Sabtu, 26 Februari 2011

JANGAN MEMBIARKAN KOTA SUCI YERUSALEM SUNYI SEPI

Oh Yerusalem, engkau bagiku seumpama seorang wanita atau seorang ibu yang menjanda yang merindukan kehadiran suami serta anak-anaknya kembali dari pengembaraannya yang jauh
Engkau sendirian berkabung dan berkalang dalam debu dan abu, bukankah memang banyak tempat-tempat yang tetap dibiarkan sebagai reruntuhah dan tidak dibangunkan kembali oleh penduduknya
Sesungguhnya engkau berteriak minta tolong, namun suaramu hanya terdengar sayup-sayup bagaikan suara burung merpati ataupun seperti suara arwah di dalam kubur sehingga tak terdengar
Engkau bagaikan seorang puteri yang terikat dengan ikatan yang amat kuat sehingga tiada seorangpun yang dapat membuka ikatan-ikatan jeratan tali yang melilitmu
Tali-tali kebencian, kedengkian, ketamakan, kemunafikan, kedustaan, kebohongan, dan lain-lain kejahatan itulah yang melilit di dalam tubuh anak cucumu sehingga tetap di dalam roh kegelapan
Hanya dengan mengharap Tuhan Allah semesta alam yang menguasi siang dan malam, yang membuat matahari bulan dan bintang-bintang, Dia-lah yang akan menurunkan Roh Kudus-Nya
Hanya kepada Tuhan Allah semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim, Ismael, Ishak, Yakub /Israel Allah para bapa-bapa kita terdahulu yang dapat menghapus pekatnya awan dan dinginnya malam

Maka marilah kita bersama membuka tali-tali ikatan yang membelenggu kita semua dan mengganti dengan ikatan tali kasih sayang dan pengertian serta pemahaman bahwa kita adalah umat Allah
Kita mencari wajah-Nya agar tertuju kepada kita, dan kita semua tidak membelakangi Dia, mata-telinga-hati kita tertuju kepada-Nya sehingga doa kita didengar dan dikabulkan-Nya
Seandainya anak-anak Abraham/Ibrahim dan pengikutnya baik itu dari kalangan umat Yahudi - Kristen - Islam bersatu dalam kasih dan setia maka Tuhan akan membuka selubung perkabungan
Dan mengganti dengan limpahan nur/terang cahaya-Nya yang berupa belas kasih dan berkat-Nya,
sehingga Tuhan menjadi tempat perlindungan kita dari angin puting beliung dan derasnya air hujan
Karena kadang Dia seperti burung Rajawali yang mengembangkan sayapnya untuk melindungi anak-anaknya dari terkaman binatang buas dan terpaan angin badai/topan dan dinginnya malam
Kadang Dia seperti singa yang mengaum yang memanggil anak-anaknya agar berkumpul bersama-sama dari utara timur selatan dan barat karena amat sangat besarlah kekuatan-Nya
Atau kadang Dia bagaikan pohon aras yang amat tinggi dan besar serta rimbun daunnya sehingga dari pada-Nya kita mendapatkan buah/makanan dan menjadi tempat berlindung bagi segala makluk
DOA PENGHARAPAN UNTUK YERUSALEM AGAR DITURUNKAN ROH DAMAI SEJAHTERA

Mari kita panjatkan doa bersama bagi Yerusalem kota suci bagi ketiga umat Tuhan Allah semesta alam, Allah Ibrahim, Ismael, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Isa, Muhammad dan para nabi lainnya
Janganlah biarkan kota suci Yerusalem tersebut seperti seorang puteri yang tidur terlelap tanpa ada yang membangunkan dan mengingatkan bahwa sudah waktunya ia berbenah diri
Bangulah wahai Puteri yang elok nan cantik, kenakanlah pakaian yang indah dari kain sutera lambang halus dan lemah lembut budi pekertimu,
Kenakanlah pakaian kebesaranmu perlambang kemuliaan, dan hiasilah dirimu dengan kain lenan putih yang halus perlambang kesucian dan kebenaran darimu
Hiasilah dirimu dengan kalung gelang giwang cincin dari emas permata serta mutiara lambang kemuliaan dan kenakanlah mahkota dua belas bintang yang dikaruniakan Tuhan kepadamu
Bertutur katalah yang manis seperti madu perlambang firman-firman Allah ada di mulutmu dan minumlah anggur yang bisa menyegarkan jiwamu lambang ayat-ayat Tuhan ada dalam hatimu
Bukankah engkau akan menyongsong Pangeranmu sehingga engkau akan diangkat sebagai Puteri yang akan mendampingi sebagai Ratu

Bangunlah dari tidur wahai Puteri nan elok, bukankah hari mulai siang, sang mentari akan datang, janganlah tetap berkemul dan berkerudung dengan selimut malam
Perlihatkanlah dirimu dan perdengarkanlah suaramu serta nyanyikanlah lagu yang merdu untuk membangunkan fajar dan bintang terang serta cakrawala agar menampakkan keindahannya
Biar pohon-pohon dan bunga-bunga bersorak sorai bernyanyi dengan riang dan binatang-binatang serta burung-burung bersiul bergembira ria karena indahnya langit dunia dan alam sekitarnya
Biarlah bumi hijau kembali dan menumbuhkan kesegarannya karena hembusan angin segar dan turunnya embun dari langit untuk membasahi rumput yang kering kerontang
Agar pohon-pohon dan rumput dapat tumbuh segar dan menghijau indah dipandang mata, bunga-bunga yang berwarna warni mengeluarkan bau yang harum semerbak wangi adanya
Perumpamaannya bagaikan sorga yang turun di dunia, mengalir sungai-sungai dari air yang jernih, dari susu dan madu serta sungai anggur yang tidak membuat pening bagi yang meminumnya
Ya Tuhan Allah semesta alam, Tuhan yang membuat langit bumi matahari bulan dan bintang, serta yang membuat dabbah/makhluk-Nya, kiranya berilah kami damai sejahtera di langit dan di bumi



