinggalkan sendiri di padang pasir yang panas hawanya sehingga bisa menetas sendiri tanpa campur tangan induknya.

Diharapkan seperti apakah orang-orang atau pemimpin-pemimpin Indonesia sehingga dapat melindungi warganya yang beraneka ragam jenis makhluk-Nya yang ada di Republik Cinta?
Bukankah kata Alkitab jadilah seperti singa, simbol kekuatan dan kekuasaan ada padanya, semua binatang hutan tunduk dan takut kepadanya
Atau jadilah seperti burung rajawali, karena sayapnya yang lebar dapat terbang tinggi melintasi gunung-gunung dan cakarnya yang kuat sebagai simbol perlindungan
Damai dan tuluslah hatimu seperti burung merpati, serta cerdiklah seperti ular
Tertulis dalam Kitab Alqur'an jadilah seperti pohon yang tinggi banyak cabangnya dan rimbun daunnya, selalu menghasilkan buah pada setiap musimnya sehingga bisa melindungi dan memberi makan burung-burung yang bertengger di ranting-rantingnya dan makhluk-makhluk di bawahnya
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka memperoleh peringatan" (Alqur'an 14:24-25)
Maka jadilah seperti pohon kurma dan pohon anggur yang manis buahnya, pohon zaitun yang menghasilkan cahaya, pohon delima bagaikan permata, dan pohon-pohon yang harum baunya


Rabu, 16 Maret 2011

MENGENAL NEGERI TERJANJI PENUH SUSU DAN MADU BAGI BANI ISRAEL
DI PALESTINA-ISRAEL

Alangkah baiknya kalau kita mengingat bahwa Bani Israel sebagai anak keturunan Nabi Yakub cucu Nabi Ibrahim ini dahulunya berhijrah dan menetap menjadi orang asing di negeri Mesir disebabkan kemarau panjang dan kelaparan yang menimpa di tanah leluhurnya di Kanaan Palestina/Filistin
Setelah rentang perjalanan waktu yang panjang di Mesir, Bani Israel menjadi budak untuk membangun piramida-piramida Fir'aun yang tersohor di sana
Tentunya hidup mereka sangatlah susah sehingga Tuhan menurunkan Nabi Musa dan Nabi Harun agar membawa keluar dari tanah Mesir dan pulang kembali ke tanah asalnya di Kanaan Palestina
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atas kamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antara kamu, dan Dia jadikan kamu raja-raja dan diberikan-Nya kepadamu (anugerah) apa yang tidak diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain. Hai kaumku, masuklah kamu kebumi yang disucikan (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagi kamu, dan janganlah kamu lari ke belakang, maka kamu akan berbalik (menjadi) orang-orang yang merugi. Mereka berkata, 'Hai Musa, sesungguhnya di dalam negeri itu ada kaum penguasa sewenang-wenang dan sesungguhnya kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari padanya. Maka jika mereka keluar dari padanya sesungguhnya kami akan memasukinya. Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat kepada keduanya, 'Masuklah kamu ke pintu itu (buat melawan mereka), maka apabila kamu memasukinya, maka sesungguhnya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang-orang mukmin'. Mereka berkata, 'Hai Musa, sesungguhnya kami tidak akan memasukinya selama-lamanya, selama mereka ada di dalamnya. Maka pergilah engkau bersama Tuhanmu, maka berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami duduk di sini (menanti). Musa berkata, 'Hai Tuhanku, sesungguhnya aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan kaum yang fasik'. Allah berfirman, 'Maka sesungguhnya negeri itu terlarang atas mereka selama empat puluh tahun, mereka sesat (tidak tentu arah) di bumi, maka janganlah engkau putus asa atas kaum yang fasik itu'. (Alqur'an 5:20-26)

Begitulah Kitab Suci Alqur'an menjelaskan tentang tanah yang dijanjikan Tuhan untuk diberikan kepada Bani Israel sebagai anak cucu keturunan Nabi Ibrahim-Ishak-Yakub/Israel
Di kota Hebron di tanah suci Palestina makam keluarga besar Nabi Ibrahim dan Ibu Sara beserta Nabi Ishak dan Nabi Yakub/Israel serta keluarganya sampai sekarang dapat ditemui di sana
Sedangkan anak cucu keturunan Nabi Ibrahim-Ismael-Muhammad telah ditentukan sendiri untuk memakmurkan tanah Arab, dan di sana telah didirikan Bait Suci Ka'bah di Mekah bagi umat Islam
Bukankah makam Ibu Hajar/Hagar dan puteranya Nabi Ismael bisa dijumpai di Hijir Ismail di Ka'bah Rumah Suci Tuhan di Mekah yang dibangun Ibrahim dan Ismael?
Sedangkan makam Nabi Muhammad ditempatkan di Masjid Nabawi di Madinah yang begitu cantik dan anggunnya dan menjadi tempat tujuan yang kedua setelah mengunjungi mesjid yang pertama yaitu Masjidil Haram dengan Ka'bahnya yang sangat megah dan sangat indah di Mekah
Maka ada hadis yang meriwayatkan untuk mengunjungi mesjid yang ketiga yang terjauh yakni Masjidil Aqsha di Yerusalem, tempat Nabi Muhammad secara rohani melakukan isra' mi'raj
Namun sampai saat ini sayangnya masjid yang ketiga ini sangatlah sulit untuk dikunjungi karena masih menjadi silang sengketa antara Arab dan Israel yang sama-sama keturunan Nabi Ibrahim namun lain ibu
Maka kalau kita kembali kepada Alkitab dan Alqur'an akan terlihat dengan begitu terangnya untuk siapakah tanah terjanji Palestina dan Israel ini
Marilah kita kembali kepada firman-firman Allah yang telah diturunkan kepada para nabi dan rasul karena Allah memberikan Alkitab, Alhikmah, Annubuah, Taurat, Zabur, Injil, Alqur'an dan suhuf-suhuf atau lembaran-lembaran kitab suci lainnya kepada keluarga besar Ibrahim/Abraham
Maka takutlah kepada Tuhan Allah semesta alam, Allah Ibrahim, Allahnya orang-orang Israel sebagai Pemilik Bait Suci Yerusalem, Rumah Doa untuk segala bangsa, suku, agama dan bahasa.
Mari kita renungkan bersama, mari kita mencari wajah-Nya, janganlah menyakiti hati-Nya karena Nabi Yakub/Israel adalah umat pilihan-Nya dan umat yang dikasihi-Nya, umat Tuhan semuanya
PEMBANGUNAN BAIT SUCI YERUSALEM MEMBUKA BERKAT DI LANGIT DAN BUMI

Alangkah indahnya apabila Bait Suci Sulaiman/Salomon yang menjadi tempat suci ketiga agama Yahudi - Kristen - Islam di Yerusalem dibangun kembali sebagaimana dahulu kala ada
Sebaiknya kita semua mengingat janji Allah kepada Abraham/Ibrahim, Ishak dan Yakub/Israel; "Firman-Nya : 'Kepadamu akan Kuberi tanah Kanaan sebagai milik pusaka yang ditentukan bagimu" (1 Tawarih 16:18)
Alangkah baiknya kalau kita percaya bahwa tanah Kanaan dimana Bapa Abraham atau Nabi Ibrahim tinggal bersama Ibu Sara dengan putranya Ishak dan cucunya Yakub/Israel adalah memang menjadi tempat tinggal yang ditentukan Allah bagi mereka
Ketika Nabi Ibrahim berpindah dari Ur Kasdim di negeri Irak menuju tanah Kanaan, di sana di puncak gunung suci Sion sudah terdapat Bait Suci Tuhan Allah semesta alam, Allahnya Imam Agung Melkisedek
Nabi Ibrahim juga memberikan persembahan kepada Bait Suci Tuhan di Yerusalem tersebut ketika berhasil memenangkan peperangan, dan juga korban sembelihan untuk Ishak disanalah tempatnya
Sampai saat ini makam Nabi Ibrahim dan Ibu Sara, Nabi Ishak, Nabi Yakub/Israel beserta keluarganya berada di masjid kota Hebron yang dahulu kala berada di Gua Mahpela

Sesungguhnya betapa bijaksananya Nabi Ibrahim yang menempatkan sebagian anggota keluarganya yakni anaknya yang bernama Ismael dari isterinya yang bernama Ibu Hajar/Hagar di Mekah Arab
Disana dibangunkan Bait Suci Masjidil Haram dengan Ka'bah sebagai pusat agama Islam terutama untuk melakukan ibadah haji, disanalah tempat makam Ibu Hajar dan Nabi Ismael di Hijir Ismael
Memang Nabi Ibrahim berdoa untuk anaknya yang dari keturunan seorang hamba sahaya dari Arab Mesir ini diberi tempat tersendiri dan diturunkan Nabi tersendiri di tanah Arab
Betapa megahnya Bait Suci Mekah, setiap tahun pada musim haji dikunjungi umat muslim dari seluruh dunia jumlahnya lebih dari tiga juta orang, masing-masing dengan membawa korban sembelihan berupa seekor kambing atau domba
Bisa dibayangkan Gunung Jabal Rahmah di Arab akan dipenuhi dengan kambing domba korban sembelihan untuk Tuhan Allah Abraham/Ibrahim, Allahnya orang-orang Arab
Sedangkan makam Nabi Muhammad yang asli orang Arab keturunan Nabi Ismael berada di masjid Nabawi yang sangat anggun dan indah di Madinah
Kalau direnungkan Bait Suci Mekah untuk keturunan Nabi Ismael atau orang Arab itu begitu indahnya, lalu dimana Bait Suci Yerusalem untuk keturunan Nabi Ishak dan Nabi Yakub atau Bani Israel tersebut?
Seharusnya Bait Suci Yerusalem bagi umat Yahudi lebih indah dan lebih anggun serta lebih perkasa karena keturunan Nabi Ibrahim dari isteri yang utama dan merdeka, dan bukan keturunan dari seorang hamba sahaya
Mari kita bangunkan Kota Suci Yerusalem agar menjadi kota yang terindah, terpuja dan termulia menjadi kota impian alam semesta seperti zaman dahulu kala, menjadi Rumah Doa Bagi Segala Bangsa, Bahasa dan Agama
Kita jadikan kota tersebut aman damai dan sejahtera sehingga layak dikunjungi umat Tuhan dari seluruh dunia
Tapi sayangnya hingga saat ini Bait Suci Yerusalem masih banyak menyisakan reruntuhannya dan belum dibangunkan lagi, seharusnya kemegahannya melebihi yang ada di Arab Saudi
Alangkah indahnya seandainya Tembok Ratapan dibangun sehingga umat Tuhan bisa bermazmur bernyanyi menari riang gembira dengan iringan rebana kecapi yang merdu dan gambus sepuluh tali

Selasa, 15 Maret 2011

TERORIS BOM BUKU MERUPAKAN TENTARA-TENTARA KEGELAPAN/SYAITAN

Mungkin saat inilah yang disebut zaman akhir yang disebutkan dalam Kitab-Kitab Suci Tuhan dimana bangsa-bangsa mengalami banyak cobaan/ujian yang berat berupa berbagai bencana yang sedang melanda dunia, seakan akan kita sedang melakukan peperangan rohani
Tuhan menciptakan manusia dari tanah sebagai makhluk jasmani yang hidup di siang hari untuk mencari rezeki, sedangkan pada malam hari untuk beristirahat atau tidur di malam hari
Dan Tuhan menciptakan makhluk yang hidup di malam hari, seperti singa, serigala, harimau, ular, burung hantu dan makhluk buas lainnya yang hidupnya di hutan
Disamping itu Tuhan menciptakan malaikat, jin, iblis, syetan dan lain-lain yang sifatnya rohani karena dibuat dari nur/cahaya atau api sebagai makhluk terang dan makhluk malam/kegelapan
Tuhan yang menciptakan matahari sebagai penerang di siang hari, dan menciptakan bulan dan bintang-bintang sebagai penerang di malam hari
Maka makhluk siang dan makhluk malam adalah buatan tangan-Nya, yang dipergilirkan secara bergantian untuk memakmurkan bumi dan langit-Nya, disamping sebagai alat untuk memenuhi firman-firman-Nya atau sebaliknya untuk mengingkari perintah-perintah-Nya
Balasan dimasukkan ke surga bagi makhluk yang memenuhi perintah-perintah-Nya, sebaliknya akan dimasukkan ke neraka bagi yang mengingkari ayat-ayat-Nya

Bukankah bagi manusia sebaiknya diberi tangguh atau tempo agar bisa bertaubat dan memohon ampun kepada Tuhan untuk menebus dosa dan kesalahannya?
Janganlah cepat menghakimi karena Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang kepada makhluk-Nya, biarlah kita serahkan saja kepada-Nya, bukanlah memberi maaf lebih baik daripada membalas?
Atau biarlah hakim yang menilai dan memutuskan karena pemerintah adalah sebagai alat/wakil dari Tuhan, untuk menjalankan kebenaran dan keadilan di bumi
Janganlah menuruti keinginan iblis dan syetan yang mengajak membuat kerusakan atau teror di muka bumi sehingga menimbulkan ketakutan, luka-luka dan penyakit, kehausan, kelaparan dll
Memang makhluk-Nya yang menguasai kegelapan atau tentara syaitan/hizbuz syaiton sangat menyukai hal-hal yang mengerikan, memalukan, merugikan, menyusahkan dan lain-lain penderitaan bagi makhluk Tuhan
Sedangkan manusia sebagai makhluk-Nya yang hidup di siang hari diharapkan menjadi makhluk-Nya yang terang, harus berjalan di atas jalan yang lurus atau kebenaran, mengasihi sesama makhluk Tuhan, menolong yang miskin dan lemah, berbuat amal saleh/kebajikan, tidak berbuat kejahatan/kerusakan
Mereka inilah yang disebut tentara-tentara Allah/hizbullah sebagaimana Isa bin Maryam mengajak kaum Hawariyyin sebagai penolong Allah dalam menegakkan agama Kristen/Nasrani
Atau seperti kaum Ansor dan Muhajirin yang menjadi penolong Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Allah yaitu agama Islam
Dan Nabi Musa, Daud dan Sulaiman dan pengikutnya dari Bani Israel juga sebagai penolong Allah atau tentara Allah dalam menegakkan agama Allah yaitu agama Yahudi
Karena agama Kristen, agama Islam dan agama Yahudi semuanya agama Allah, sebab Dia-lah Allah Tuhan semesta alam yang menguasai tempat terbit matahari dan tempat terbenamnya, utara-selatan barat dan timur Dia-lah Yang Punya, kerajaan siang dan kerajaan malam Dia Pemiliknya
Maka takutlah kepada-Nya wahai semua makhluk-Nya, besarkanlah dan agungkanlah nama-Nya Yang Tinggi Luhur, Dia-lah Allah Abraham - Musa - Isa - Muhammad dan para nabi/rasul lainnya

Senin, 14 Maret 2011

TSUNAMI DAN GEMPA BUMI TANDA-TANDA TUHAN ALLAH TURUN MENGINJAK BUMI

"Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu, seperti api membuat ranggas menyala-nyala dan seperti api membuat air mendidih - untuk membuat nama-Mu dikenal oleh lawan-lawan-Mu, sehingga bangsa-bangsa gemetar di hadapan-Mu. Karena Engkau melakukan kedahsyatan yang tidak kami harapkan, seperti tidak pernah didengar orang sejak dahulu kala. Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang alllah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian. Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya Engkau ini murka sebab kami berdosa; terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala. Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu; sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, dan menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami" (Yesaya 64:1-7)
Demikianlah Alkitab menjelaskan kalau Allah menyembunyikan wajah-Nya kepada kita sehingga doa-doa mohon pengampunan dan keselamatan tidak sampai kepada-Nya, sehingga amarah dan cemburu-Nya menimpa kita yang berupa bencana alam, sakit penyakit dan kelaparan dimana-mana
Akankah kita tetap mengeraskan hati sehingga tidak dapat memahami, dan tetap menutup mata terhadap firman-firman-Nya sehingga tetap buta dalam mengerti ayat-ayat-Nya, serta menutupkan telinga sehingga tidak mau mendengar akan seruan-seruan-Nya.
Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, atau bukanlah telinga itu yang tuli sehingga tidak bisa mendengar, akan tetapi yang buta itu adalah hati yang di dalam dada.
Oleh karena itu sunatlah kulit khatan hatimu wahai sekalian manusia, agar bisa suci dan bersih seputih susu, dan janganlah degil dan keras seperti batu ataupun hitam pekat seperti awan yang bertindih-tindih sehingga nur cahaya Ilahi tidak sampai kepadamu
Sehingga sampai dengan saat ini kita semua seperti berjalan di dalam kelam kabut seperti gelapnya malam tanpa cahaya bulan dan bintang, maka kita banyak yang tersandung terluka dan terjatuh serta mati disebabkan banyaknya kefasikan di bumi

Akankah kita tetap tertidur dan tidak menyadari dengan permasalahan ini, seakan-akan ada selaput atau selubung di mata kita sehingga tidak dapat melihat, ataukah karena adanya selubung atau kabut yang sangat tebal di langit sehingga membuat angin badai dan puting beliung mesti menerjang kita
Wahai Tuhan kami, hajarlah daku tapi dengan kasih-Mu, janganlah Engkau menghajar daku dengan api cemburu-Mu dan murka-Mu, biarlah ada waktu bagiku untuk memohon ampun dan bisa bertasbih bersujud serta mengagungkan nama-Mu
Berilah kami hati yang baru, yang tulus ikhlas dan bisa berserah diri kepada-Mu, karena hanya kepada-Mulah ada tempat pertolongan dan tempat perlindungan dari derasnya air hujan yang membanjir dan gelapnya awan mendung badai dan angin puting beliung, serta hajaran dari amukan ombak tsunami yang menggelora dan gempa bumi serta gunung meletus
Selamatkanlah umat-Mu ya Tuhanku walaupun selama ini banyak yang tidak memanggil nama-Mu, karena hanya Engkaulah Penolongku dan Pelindungku tiada yang lain selain Engkau ya Allahku
Curahkanlah Roh Kudus-Mu kepada kami sehingga keberkatan, kebenaran, kesejahteraan dan keadilan selalu menyertai kami, keamanan dan kedamaian tercurah kepada kami sehingga ada kedamaian di langit dan di bumi, amin 3x




SEANDAINYA KITA MENYADARI BAHWA DI PUNCAK GUNUNG BATU SION DI YERUSALEM DITARUH BATU PENJURU BAGI UMAT YAHUDI - KRISTEN - ISLAM

Mungkinkah belum waktunya bagi umat Tuhan Allah semesta alam, Allah Yang menguasai kerajaan langit dan bumi, untuk merenungkan dan memikirkan bahwa tanah suci Yerusalem dan sekitarnya saat ini masih banyak menjadi reruntuhan yang belum dibangunkan lagi
Sesungguhnya perumpamaannya kota Sion atau Yerusalem seperti seorang puteri yang cantik tapi masih tidur pulas belum ada yang membangunkannya agar ia berbenah diri karena hari sudah siang
Bangunlah wahai Kota Sion atau Puteri Yerusalem, bukankah engkau dahulu perumpamaannya seperti seorang perempuan yang cantik jelita pujaan alam semesta karena engkau sempurna adanya
Namun sekarang engkau bagaikan seorang puteri yang cantik jelita namun terikat dan terkubur dalam debu dan abu karena beban-beban atau kuk yang berat di tengkuk lehermu dan ada jeratan di kaki dan tanganmu sehingga tetap terbaring dalam kesendirianmu
Sebenarnya engkau berteriak minta tolong, namun karena sangat lemah suaramu bagaikan suara burung merpati sehingga tidak terdengar ratapan dan tangisanmu
Tahukah engkau bahwa suara nyanyian yang merdu dari mazmur Daud, diringi gambus dan kecapi serta tarian rebana, maupun suara seruling yang nyaring akan membangunkanmu

Bangunlah wahai kota yang sunyi sepi ditinggalkan penduduknya, kota yang menjadi janda karena ditinggal suaminya, kota yang banyak mengalami keruntuhan karena kefasikan yang menimpanya
Akankah engkau bagaikan seorang perempuan yang tetap diam membisu dan tidak mau membuka mulutmu untuk berbicara, karena ada ikatan di mulutmu?
Bukankah sudah saatnya engkau muncul dari persembunyian, bangun terbang bagaikan burung yang bersiul dan bernyanyi riang menyongsong kedatangan fajar, dan berbenah diri untuk membesarkan dan mengagungkan nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi di langit dan di bumi?
Bangunlah Gunung Batu Sion atau Puteri Yerusalem, bertasbihlah memuji Tuhanmu, besarkanlah nama-Nya Yang Tinggi Luhur, Allah Abraham/Ibrahim dan Allah Yakub/Israel
Biarlah gunung-gunung dan burung-burung bertasbih memuji Allah Tuhan semesta alam, Yang membuat langit dan bumi seisinya, matahari dan bulan serta bintang-bintang yang ditaruh untuk penerang siang dan malam
Biarlah laut dan samudera raya bersorak sorai dan memuji Tuhan Allah semesta alam, karena hanya Dia-lah yang bisa menenangkan gelora ombak-Nya yang menggulung dan menggunung menerjang
Hutan dan pohon-pohon biarlah mengeluarkan buah-buahannya yang bisa dimakan binatang-binatang atau dabbah di muka bumi-Nya sehingga bisa kenyang dan tidak kelaparan lagi
Maka doa syafaatmu wahai Puteri Yerusalem atau Puteri Sion yang kami harapkan, karena hanya engkaulah yang bisa mendekati dan membangunkan Tuhan Allah semesta alam, Allah Israel
Karena merdu suaramu dan manis seperti madu, suci hatimu seputih susu dan salju, harum bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon yang dahulu kala banyak ditanami kebun anggur di sana
Siapakah yang dapat memahami dan mengambil hikmah dari perumpamaan-perumpamaan ini kalau bukan para imam, pemuka/pemimpin, ulama, cendekiawan dan ulil amri

MENGENAL AGAMA YAHUDI SEBAGAI AGAMA KETURUNAN NABI YAKUB/ISRAEL


Alangkah bijaksana kalau kita dapat membuka mata untuk melihat kenyataan yang sebenarnya, membuka telinga agar bisa mendengar firman-firman Allah, dan membuka hati sehingga bisa memahami dengan akal pikiran kita bahwa agama Yahudi adalah agama yang benar dari Allah
Bukankah selama ini kita perumpamaannya hanya mendengar sayup-sayup dari jauh seperti suara burung merpati sehingga tidak terdengar, maka kita tidak dapat memahami agama Nabi Musa ini
Seakan-akan Kitab Taurat yang dibawa Nabi Musa ini bagi kita seperti kitab yang termeterai, sehingga tidak dapat dibaca bagi orang yang bisa membaca dan melihat, apalagi bagi orang yang ummi atau tidak dapat membaca malahan hampir tidak tersentuh sama sekali
Perumpamaannya dalam Alqur'an bagi orang-orang yang dibebani dengan kitab-kitab suci tetapi tidak dapat melakukannya adalah seperti keledai yang membawa beban-beban yang berat di punggungnya sehingga tidak mengerti dan memahami firman-firman Allah di dalamnya
Betapa baiknya kalau kita bisa menyunat kulit khatan hati dan telinga kita sehingga kita bisa membuka tutupan yang menutupnya atau kotoran yang melekat di dalamnya, maka semua bisa melihat dan membuka mata hati bahwa ayat-ayat Allah yang dibawa para nabi dan rasul itu benar adanya
Sungguh kita semua sepertinya memerlukan kedatangan seorang Mesias atau seorang utusan Allah baik ia berupa manusia maupun malaikat ataupun makhluk yang lain yang bisa menjelaskan ini, agar selubung awan mendung yang menudungi antara langit dan bumi ini bisa disingkapkan

Bukankah kalau kabut yang menyelubungi langit ini begitu tebalnya akan membuat manusia di bumi seperti berjalan di kegelapan malam tanpa adanya cahaya rembulan dan bintang yang menyinarinya sehingga banyak yang tersandung jatuh dan luka-luka tidak ada yang bisa mengobati? Atau perumpamaannya kita semua berjalan di siang hari namun matahari tertutup awan tebal yang menyelimuti, bukankah kita akan kegelapan juga sehingga bisa tersandung jatuh dan mati?
Sesungguhnya Tuhan Allah semesta alam, Allah Yakub/Israel telah menurunkan para nabi dan rasul dari Bani Israel keturunan Nabi Ibrahim/Abraham dengan Ibu Sara ini menjadi penjelas dan pemberi kabar baik dan peringatan bagi manusia
Agar penduduk bumi dapat berjalan di atas jalan yang lurus, perumpamaannya masing-masing telah diberi Alkitab, Alhikmah, Annubuah, Taurat, Zabur, Injil, Alqur'an dan suhuf-suhuf para nabi dan rasul yang lainnya sebagai petunjuk/pedoman yang harus diikuti, yang diturunkan dari Allah Tuhan semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim
Lalu kenapa kita mesti mengingkarinya, dan masing-masing berkeyakinan bahwa ia sendiri yang benar, dan tidak memberi tempat kepada yang lainnya bahwa Allah Tuhan semesta alam juga menurunkan kitab-kitab lain kepada mereka sebagai petunjuk dan risalah yang mesti mereka jalani
Sesungguhnya inilah yang menjadi batu sandungan yang besar bagi kita bersama, yang semestinya Batu Penjuru ini hanya boleh menjadi Batu Sentuhan atau Batu Pijakan saja karena ia milik Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Kudus Allah Israel, Allah semua makhluk di langit dan di bumi
Bukankah Allah Tuhan semesta alam, Allah Abraham telah menempatkan Batu Penjuru yang amat mahal harganya bagi yang mempercayainya ini di atas puncak gunung batu Sion di Israel yang dahulu kala disana dibangun Bait Suci Sulaiman anak Nabi Daud, lambang raja yang adil dan bijak?
Marilah kita renungkan bersama dengan hati yang bening, dan berserah diri dan kembali kepada-Nya, kita mencari wajah-Nya dan memohon ampun atas dosa-dosa kita, bahwa kita semua telah menyakiti hati-Nya, kita tidak mendengar firman-firman-Nya bahwa Bani Israel/Yakub adalah umat-Nya juga, umat yang dikasihi-Nya dan umat pilihan-Nya untuk mendekat kepada-Nya

Minggu, 13 Maret 2011

MENGENAL TUHAN ALLAH ABRAHAM, PEMILIK BAIT SUCI SULAIMAN DI YERUSALEM

Alangkah baiknya kalau kita mengingat perjalanan atau hijrah Bapa Abraham dengan Ibu Sara dari negeri asal kelahirannya Ur Kasdim di negeri Irak ke negeri Kanaan di Palestina
Memang orang tuanya dan saudara-saudaranya menjadi penyembah berhala, maka Tuhan memanggil Abraham/Ibrahim berpindah dari tempat penyembahan berhala ke tempat penyembah Allah Tuhan semesta alam
Dalam perjalanan mencari Tuhannya itu Ibrahim sempat menjadikan matahari, bulan dan bintang-bintang dianggap sebagai Tuhannya, namun ia kecewa karena semuanya itu setiap hari muncul dan tenggelam. Dan Ibrahim tidak suka yang tenggelam
Demikian juga dengan patung-patung yang dibuat dan disembah orang tuanya dan kaumnya, menjadikan sakit hati karena tidak bisa diajak bicara sehingga dihancurkannya kecuali yang terbesar
Hal sedemikian menjadikan marah raja Namrudz sehingga ia mendapat hukuman dibakar di atas api yang besar, namun Tuhan Allah melindunginya sehingga api menjadi terasa dingin olehnya
Kemudian Tuhan menyuruh pindah/hijrah menjauh dari orang tuanya dan saudara-saudaranya ke negeri Kanaan di Palestina agar bisa bersujud dan menyembah kepada Tuhan Allah semesta alam
Dia-lah Allah yang menciptakan bumi dan langit seisinya; Allah yang membuat matahari, bulan, bintang-bintang, angin, awan, hujan, salju, gunung-gunung, laut, sungai-sungai, pohon-pohon dsb
Dia-lah Allah Yang Maha Esa, Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar mengatasi allah-allah yang lainnya karena kekuasaan-Nya tak terbatas dan kerajaan-Nya meliputi kerajaan langit dan bumi

Nabi Ibrahim bersama isterinya Ibu Sara dan keponakannya Luth menjauh dari tempat orang-orang menyembah berhala di negeri tanah asalnya, dan kemudian menetap di negeri Kanaan
Ketika lahir puteranya yang bernama Ishak maka ditebuslah anak itu dengan mengorbankan korban sembelihan di Bait Suci Tuhan di Yerusalem di atas gunung yang tertinggi yaitu gunung suci Sion
Memang sejak zaman dahulu kala, disana di puncak gunung yang tertinggi ditaruh mezbah atau meja untuk Tuhan, tempat persembahan untuk korban sembelihan atau bakaran untuk Tuhan
Hal sedemikian ini mengingatkan kita kepada kisah Habil dan Qobil, anak-anak Nabi Adam ketika mereka berdua mempersembahkan korban bakaran atau api-apian untuk Tuhan
Korban bakaran persembahan dari Habil diterima Tuhan karena korbannya dipilihkan yang baik-baik, sedangkan korban bakaran Qobil tidak diterima Tuhan karena korbannya buruk-buruk
Maka iri dan dengkilah hati Qobil sehingga dibunuhlah adiknya itu, maka turunlah ayat-ayat Allah tentang hukum qisas yang melarang membunuh seseorang tanpa alasan yang benar
Sesungguhnya Tuhan menghendaki setiap tahun umat-Nya mengadakan semacam tasyakuran sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan karena telah memberi rezeki penghasilan yang melimpah
Maka sebenarnya Allah menerima korban yang berupa ternak sembelihan, zakat, sedekah, persepuluhan, korban bakaran, korban sajian, korban wangi-wangian dll yang menyenangkan bagi Tuhan
Sebagaimana haji yang dilakukan umat Islam, di gunung yang tinggi Jabal Rahmah di Arab, di sana setiap tahun musim haji disembelih lebih dari tiga juta kambing domba dan juga unta
Lalu kapankah di gunung suci Sion di Yerusalem dihidupkan lagi persembahan untuk Tuhan Allah semesta alam, Allah Israel seperti korban sembelihan, korban bakaran, korban sajian, korban harum-haruman, korban persepuluhan dll yang kesemuanya menyenangkan bagi Tuhan Allah Abraham


Jumat, 11 Maret 2011

APA YANG HARUS DILAKUKAN AGAR BENCANA GEMPA BADAI TSUNAMI TIDAK DATANG

Bukankah dalam Alkitab dan Alqur'an telah dijelaskan bahwa apabila suatu penduduk kota beriman dan bertakwa maka Tuhan akan menurunkan berkat-Nya dari atas dan dari bawah kaki mereka, namun apabila mereka banyak melupakan firman-firman-Nya maka azab kutuk-Nya akan ditimpakan.
"Apakah kamu merasa aman terhadap siapa yang (berkuasa) di langit, bahwa Dia akan menenggelamkan bumi bersamamu, lalu tiba-tiba ia bergoncang,
atau apakah kamu merasa aman terhadap siapa yang (berkuasa) di langit, bahwa Dia akan mengirimkan badai berbatu. Kelak kamu akan mengetahui bagaimana ancaman-Ku?
Dan sungguh telah mendustakan orang-orang sebelum mereka, maka bagaimana terjadi kemurkaan-Ku? (Qur'an 67:16-18)
Kita dapat mengambil pelajaran ketika Tuhan menimpakan tulah kepada Bani Israel disebabkan Raja Daud mengadakan pendaftaran untuk menghitung jumlah orang-orang Israel, lalu murkalah Tuhan sehingga diturunkan penyakit sampar yang menewaskan tujuh puluh ribu orang
Maka untuk menebus kesalahan tersebut Daud mendirikan mezbah bagi Tuhan di Yerusalem lalu tulah berhenti
Saat ini dunia sedang mengalami banyak bencana baik gempa bumi, badai topan, tsunami, angin puting beliung, gunung meletus, sungai yang membanjir, pemanasan global, dan lain-lain
Kesemuanya mengakibatkan kerugian yang amat besar dan kesusahan yang menumpuk, kelaparan dan kehausan serta sakit penyakit ada dimana-mana

Sesungguhnya banyak pemimpin dan rakyatnya bingung bagaimana menghadapi ini semua, kenapa Tuhan seakan-akan memalingkan wajah-Nya kepada kita sehingga doa-doa kita tidak didengar-Nya
Apakah ini disebabkan dosa-dosa kita dan juga dosa-dosa nenek moyang kita sehingga bagaikan kabut awan tebal yang menyelimuti langit maka doa-doa tidak bisa menembus kepada Tuhan di atas
Ataukah ini merupakan gambaran cemburu-Nya kepada umat buatan tangan-Nya karena banyak makhluk-Nya yang tidak mengingat bahwa Dia-lah Allah Tuhan Yang Maha Tinggi dan Luhur
Adakah ini sebagai peringatan agar Dia Allah Tuhan semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim dikenal dan dihormati di seluruh bumi karena hanya Dia-lah Raja segala raja di kerajaan langit dan bumi
Sesungguhnya tiada Tuhan selain Dia, Dia-lah Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Esa dan Maha Agung, sangatlah besar kuasa-Nya dan Dia yang disembah para nabi dan rasul terdahulu
Agar semua suku bangsa, bahasa dan agama mengenal Dia-lah Allah Yang Maha Kudus, Allah Yakub/Israel, Allah Musa-Harun, Allah Isa/Yesus dan Allah Muhammad, Allah kita semua
Marilah kita kembali dan berserah diri kepada-Nya, karena hanya Dia-lah yang bisa menolong dan menyembuhkan kita dari segala macam mara bahaya dan bencana yang banyak menimpa kita
Karena Dia-lah yang membuat langit dan bumi seisinya, matahari, bulan dan bintang-bintang, laut, gunung, sungai-sungai, hutan, binatang dan lain-lain makhluk-Nya semuanya dibawah kuasa-Nya
Takutlah kepada-Nya dan kasihilah Dia supaya Allah Tuhan semesta alam memberikan keamanan dan kedamaian serta kesejahteraan di langit dan di bumi-Nya atau alam semesta




Kamis, 10 Maret 2011

MEMAHAMI GEMPA BADAI TSUNAMI TUHAN DALAM ALKITAB PERJANJIAN LAMA

Sebaiknya kita belajar memahami dan mengenal kenapa dunia pada akhir-akhir ini banyak ditimpa bencana sehingga membuat manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan lain-lainnya menjadi binasa
Penduduk dunia seperti hidup dalam kegelapan, meskipun mempunyai mata namun tidak bisa melihat apa sebabnya, meski mempunyai telinga namun seperti tidak mendengar pesan dan firman Tuhan
Walaupun mempunyai hati dan akal pikiran namun tidak bisa memahami kenapa Allah Tuhan semesta alam, Pemilik dan Pembuat bumi dan langit memberikan azab siksa yang begitu berat bebannya
Mungkinkah hal ini disebabkan karena selama ini kita belum begitu mengenal dan memahami Dia Allah Tuhan semesta alam yang membuat matahari dan bulan serta bintang-bintang kepada kita
Dia-lah Tuhan, Yang mengirimkan angin, awan dan hujan kepada kita baik untuk menurunkan berkat-Nya ataupun sebaliknya bisa dijadikan-Nya sebagai alat pemusnah makhluk-Nya
Bukankah sebenarnya sejak zaman dahulu kala Tuhan Allah semesta alam, Allah Abraham telah menurunkan para nabi dan rasul anak cucu keturunan Nabi Yakub yang disebut juga Bani Israel
Karena memang Alkitab, Alhikmah, Annubuah, Taurat, Zabur, Injil, Qur'an dan suhuf suhuf/lembaran-lembaran kitab suci-Nya dikaruniakan kepada keluarga besar Nabi Ibrahim

Firman Tuhan Allah semesta alam, Pencipta langit dan bumi seisinya yang ditulis dalam Alkitab khususnya tentang besarnya gelora ombak laut-Nya supaya manusia takut kepada-Nya demikian:
"Beritahukanlah ini di antara kaum keturunan Yakub, kabarkanlah itu di Yehuda dengan mengatakan: 'Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan yang tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar!
Masakan kamu tidak takut kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan, kamu tidak gemetar terhadap Aku? Bukankah Aku yang membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut, sebagai perhinggaan tetap yang tidak dapat dilampauinya? Biarpun ia bergelora, ia tidak sanggup, biarpun gelombang-gelombangnya ribut, mereka tidak dapat melampauinya!
Tetapi bangsa ini mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak; mereka telah menyimpang dan menghilang.
Mereka tidak berkata dalam hatinya: 'Baiklah kita takut akan Tuhan, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen. Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu yang menghambat yang baik daripadamu" (Yeremia 5:20-25)
"Lihatlah, angin badai Tuhan, yakni kehangatan murka, telah keluar menyambar, -angin puting beliung- dan turun menimpa kepala orang-orang fasik.
Murka Tuhan yang menyala-nyala itu tidak akan surut, sampai Ia telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang dirancang-Nya dalam hati-Nya; pada hari-hari yang terakhir kamu akan mengerti hal itu" (Yeremia 30:23-24)
Maka marilah kita kembali berserah diri kepada Tuhan Allah semesta alam, Yang Maha Kudus Allah Ibrahim, Ismael, Ishak, Yakub/Israel, Musa, Isa, Muhammad dan Allah para nabi dan rasul serta bapa-bapa terdahulu kita
Mari kita semua memohon ampun dan taubat kepada-Nya karena selama ini kita tidak mendengarkan perintah-perintah dan janji-janji-Nya yang telah diikat Allah dengan Abraham/Ibrahim kekasih-Nya dan anak-anak keturunannya sebagai umat kesayangan dan umat pilihan-Nya
Agar Dia Allah Tuhan semesta alam menurunkan berkat-Nya dan menjauhkan kutukan/laknat-Nya sehingga dunia aman tenteram sejahtera karena langit memberikan embunnya kepada kita dan bumi menghasilkan buah-buahnya sehingga kita tidak kelaparan dan kehausan/kepanasan
Sekali lagi marilah kita kembali dan mencari Dia, Tuhan Allah semesta alam, Pemilik dan Penguasa alam semesta, Dia-lah Allah kita semua yang bisa menolong dan mengasihi semua makhluk-Nya

Rabu, 09 Maret 2011

BAIT SUCI YERUSALEM UNTUK UMAT TUHAN ALAH SEMESTA ALAM, ALLAH UMAT ABRAHAM

Bukankah di negeri Israel dan Palestina terdapat gunung yang tinggi yang disebut gunung Sion dimana di puncak bukit tersebut dahulu kala pernah didirikan Bait Suci Tuhan dibangun oleh Raja Sulaiman
Bait Suci Sulaiman merupakan gambaran Kemah Suci Musa yang pernah didirikan di kaki gunung Sinai tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah Tuhan semesta alam, Tuhan Musa dan Harun
Sungguh Nabi Daud pernah memimpikan bisa membangun Rumah Tuhan tersebut namun Tuhan menginginkan anaknya yang bernama Sulaiman yang bisa membangun Rumah Suci Tuhan tersebut
Betapa megahnya dan indahmya Rumah Tuhan tersebut yang menjadi Ka'bah pusat pertemuan bagi umat Yahudi atau Bani Israel di Yerusalem
Adakah yang mengingat bahwa di tempat yang suci tersebut terdapat Batu Penjuru atau Batu Sakhrah dimana Nabi Ibrahim pernah mempersembahkan korban sembelihan dan korban bakaran untuk Tuhan Allah semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim
Memang seorang anaknya yang bernama Ishak harus ditebus dengan korban sembelihan untuk Tuhan di atas gunung yang tinggi di Yerusalem
Sedangkan seorang anaknya yang lain bernama Ismael juga harus ditebus dengan korban sembelihan seekor kambing yang sampai sekarang setiap tahun diperingati sebagai hari korban atau idul adha bagi umat muslim
Setiap tahun pada musim haji, risalah Nabi Ibrahim ini dilakukan oleh umat muslim di Bait Suci Mekah dengan menyembelih korban lebih dari tiga juta ekor kambing di dekat gunung/jabal Rahmah
Adakah yang mengerti dan memahami sesungguhnya risalah Ibrahim/Abraham ini tetap dilakukan oleh umat Ibrahim atau umat Islam atau umat Muslim sampai saat ini

Memang ada hubungan yang sangat khusus atau istimewa antara Ka'bah umat Islam di Masjidil Haram Mekah dengan Ka'bah umat Yahudi di The Dome of The Rock atau Kubah Batu Sakhrah yang berlapis emas dan menjadi ikon yang sangat agung dan terindah mempesona di Yerusalem
Sebaiknya kita mengingat perjalanan isra' mi'raj Nabi Muhammad secara rohani dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha atau mesjid yang terjauh di Yerusalem
Perjalanan tersebut ditempuh dengan naik buraq dalam satu malam saja, terlebih dahulu beliau salat di Masjid Aqsha lalu berjalan ke belakang naik ke Kubah Batu Sakhrah atau The Dome of The Rock, kemudian terus naik ke sorga yang berlapis tujuh bertemu dengan para nabi dan rasul, semuanya dilakukan dengan bantuan Malaikat Jibril atas perintah Tuhan Allah semesta alam yang mewajibkan salat lima waktu dalam sehari semalam kepada Nabi Muhammad dan pengikutnya
Sesungguhnya ketika pertama kali melakukan salat, beliau menghadap ke Ka'bah di Yerusalem yang memang menjadi Ka'bahnya Bani Israel atau anak cucu keturunan Nabi Yakub
Namun beberapa bulan kemudian Allah Tuhan semesta alam memberi perintah kepada Nabi Muhammad agar umat Islam menghadap ke Ka'bahnya sendiri yang ada di Mekah Arab
Maka dalam riwayat hadis Nabi Muhammad mengajak umatnya untuk pertama-tama mengunjungi Masjidil Haram Ka'bah di Mekah Arab, yang kedua mengunjungi Masjid Nabawi Madinah di Arab, kemudian yang ketiga mengunjungi Masjidil Aqsha di Yerusalem Palestina yang juga negeri Israel
Memang perjalanan antara Masjidil Haram di Mekah sampai ke Masjidil Aqsha di Yerusalem Palestina dan Israel sesungguhnya merupakan perjalanan yang diberkati Tuhan Allah semesta alam, Allah para nabi dan rasul-rasul serta bapa-bapa kita terdahulu
BAIT SUCI YERUSALEM UNTUK UMAT YAHUDI - KRISTEN - ISLAM SEMUANYA UMAT TUHAN

Belum tibakah saatnya bahwa anak-anak cucu dan pengikut Ibrahim/Abraham, Ismael, Ishak, Yakub/Israel, Yusuf, Musa, Daud, Sulaiman/Salomon, Isa, Muhammad dan nabi serta rasul lainnya
Duduk bersama dalam jemaah yang besar sebagai anak-anak Abraham/Ibrahim bersatu dalam bertasbih memuji-muji Allah dan mensyukuri karunia yang telah diberikan Allah Abraham/Ibrahim
Dengan korban sembelihan dan korban bakaran atau harum-haruman untuk Tuhan, dengan nyanyian mazmur, diiringi dengan lagu yang merdu, gambus dan kecapi serta kendang seruling yang nyaring
Untuk mengajak agar gunung-gunung bertasbih memuji Allah dan burung-burung bersiul bernyanyi riang untuk membangunkan fajar
Pohon-pohon ikut bernyanyi gembira dan sungai-sungai bersorak-sorai merdu, binatang-binatang keluar dari sarangnya ikut bernyanyi riang dan menari
Awan angin petir salju embun dan hujan kesemuanya buatan tangan Tuhan, bersama-sama mengagungkan dan melagukan melodi yang indah bagi kehidupan bersama sebagai umat Tuhan
Mahahari, bulan dan bintang-bintang semuanya bersujud dan bertasbih memuji-muji Tuhan dan melakukan kehendak-Nya untuk keberkatan/kebaikan di langit dan di bumi

Sebenarnya berbagai-bagai nikmat dan karunia Allah telah dilimpahkan kepada semua makhluk buatan tangan-Nya di bumi dan di langit agar kesemuanya bersyukur kepada-Nya
Manusia sebagai makhluk buatan-Nya yang diperlengkapi dengan mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hati untuk memahami serta akal budi agar bisa berlaku bijaksana
Tuhan Allah semesta alam, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi memberi tugas kepada manusia untuk mendiami bumi dan memakmurkannya
Berlakulah yang baik dan benar, bertolong-tolonglah dalam kebajikan dan tegakkan keadilan, jangan berbuat sewenang-wenang dan jangan melakukan kerusakan di muka bumi-Nya
Jangan menanam kedustaan sehingga menuai badai kebohongan dan kerugian, jadi menanamlah hal-hal kebajikan sehingga menuai damai sejahtera dalam kehidupan
Bukankah telah diturunkan oleh Allah Tuhan semesta alam, nabi-nabi dan rasul-rasul untuk memberi kabar gembira dan peringatan kepada kaumnya agar selamat di dunia dan di akhirat
Yang memberi petunjuk kepada jalan yang lurus, agar manusia selalu hidup dalam kebenaran di hadapan Tuhan Allah semesta alam sehingga rahmat dan berkat-Nya selalu menaungi kita
Agar kita semua dimasukkan sebagai umat-Nya dan hamba-hamba-Nya serta dianggap layak masuk dalam jemaah Allah Abraham/Ibrahim, Allah Musa, Allah Isa/Yesus dan Allah Muhammad

Selasa, 08 Maret 2011

KEISTIMEWAAN BAIT SUCI YERUSALEM BAGI UMAT YAHUDI - KRISTEN - ISLAM

Betapa pentingnya kita bersama mengetahui ciri khas keutamaan tanah suci Yerusalem bagi ketiga umat Abraham/Ibrahim meliputi Yahudi - Kristen - Islam atau umat Musa - Isa/Yesus - Muhammad
Kitab Taurat - Injil - Qur'an menjadi risalah yang ditentukan Tuhan bagi masing-masing umat ini, dengan hari-hari sucinya yakni Sabtu - Minggu - Jum'at
Tentunya dengan ciri khas masing-masing, jika umat Kristen dan Islam setelah melakukan sembahyang di gereja dan mesjid maka umat ini bisa bertebaran di muka bumi untuk mencari rezeki
Sedangkan bagi umat agama Yahudi, hari Sabtu adalah hari suci sepenuhnya untuk Tuhan sehingga sembahyang di sinagoga menjadi kewajiban utama dan benar-benar tidak boleh bekerja pada hari itu
Memang dari sini kelihatan bahwa tugas-tugas keagamaan bagi umat Yahudi lebih banyak dan lebih berat karena memang mereka dijadikan figure sebagai umat yang utama atau fadhol/pilihan
Meskipun jumlah umat Yahudi hanya sedikit namun Tuhan memilih anak keturunan Ibrahim - Ishak -Yakub/Israel ini banyak menjadi manusia pilihan di hadapan Tuhan
Banyak para nabi dan para rasul serta orang-orang yang pandai atau pilihan muncul dari keturunan Bani Israel ini, meskipun ada juga nabi dari keturunan Arab yaitu Nabi Ismael dan Nabi Muhammad
Bagaimanakah pemerintah Israel bisa mengakomodasi kepentingan ketiga umat ini yang sama-sama ingin memuliakan dan menghormati Bait Suci Yerusalem sebagai tempat suci ketiga umat ini
Tentunya tanpa campur tangan Tuhan Allah semesta alam, Allah Pemilik Bait Suci ketiga umat ini, tak mungkin Bait Suci Yerusalem bisa didirikan kembali

Maka marilah kita memohon kepada Tuhan Allah semesta alam, Tuhan Pemilik Bait Suci Yerusalem, agar mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita karena kita semua telah menyakiti hati-Nya
Bagaimana kita semua tidak mengingat akan janji-janji-Nya dan firman-firman-Nya kepada nenek moyang kita agar hidup menurut petunjuk yang diturunkan kepada para nabi dan para rasul-Nya
Bukankah mereka itu bagaikan matahari dan bulan serta bintang-bintang yang terang yang dapat menerangi dunia dan alam semesta
Kenapa kita semua tidak mencari wajah-Nya agar Dia mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita sehingga Dia mengasihi dan menyayangi kita
Karena hanya Dia-lah Allah Tuhan semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim, yang membuat siang dan malam, langit dan bumi serta seisinya, tiada Tuhan selain Dia, yang kita sembah bersama
Apa yang ada di kolong langit dan bumi Dia-lah Yang punya, gunung-gunung, burung-burung, pohon-pohon, binatang-binatang, manusia dan semua makhluk-Nya bertasbih memuji Dia
Dia-lah Tuhan yang menguasai barat dan timur, utara dan selatan Dia Yang punya, sangatlah besar kekuasaan-Nya, karena kerajaan-Nya meliputi kerajaan langit dan bumi

Senin, 07 Maret 2011

PENDIRIAN BAIT SUCI YERUSALEM SANGATLAH DIPERLUKAN BAGI KETIGA UMAT TUHAN

Alangkah baiknya apabila umat Yahudi - Kristen - Islam duduk bersama membicarakan pendirian Bait Suci Yerusalem untuk menghormati dan memuliakan Tuhan Allah semesta alam, Allah Abraham
Bukankah Bait Suci Yerusalem merupakan gambaran Kemah Suci Musa ataupun Pondok Suci Daud tempat untuk persembahyangan dan memuji-muji serta memuliakan Tuhan
The Dome of the Rock atau Batu Sakhrah yang ada di dalam kubah emas merupakan tempat yang tertinggi dimana Bapa Abraham/Ibrahim mengorbankan korban sembelihan dan bakaran bagi Tuhan
Sebagai tanda mensyukuri nikmat-nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita, agar Dia melimpahkan rahmat dan berkat-Nya kepada kita seperti sungai yang selalu mengalir
Betapa pentingnya arti pembukaan Bait Suci Batu Sakhrah ini bagi ketiga umat Tuhan ini, perumpamaannya seperti membuka mata air kehidupan dan mengalirkan air suci bagi ketiga umat ini
Supaya bumi yang kering dan gersang yang membuat kita lelah dalam menjalani dan mengarungi tahun-tahun kehidupan karena langkanya air sumber yang hidup
Marilah kita bersama membuka pintu hati kita yang selama ini menutup sumur atau sumber mata air kehidupan sehingga hanya kepanasan dan kelelahan serta kehausan yang kita hadapi

Sesungguhnya sumber mata air di puncak gunung suci Sion atau bukit Moria bisa digali dan dicari untuk dibuka kembali agar bisa mengalirkan aliran yang jernih yang bisa kita minum bersama
Seperti air suci zam-zam di Mekah bagi umat Islam ataupun air suci dari gua Lourdes di Perancis bagi umat Kristen dan air sumur di biara Santa Catherine tempat Musa bertemu Tuhan di Sinai
Jejak-jejak para nabi dan para rasul Tuhan tersebut kesemuanya merupakan orang-orang pilihan di muka bumi sebagai penerang seperti bintang-bintang di langit yang menerangi malam
Agar kita semua dapat berjalan di atas jalan yang lurus sebagaimana risalah yang dibawa para nabi dan para rasul tersebut agar kita tidak tersandung dan terjatuh serta luka-luka yang tidak terobati
Kita mesti teringat bahwa di Yerusalem ada Batu Sakhrah yang sangat suci dan sangat mahal artinya ataupun harganya sehingga Batu Suci tersebut hanya bisa dipakai sebagai Batu Sentuhan saja
Disebut sebagai Batu Sentuhan karena kita tidak bisa menguasai sendirian atas Batu Suci atau Sakral tersebut karena yang memiliki adalah Tuhan Allah Abraham/Ibrahim, Ismael, Ishak, Yakub, Yusuf
Ataupun ia hanya sebagai Batu Pijakan karena di sanalah tempat bisa ditemukannya jejak-jejak para nabi dan para rasul Tuhan Allah semesta alam, Allah Bapa-Bapa terdahulu kita
Sehingga Petrus murid Nabi Isa atau Yesus ingin mendirikan Kemah Musa, Kemah Elia dan Kemah Isa/Yesus di atas gunung yang tinggi yakni di atas Bukit Sion
Mari kita hormati dan kita agungkan bersama tempat yang sangat sakral atau suci tersebut sehingga Bait Suci Yerusalem bisa kita jadikan Rumah Doa Bagi Segala Bangsa

Sabtu, 26 Februari 2011

JANGAN MEMBIARKAN KOTA SUCI YERUSALEM SUNYI SEPI

Oh Yerusalem, engkau bagiku seumpama seorang wanita atau seorang ibu yang menjanda yang merindukan kehadiran suami serta anak-anaknya kembali dari pengembaraannya yang jauh
Engkau sendirian berkabung dan berkalang dalam debu dan abu, bukankah memang banyak tempat-tempat yang tetap dibiarkan sebagai reruntuhah dan tidak dibangunkan kembali oleh penduduknya
Sesungguhnya engkau berteriak minta tolong, namun suaramu hanya terdengar sayup-sayup bagaikan suara burung merpati ataupun seperti suara arwah di dalam kubur sehingga tak terdengar
Engkau bagaikan seorang puteri yang terikat dengan ikatan yang amat kuat sehingga tiada seorangpun yang dapat membuka ikatan-ikatan jeratan tali yang melilitmu
Tali-tali kebencian, kedengkian, ketamakan, kemunafikan, kedustaan, kebohongan, dan lain-lain kejahatan itulah yang melilit di dalam tubuh anak cucumu sehingga tetap di dalam roh kegelapan
Hanya dengan mengharap Tuhan Allah semesta alam yang menguasi siang dan malam, yang membuat matahari bulan dan bintang-bintang, Dia-lah yang akan menurunkan Roh Kudus-Nya
Hanya kepada Tuhan Allah semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim, Ismael, Ishak, Yakub /Israel Allah para bapa-bapa kita terdahulu yang dapat menghapus pekatnya awan dan dinginnya malam

Maka marilah kita bersama membuka tali-tali ikatan yang membelenggu kita semua dan mengganti dengan ikatan tali kasih sayang dan pengertian serta pemahaman bahwa kita adalah umat Allah
Kita mencari wajah-Nya agar tertuju kepada kita, dan kita semua tidak membelakangi Dia, mata-telinga-hati kita tertuju kepada-Nya sehingga doa kita didengar dan dikabulkan-Nya
Seandainya anak-anak Abraham/Ibrahim dan pengikutnya baik itu dari kalangan umat Yahudi - Kristen - Islam bersatu dalam kasih dan setia maka Tuhan akan membuka selubung perkabungan
Dan mengganti dengan limpahan nur/terang cahaya-Nya yang berupa belas kasih dan berkat-Nya,
sehingga Tuhan menjadi tempat perlindungan kita dari angin puting beliung dan derasnya air hujan
Karena kadang Dia seperti burung Rajawali yang mengembangkan sayapnya untuk melindungi anak-anaknya dari terkaman binatang buas dan terpaan angin badai/topan dan dinginnya malam
Kadang Dia seperti singa yang mengaum yang memanggil anak-anaknya agar berkumpul bersama-sama dari utara timur selatan dan barat karena amat sangat besarlah kekuatan-Nya
Atau kadang Dia bagaikan pohon aras yang amat tinggi dan besar serta rimbun daunnya sehingga dari pada-Nya kita mendapatkan buah/makanan dan menjadi tempat berlindung bagi segala makluk
DOA PENGHARAPAN UNTUK YERUSALEM AGAR DITURUNKAN ROH DAMAI SEJAHTERA

Mari kita panjatkan doa bersama bagi Yerusalem kota suci bagi ketiga umat Tuhan Allah semesta alam, Allah Ibrahim, Ismael, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Isa, Muhammad dan para nabi lainnya
Janganlah biarkan kota suci Yerusalem tersebut seperti seorang puteri yang tidur terlelap tanpa ada yang membangunkan dan mengingatkan bahwa sudah waktunya ia berbenah diri
Bangulah wahai Puteri yang elok nan cantik, kenakanlah pakaian yang indah dari kain sutera lambang halus dan lemah lembut budi pekertimu,
Kenakanlah pakaian kebesaranmu perlambang kemuliaan, dan hiasilah dirimu dengan kain lenan putih yang halus perlambang kesucian dan kebenaran darimu
Hiasilah dirimu dengan kalung gelang giwang cincin dari emas permata serta mutiara lambang kemuliaan dan kenakanlah mahkota dua belas bintang yang dikaruniakan Tuhan kepadamu
Bertutur katalah yang manis seperti madu perlambang firman-firman Allah ada di mulutmu dan minumlah anggur yang bisa menyegarkan jiwamu lambang ayat-ayat Tuhan ada dalam hatimu
Bukankah engkau akan menyongsong Pangeranmu sehingga engkau akan diangkat sebagai Puteri yang akan mendampingi sebagai Ratu

Bangunlah dari tidur wahai Puteri nan elok, bukankah hari mulai siang, sang mentari akan datang, janganlah tetap berkemul dan berkerudung dengan selimut malam
Perlihatkanlah dirimu dan perdengarkanlah suaramu serta nyanyikanlah lagu yang merdu untuk membangunkan fajar dan bintang terang serta cakrawala agar menampakkan keindahannya
Biar pohon-pohon dan bunga-bunga bersorak sorai bernyanyi dengan riang dan binatang-binatang serta burung-burung bersiul bergembira ria karena indahnya langit dunia dan alam sekitarnya
Biarlah bumi hijau kembali dan menumbuhkan kesegarannya karena hembusan angin segar dan turunnya embun dari langit untuk membasahi rumput yang kering kerontang
Agar pohon-pohon dan rumput dapat tumbuh segar dan menghijau indah dipandang mata, bunga-bunga yang berwarna warni mengeluarkan bau yang harum semerbak wangi adanya
Perumpamaannya bagaikan sorga yang turun di dunia, mengalir sungai-sungai dari air yang jernih, dari susu dan madu serta sungai anggur yang tidak membuat pening bagi yang meminumnya
Ya Tuhan Allah semesta alam, Tuhan yang membuat langit bumi matahari bulan dan bintang, serta yang membuat dabbah/makhluk-Nya, kiranya berilah kami damai sejahtera di langit dan di bumi



MARI KITA JADIKAN YERUSALEM KOTA DAMAI SEGALA BANGSA

Oh Yerusalem, aku mengibaratkan engkau seperti seorang puteri yang sangat cantik jelita, namun engkau sedang sedih dan menangis pilu karena anak-anakmu tidak mau bersatu
Sesungguhnya engkau bagaikan seorang ibu yang ingin mengumpulkan anak-anaknya untuk bersorak gembira dan bernyanyi merdu riang untuk mensyukuri nikmat-nikmat karunia Tuhan
Bukankah tanah suci Palestina dimana kota Yerusalem ada di dalamnya merupakan gambaran sorga yang turun di bumi dikarenakan keindahannya dan kemakmurannya yang berlimpah ruah
Sesungguhnya apabila sebagian besar penduduk kota suci tersebut dihuni oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh maka madu dan susu serta anggur akan mengalir seperti sungai di sana
Tuhan akan membuka pintu rezeki-Nya dari segala penjurunya sehingga aman makmur dan sejahteralah penduduknya dikarenakan Tuhan Allah semesta alam berkenan menyertai-Nya
Namun apabila sebagian besar penduduknya mulai meninggalkan Tuhan dan tidak mengingat perintah dan perjanjian-Nya maka Tuhan akan mengenakan pakaian kesengsaraan dan kelaparan
Bumi tidak akan mengeluarkan buah-buahnya dan langit tidak menurunkan hujan yang memberkati dikarenakan penduduknya banyak yang tidak mensyukuri nikmat karunia-Nya

Akankah Yerusalem tetap kita jadikan sebagai kota daratan yang gersang dan haus akan cinta kasih serta ditutupi dengan langit yang panas karena kebencian dan kedengkian hati kita bersama?
Bumi menjadi panas karena penduduknya yang amat suka dengan kemungkaran dan kemunafikan
sehingga langitnya berkabut dengan awan tebal dan angin puting beliung yang menerjang
Kapankah kiranya Tuhan Allah semesta alam, Tuhan kita bersama memberikan rahmat dan berkat-Nya kepada kita serta menjauhkan kita dari kutuk dan laknat-Nya?
Dan memberi kita bumi yang baru yang hijau kembali lambang dari kehidupan dan kemakmuran, yang memberi hujan awal dan hujan akhir pada musimnya sehingga panen-panen kita tetap adanya
Kapankah Dia memberi kita roh yang tulus dan rela serta pasrah berserah diri kepada-Nya saja sehingga kita semua bisa mengagungkan dan membesarkan nama-Nya Yang Tinggi Luhur
Karena tiada sekutu bagi-Nya, hanyalah Dia Allah Tuhan Yang Esa, tiada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan dan berlindung dari teriknya matahari dan gelapnya malam
Marilah kita mohon taubat dan pengampunan kepada-Nya karena kita semua telah berdosa dan menyakiti hati-Nya dan tidak mengingat perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya

YERUSALEM KOTA SERIBU BUNGA PUJAAN ALAM SEMESTA

Tak terasa telah berabad-abad tahun yang silam bahkan lebih dari tiga ribu tahun yang lalu sejak Bait Suci Yerusalem dibangun oleh Nabi dan Raja Sulaiman/Salomon putera Nabi dan Raja Daud
Seakan-akan kota suci Yerusalem atau Kota Sion dan kadang disebut Puteri Yerusalem atau Puteri Sion tersebut sebagai Puteri yang sangat cantik namun juga Puteri atau Kota yang sangat antik
Engkau kusebut sebagai kota atau puteri yang sangat cantik karena engkau adalah kota yang selalu menjadi dambaan dan pujian bagi anak-anak cucu Abraham atau Nabi Ibrahim dan pengikutnya
Bagiku engkau bagaikan batu permata ataupun mutiara yang sangat mahal harganya yang hanya bisa dijangkau oleh orang-orang tertentu, sedikit dan pilihan dari umat Tuhan Allah semesta alam
Memang orang-orang yang mempunyai keutamaan atau fadhol, yang diberi kedudukan dekat dengan Tuhan atau orang-orang muqarrabun adanya yang bisa memahaminya
Tentunya orang-orang yang termasuk golongan pertama atau yang terdahulu beriman baik itu dari umat Muslim, umat Yahudi dan umat Nasrani/Kristen yang kesemuanya menjadi umat-Nya juga

Jadikanlah Bait Suci Yerusalem sebagai Batu Penjuru yang sangat sakral atau sangat suci adanya sehingga kita jadikan ia sebagai Batu Sentuhan bagi ketiga umat Tuhan ini
Memang sangatlah sulit untuk mendekatinya, namun kita bersama bisa menciumnya dari kejauhan sebagaimana orang Islam ketika melakukan ibadah haji dan melakukan tawaf di sekeliling Ka'bah
Dengan didahului mengacungkan tangan dengan menyebut Allah Yang Maha Besar dan memberi tanda salam ciuman untuk Batu Hitam atau Hajar Aswad yang menempel di Ka'bah
Setahun sekali waktu ibadah haji umat Muslim membawa korban sembelihan yang berupa binatang ternak untuk disembelih di sana sebagai tanda menghormati Allah Ibrahim dan Allah Muhammad
Sekarangt ini lebih dari tiga juta umat muslim setiap tahun berkumpul untuk melakukan ibadah haji sebagaimana seruan/risalah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail melakukannya sejak dahulu kala
Untuk menyembah kepada Allah Tuhan Pemilik Bait Suci Ka'bah di Mekah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail yang ditempatkan di padang gurun Arab Saudia
Tentunya Nabi Ibrahim bersama puteranya Nabi Ishak yang ditempatkan di Kanaan atau Palestina/Israel mempunyai Ka'bah tersendiri di atas bukit Sion atau bukit Moria
Ketika Nabi Muhammad dipanggil Tuhan Allah semesta alam untuk melakukan perjalanan isra' mi'raj, maka be;iau singgah terlebih dulu di masjid yang terjauh yaitu Masjidil Aqsha di Yerusalem
Dome of the Rock atau Batu Sakhrah yang berkubah emas di dalamnya ada sebongkah Batu Penjuru yang menjadi batu pijakan untuk naik ke langit ketujuh menghadap Tuhan Allah semesta alam

Kamis, 24 Februari 2011

MERAJUT TENUN HARMONI ANTARA BANI ISMAEL (ARAB) DAN BANI ISRAEL (YAHUDI)

Alangkah baiknya kalau kita mengingat asal mula persaudaraan kita terjadi karena adanya tali hubungan darah yang erat dari Bapa Abraham/Ibrahim
Dari Ibu Sara menurunkan Bani Israel atau orang-orang Yahudi, sedangkan dari Ibu Hagar/Hajar menurunkan Bani Ismael atau orang-orang Arab
Dari kedua jalur satu bapa lain ibu ini menurunkan raja-raja atau pemimpin-pemimpin di negeri-negeri Arab di Asia-Afrika dan presiden-presiden atau orang-orang terkemuka di Eropa dan Amerika
Anak cucu keturunan Abraham/Ibrahim ini bagaikan matahari yang menerangi di siang hari, dan bagaikan bulan dan bintang-bintang yang menerangi di malam hari
Dengan peradaban Islam yang menyebar ke belahan dunia bagian timur, dan peradaban Kristen dan Yahudi yang menyebar ke belahan dunia barat
Sesungguhnya janganlah dibenturkan dan dipertentangkan antara kedua peradaban itu karena akan menyebabkan pudarnya sinar-sinar yang ada padanya
Sebaliknya satukanlah nur-nur/cahayanya agar terang benderang, biarlah mereka semua menyinari sebagai pedoman dan petunjuk agar semua bisa tetap berjalan di atas jalan kebenaran
Bukankah anak cucu keturunan Abraham/Ibrahim ini bagaikan debu pasir laut tak tertakar dan terhitung banyaknya, dan bagaikan bintang-bintang tersebar di langit yang tak terbilang jumlahnya?
Mereka semuanya mempunyai garis lintasannya sendiri-sendiri sehingga antara bintang-bintang yang beredar di langit itu tidak pernah bertabrakan

Sebaiknya kita mengingat kembali akan janji Allah kepada Abraham/Ibrahim setelah ia disuruh mengorbankan anaknya namun kemudian diganti dengan korban seekor kambing oleh Tuhan
"Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, kata-Nya: 'Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri - demikianlah firman Tuhan - : Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." (Kejadian 22:15-18)
Dan suara tangisan Hagar/Hajar dan Ismael yang ditempatkan di padang pasir yang tidak ada tanam-tanamannya juga didengar oleh Tuhan
"Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: 'Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar. Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir." (Kejadian 21:17-21)
Alangkah indahnya kisah keluarga besar Bapa Abraham atau Nabi Ibrahim dengan kedua isterinya ini, dari anak keturunan mereka diangkat menjadi raja-raja dan orang-orang besar di muka bumi
Agar mereka menjadi kholifah atau pemimpin-pemimpin di muka bumi-Nya, dengan berpakaian kebenaran dan berjubah keadilan untuk membuat makmur, aman damai dan sejahtera

Rabu, 23 Februari 2011

BERGANDENGAN TANGAN MEMBANGUN BAIT SUCI YERUSALEM MELAMBANGKAN PERSATUAN KEKUATAN LANGIT DAN BUMI

Alangkah baiknya kalau kita mau mengingat ketika Nabi Musa dan kaumnya Bani Israel membangun Kemah Suci untuk sembahyang menyembah kepada Tuhan Allah semesta alam di kaki bukit/gunung suci Sinai
Kurang lebih selama empat puluh tahun mereka hidup di padang Tiih dijaga oleh Tuhan dan dilindungi dengan awan-Nya di siang hari dan diberi sinar api-Nya sebagai penerang di malam hari
Mereka disuruh masuk ke tanah yang dijanjikan di Kanaan atau Palestina/Israel setelah pengembaraan mereka di tanah Mesir selama ratusan tahun sejak Nabi Yusuf menjadi pembesar/ penguasa di sana
Dan ketika para Fir'aun atau penguasa Mesir memperlakukan Bani Israel dengan sewenang-wenang maka Tuhan menyuruh Nabi Musa dan Nabi Harun untuk mengajak kembali umat-Nya ke tanah nenek moyangnya di Kanaan (Palestina/Israel)
Memang dahulu kala Bapa Abraham atau Nabi Ibrahim dan isterinya Ibu Sara bersama puteranya Ishak dan cucunya Yakub serta cicit-cicitnya Yusuf bersama sebelas saudaranya tinggal di sana
Tentunya Bapa Abraham dan keluarga besarnya di tanah Kanaan atau Palestina/Israel setiap saat dapat mengunjungi Baital Makdis atau Bait Suci di puncak gunung suci Sion di Yerusalem
Memang tempat suci ini menjadi Ka'bah atau Kiblat bagi keluarga besar Nabi Ibrahim dan Ibu Sara berserta anak cucunya yaitu Ishak, Yakub (Israel) dan Yusuf serta sebelas saudaranya di Yerusalem

Baitul Makdis/Baital Mukaddas atau Bait Suci Yerusalem merupakan Ka'bah yang dibangun Nabi Sulaiman anak Nabi Daud menjadi Rumah Doa Bagi Segala Bangsa
Para Nabi dan Rasul terdahulu sebelum Nabi Muhammad sangat menghormati Rumah Tuhan tersebut karena merupakan gambaran Baital Makmur yang ada di sorga diturunkan di muka bumi
Sedangkan Nabi Ibrahim dan isterinya yang kedua yakni Ibu Hajar/Hagar dan puteranya Ismael dibangunkan Bait Suci Ka'bah di Mekah Saudi Arabia
Perjalanan isra' mi'raj Nabi Muhammad pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsha di Yerusalem merupakan perjalanan spiritual/rohani
"Maha Suci Allah yang memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat" (Qur'an 17:1)
Dari sini terlihat betapa sangat kudusnya/sucinya Dome of The Rock atau Batu Sakhrah yang ada di Bait Suci Yerusalem yang menjadi pijakan kaki naik ke langit menuju sorga yang berlapis tujuh
Dome of The Rock atau Kubah Emas yang ada ada di puncak gunung suci Sion, namun berada di belakang Masjidil Aqsha tersebut merupakan simbol/gambaran Ka'bah Baital Makmur di sorga yang turun di bumi
Supaya Tuhan Allah semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim, Ismael, Ishak, Yakub/Israel, Yusuf dan Allah Musa-Harun, Allah Daud-Sulaiman, Allah Isa/Yesus, Allah Muhammad dan para nabi lain
Agar Tuhan Allah semesta alam, Yang Maha Kudus Allah Israel memberkati dan merahmati kita sehingga ada damai sejahtera di langit dan di bumi.

Senin, 21 Februari 2011

MEMAHAMI AGAMA KELUARGA BESAR NABI IBRAHIM-ISMAIL-ISHAK-YAKUB-YUSUF

Adakah yang berpikir bahwa sebenarnya sebagian besar penduduk bumi ini berasal dari keluarga besar Bapa Abraham/Nabi Ibrahim dengan Ibu Sara dan Ibu Hagar/Hajar
Ibu Sara dan puteranya Ishak dan cucunya Yakub serta cicitnya Yusuf ditempatkan di Kanaan (Palestina/Israel), sedangkan Ibu Hajar/Hagar dan anaknya Ismael ditempatkan di tanah Arab
Anak cucu Ibrahim dari kedua isteri ini mempunyai Bait Suci sendiri-sendiri yakni Dome of The Rock di dekat Masjidil Aqsha di Yerusalem dan Ka'bah di Masjidil Haram di Mekah (Arab Saudi)
Mereka biasanya mempersembahkan korban-korban sembelihan ataupun korban bakaran yang dipersembahkan untuk Tuhan Allah semesta alam, Allah Abraham, Ismael, Ishak, Yakub dan Yusuf
Bahkan nabi-nabi dan rasul-rasul yang terlahir kemudian sampai dengan Isa Almasih putra Maryam tetap menghormati Bait Suci Yerusalem
Sedangkan Nabi Muhammad sebagai penerus keturunan Nabi Ismael menghormati Bait Suci Masjidil Haram di Mekah dan Bait Suci Masjidil Aqsha di Yerusalem
Maka bagi umat Islam mengunjungi Bait Suci Masjidil Haram menjadi kewajiban pertama, yang kedua adalah Masjid Nabawi di Madinah, lalu yang ketiga adalah Masjidil Aqsha di Yerusalem

Alangkah bijaksananya apabila dari kesemua anak cucu keturunan Ibrahim dan pengikutnya baik yang beragama Islam, Kristen dan Yahudi bersatu untuk membuka tempat yang suci Yerusalem
Agar bisa dikunjungi secara mudah bagi ketiga umat ini tanpa merasa takut dan was-was karena selama ini merasa tidak aman kalau ingin mengunjungi tempat suci ini
Janganlah kiranya Batu Sakhrah atau Batu Penjuru yang ada di Yerusalem ini menjadi Batu Sandungan bagi kita bersama, namun kita rubah menjadi Batu Pijakan ataupun Batu Sentuhan saja
Karena kalau kita sama-sama beriman dan percaya kalau Batu Penjuru tersebut merupakan Batu Sentuhan maka kita tidak akan tersandung ataupun terjatuh dan luka-luka bahkan babak belur
Batu Penjuru atau Dome of The Rock tersebut sangatlah mahal artinya bagi kita semua karena merupakan harta peninggalan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dahulu kala
Mari kita buka bersama situs tempat yang sangat suci tersebut karena ia bagaikan Kemah Suci yang dapat melindungi kita bersama dari panasnya matahari dan angin puting beliung dan hujan badai
Bukankah kita sekarang ini banyak mengalami kesusahan dan cobaan dengan dihantam angin topan, gempa bumi, hujan badai, gunung meletus, laut yang menggelora dan menerjang
Bukankah kita semua saat ini banyak mengalami kesakitan, kelaparan, kehausan dan kebingunan serta mengharapkan ada pertolongan dari Tuhan Allah semesta alam, agar ada damai dan sejahtera?

Minggu, 20 Februari 2011

MASJIDIL AQSHA PERLU DIBUKA UNTUK TEMPAT DOA BAGI SEGALA UMAT ALLAH

Alangkah bijaksana apabila ketiga umat agama Yahudi - Kristen - Islam bersatu dalam membuka situs yang sangat sakral yang dimiliki ketiga umat ini di Yerusalem
Janganlah dibiarkan tempat suci ketiga agama ini sampai kini masih tetap banyak reruntuhan yang belum bisa dibangun lagi disebabkan silang sengketa antara ketiga umat Tuhan ini.
Adakah kita berpikir bahwa jika situs Batu Sakrah ini dibuka untuk kemaslahatan atau kebaikan ketiga umat Tuhan ini maka perumpamaannya seperti kita membuka sumber air suci yang agung
Bukankah kita semua saat ini banyak mengalami kelaparan dan kehausan disebabkan kurangnya sumber air yang suci/bersih untuk menghilangkan rasa haus dan membersihkan kotoran di tubuh.
Harapan kita air yang suci yang keluar dari gunung suci Sion yang ada di Yerusalem tersebut bisa membersihkan hati-hati kita yang degil/kotor sehingga kita mempunyai hati yang suci dan bersih.
Seharusnya air suci siloah yang dahulu pernah keluar dari gunung suci Sion bisa dibuka lagi sehingga dapat mengaliri hati kita yang keras seperti batu menjadi hati yang lembut dan penuh cinta kasih
Janganlah Batu Sakhrah yang ada di puncak gunung Sion tersebut menjadi batu sandungan bagi ketiga umat Tuhan ini yang mengakibatkan kita semua terjatuh dan terluka serta tidak ada obatnya

Bukankah semestinya Batu Sakhrah yang ada di Yerusalem tersebut menjadi batu pijakan kita bersama untuk bisa naik ke langit secara rohani agar ada hubungan harmoni antara langit dan bumi Perumpamaanya dari ketiga umat Tuhan ini bisa merajut cinta kasih dari benang-benang yang berwarna warni sehingga bisa menjadi jembatan pelangi antara langit dan bumi
Maka bumi menjadi hijau dan hidup kembali karena hujan turun dari langit yang memberkati, dan bukan awan gelap yang melaknati sehingga hujan deras dan angin puting beliung yang menyelimuti
Seharusnya manusia berpikir ketika Nabi Musa dan kaumnya Bani Israel mendirikan Kemah Suci di kaki gunung suci Sinai agar Tuhan Allah semesta alam menyertai perjalanan keluar dari tanah Mesir
Bukankah dengan penyertaan Tuhan maka Musa dan Bani Israel dapat melintasi lautan dan awan menaungi agar tidak tertimpa panasnya matahari serta langit memberi makanan manna dan salwa
Kemudian Nabi Daud telah mempersiapkan pendirian Bait Suci di Yerusalem, dan yang bisa melaksanakannya adalah puteranya yaitu Nabi Sulaiman/Raja Salomon lambang raja yang adil
Bait Suci Sulaiman/Salomon adalah gambaran Baital Ma'mur yang ada di sorga turun ke bumi, menjadi tempat doa bagi semua suku bangsa/ras, bahasa dan agama
Dengan membawa korban sembelihan maupun korban bakaran, ataupun persembahan syukur berupa puji-pujian dan wangi-wangian untuk Tuhan, bersatu dan bersorak sorai memuji-muji Allah Allah Maha Esa dan Maha Besar itulah Tuhan kita bersama, Tuhan Allah semesta alam nama-Nya, takutlah kepada-Nya Dia-lah Tuhan para nabi dan rasul serta Tuhan bapa-bapa kita terdahulu

Kamis, 17 Februari 2011

ADAKAH ALLAH MENURUNKAN NABI LAGI SETELAH NABI MUHAMMAD?

Sesungguhnya Allah Tuhan semesta alam telah berfirman kepada Nabi Musa akan datangnya seorang nabi dan rasul yang ummi kepada Bani Israel demikian :
"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya di waktu yang telah Kami tentukan, maka tatkala goncangan bumi menimpa mereka, Musa berkata, 'Ya Tuhanku, kalau Engkau menghendaki Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau hendak membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang bodoh di antara kami? Itu tiada lain kecuali cobaan-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau beri petunjuk kepada siapa Engkau kehendaki, Engkaulah Pemimpin kami maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah sebaik-baik Pemberi ampun.
Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat, sesungguhnya kami kembali kepada-Mu. Allah berfirman, 'Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Sebab itu akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk mereka yang bertakwa, mereka yang menunaikan zakat dan mereka yang beriman kepada ayat-ayat Kami,
orang-orang yang mengikuti Rasul Nabi yang ummi, yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka; dia menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan atas mereka segala yang kotor dan melepaskan mereka dari belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan besertanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Katakanlah, 'Hai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian, Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. Tidak ada Tuhan selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya; Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada firman-firman-Nya dan ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk" (Qur'an 7:155-159)

Tentang kesucian Maryam yang akan melahirkan Almasih Isa putera Maryam seorang Nabi dan Rasul yang diturunkan untuk Bani Israel dijelaskan dalam Kitab Qur'an demikian :
"Dan (ingatlah) ketika malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih engkau, mensucikan dan melebihkan engkau atas sekalian perempuan yang ada di dalam alam.
Hai Maryam, patuhlah engkau pada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku' (Qur'an 3:42-43)
"(ingatlah) ketika malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan perkataan dari Allah namanya Almasih Isa putra Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan salah seorang daripada orang-orang yang dekat (kepada Allah),
dan dia akan bercakap-cakap dengan manusia dalam buaian dan ketika dewasa, dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh.
Maryam berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mendapat seorang anak, sedang aku belum pernah disentuh oleh manusia'. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, apabila Dia memutuskan sesuatu maka Dia hanya cukup berkata kepadanya, 'jadilah' maka jadilah dia.
Dan Dia mengajarkan kepadanya kitab, hikmah Taurat dan Injil,
dan menjadi rasul kepada Bani Israel (yang berkata), 'Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu bahwa aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi burung dengan izin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta dan yang berpenyakit lepra, dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku mengabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda bagi kamu jika kamu sungguh-sungguh beriman.
Dan (aku) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian daripada apa yang telah diharamkan atas kamu, dan aku bawa kepadamu suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus" (Qur'an 3:45-51)

Sedangkan Nabi Isa atau Yesus mengingatkan kepada Bani Israel akan datangnya seorang Rasul ;
"Dan (ingatlah) ketika Isa Putera Maryam berkata, 'Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan apa yang sebelumnya dari Taurat, pemberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku namanya Ahmad'. Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan, mereka berkata, 'Ini adalah sihir yang nyata'
(Qur'an 61:6)

Dan Allah membuat perumpamaan tentang Nabi Muhammad dan agama Islam demikian:
"Muhammad adalah utusan Allah. Dan orang-orang yang ada besertanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir dan sayang menyayangi di antara sesamanya. Engkau lihat mereka ruku' dan sujud mengharapkan karunia Allah dan ridha-Nya, tanda-tanda mereka ada di wajahnya tampak bekas sujud. Demikianlah perumpamaan mereka di dalam Taurat; sedang perumpamaannya di dalam Injil adalah seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, lalu bertambah kuat dan bertambah besar, tegak lurus pada batangnya, menjadikan orang-orang kafir marah kepada mereka. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal saleh dari mereka ampunan dan pahala yang besar" (Qur'an 48:29)

Sesungguhnya Alkitab yang dibawa Musa (Taurat), Isa (Injil) dan Muhammad (Qur'an) dan para nabi dan rasul yang lainnya yang berupa hikmah, Zabur atau lembaran-lembaran kitab suci, annubuah/nubuatan dan lain-lainnya merupakan cahaya/nur yang dikaruniakan Allah kepada semua umat-Nya.
Masing-masing nabi dan rasul membawa risalahnya yang diturunkan kepada kaumnya, dan memberi kabar gembira dan kabar peringatan agar masing-masing selalu berada di dalam kebenaran dan di atas jalan yang lurus.
Maka marilah kita semua kembali kepada Allah Tuhan semesta alam dan berserah diri kepada-Nya, karena DIA adalah TUHAN ALLAH semesta alam yang mempunyai kerajaan di langit dan di bumi, Dia-lah satu-satunya yang berhak kita sembah, tiada Tuhan selain Allah, DIA tempat kita semua memohon pengampuan/tobat dan pertolongan-Nya.

Rabu, 16 Februari 2011

BUMI PERTIWI INDONESIA DIPERUNTUKKAN BAGI SEMUA SUKU/RAS, BAHASA DAN AGAMA

Seharusnya kita bersyukur kepada Allah Tuhan semesta alam yang telah memberikan bumi-Nya untuk kita diami bersama, tempat kita mencari rezeki di siang hari dan tempat beristirahat di malam hari
Bangsa Indonesia harus bisa menjaga kerukunan antara umat yang bermacam-macam suku/ras,bahasa dan agama, agar Tuhan selalu melimpahkan rahmat dan berkat-Nya kepada kita
"Dan sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa, tentulah akan Kami tutup (hapuskan) kejahatan- kejahatan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka" (Qur'an 5:65-66)
Keragaman itu ternyata indah di mata Tuhan Allah semesta alam, bagaikan bumi yang ditumbuhi berbagai macam tanaman yang indah dipandang mata dan menghasilkan buah bagi makhluk-Nya

Bukankah kita semua seharusnya takut kepada Allah Tuhan semesta alam yang menjadikan kita sebagai khalifah/pemimpin yang bisa memakmurkan di muka bumi-Nya?
Para nabi telah memperingatkan, janganlah kita mengotori tangan-tangan kita dan hati kita dengan perbuatan jahat yang akibatnya membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya
"Masakan kamu tidak takut kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan, kamu tidak gemetar terhadap Aku? Bukankah Aku yang membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut, sebagai perhinggaan tetap yang tidak dapat dilampauinya?
Tetapi bangsa ini mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak; mereka telah menyimpang dan menghilang
Mereka tidak berkata dalam hatinya: Baiklah kita takut akan Tuhan Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen.
Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik daripadamu" (Yeremia 5:22-25)
Maka marilah kita bersama bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya agar Dia menurunkan dan menghujani kita dengan Roh Kudus-Nya untuk mensucikan dan membersihkan hati kita, amien

Rabu, 09 Februari 2011

MENCINTAI SEMUA MAKHLUK ADALAH LANDASAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

Alangkah hancur dan sedih hatiku melihat anak-anak bangsaku di tanah ibu pertiwi negeri Republik Indonesia yang permai
Yang selama ini bisa menjadi kebanggaan dan pujian di bumi karena sosok anak bangsanya yang ramah dan bisa bersatu dalam mempertahankan kebhinekaannya
Beragam suku/ras, bahasa dan agama bisa bersatu dalam lindungan negara kesatuan Republik Indonesia dengan aman dan damai
Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi kita tetap satu jua adanya, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh
Namun kenapa hidup di bumi pertiwi sekarang ini bagaikan hidup di hutan belantara dimana binatang-binatang buas selalu mengincar mangsanya?
Kenapa ibu pertiwi sekarang seperti burung unta di padang gurun yang tidak mempunyai belas kasihan terhadap anak-anaknya?
Dahulu ibu pertiwiku bagaikan burung garuda/rajawali yang selalu melindungi dan mengasihi semua anak-anaknya
Di bawah sayapnya yang penuh kasih kami semua dapat berlindung dan bernaung baik yang kecil maupun yang besar tanpa merasa takut
Dimanakah ibu pertiwi yang seperti burung rajawali yang bisa melindungi anak-anaknya dari teriknya matahari dan derasnya hujan serta kerasnya angin badai/puting beliung yang menerjang?

Ya Tuhan Allah semesta alam, ampunilah dosa-dosa kami baik yang kami sengaja maupun yang tidak kami sengaja
Kami telah berbuat jahat dan berdosa kepada-Mu, dengan semena-mena telah menumpahkan darah saudara kami sendiri sehingga menjadikannya bumi yang subur menjadi bumi yang hancur
Bumi menjadi tandus dan kering serta porak-poranda karena tindakan-tindakan kami yang bodoh/jahil dan ketidaktahuan kami
Jiwa-jiwa dan hati kami telah dipenuhi dengan roh kegelapan/kekacauan sehingga kami tidak bisa melihat kebenaran dan tidak bisa mendengar seruan-seruan dan firman kasih-Mu
Kami hidup seperti dalam kegelapan dan tidak ada sinar yang menerangi sehingga kami terjatuh, tersandung dan luka-luka, tidak ada yang membebat dan mengobati serta menolong kami
Maka curahkanlah Roh Kudus-Mu ya Tuhan Allah semesta alam sehingga kami dapat menghirup dan meminum air yang bening/segar untuk menghilangkan rasa haus dan kepanasan ini
Dan berilah kami hujan pada awal musim dan akhir musim sehingga kami dapat memanen hasil tanah kami maka kami menjadi kenyang dan tidak kelaparan/kesakitan
Indahkanlah dan suburkanlah tanah kami di bumi pertiwi Indonesia ini, janganlah engkau jadikan padang gurun sehingga burung-burung unta dan burung-burung buas lainnya menguasai kami
Berilah kami pemimpin-pemimpin yang alkitabiah dan berhikmah sebagai burung rajawali yang penuh kasih sehingga keadilan, kedamaian dan kesejahteraan memenuhi negeri
Maka hujanilah kami dengan Roh Kasih-Mu, dan perbaharuilah jiwa/hati kami sehingga menjadi lembut seperti sutera dan bersih/suci seputih susu sehingga kami bisa menerima taufik hidayah-Mu
Janganlah keraskan hati kami bagaikan batu, lembutkanlah hati kami ya Tuhan sehingga kami bisa mencintai semua makhluk buatan tangan-Mu







Minggu, 30 Januari 2011

MESIR-ARAB-ISRAEL ADALAH JALAN-JALAN KUDUS TUHAN

Adakah yang bisa mengingat dan memahami bahwa sesungguhnya Tuhan Allah semesta alam mencintai dan mengasihi ketiga negeri ini
Perjalanan Bapa Abraham dan Ibu Sara dari negeri asalnya yang penuh berhala di Ur-Kasdim (Irak) lalu disuruh pindah/hijrah ke negeri Kanaan di Israel, negeri yang penuh dengan susu dan madu
Ketika ada kelaparan di Kanaan maka pergilah Bapa Abraham dan Ibu Sara ke Mesir mencari penghidupan di sana dan Fir'aun membantunya
Kemudian setelah berhasil maka kembalilah mereka ke Kanaan dengan diberi harta benda yang banyak oleh Fir'aun
Tak lupa Fir'aun memberi hadiah seorang hamba sahaya dari Mesir yang bernama Hagar/Hajar yang ikut keluarga Ibrahim pulang ke Kanaan
Di kemudian hari karena Ibu Sara tertutup kandungannya atau tak kunjung mempunyai putera maka diambillah Hagar/Hajar untuk diperisteri Ibrahim, maka lahirlah Ismael
Lalu terbuka pulalah kandungan Ibu Sara maka lahirlah dari rahim beliau meskipun sudah amat lanjut usianya ketika mengandung dan lahirlah puteranya dan diberi nama Ishak
Adakah yang bisa memahami bahwa dari kedua isteri Abraham ini, Hagar yang berkulit hitam dan Sara yang berkulit putih tersebarlah anak cucu keturunannya keseluruh bumi
Menjadi bangsa-bangsa yang berbeda-beda suku, ras, bahasa dan agamanya meskipun dari satu Bapa Abraham/Ibrahim

Ketika Bapa Abraham menempatkan Ibu Hajar dengan puteranya Ismael di padang gurun Arabia, maka disanalah dibangun Rumah Allah atau Bait Suci Ka'bah
Setiap tahun dikunjungi umat Islam untuk melakukan ibadah haji dengan mempersembahkan korban sembelihan yang berupa domba/kambing, lembu/sapi dan unta
Ketika anak keturunan Yakub atau Israel mengalami masa kelaparan di negeri Kanaan maka berpindahlah mereka ke Mesir
Apalagi sewaktu Yusuf menjadi seorang menteri di Mesir maka dibantulah orang tuanya dan sanak saudaranya mencari penghidupan di sana
Sampai di kemudian hari bangsa Israel diperbudak di Mesir maka datanglah pertolongan Tuhan dengan diturunkan Nabi Musa dan Harun untuk membawa pulang kembali ke negeri asalnya
Namun Musa dan kaumnya bani Israel tertahan di padang Tiih selama empat puluh tahun disebabkan tidak mentaati Tuhan Allah semesta alam
Kemudian ketika Bani Israel dipimpin Raja Daud dan Raja Sulaiman negeri Israel menjadi makmur dan sejahtera
Ketika Bait Suci Yerusalem atau Kuil Salomon menjadi pusat peribadatan umat penganut agama Yahudi maka termasyhurlah kerajaan Israel sebagai negeri yang paling permai di muka bumi
Semua bangsa, suku, bahasa dari seluruh dunia mengunjungi tempat suci tersebut dengan membawa persembahan korban sembelihan maupun korban bakaran untuk Tuhan Allah semesta alam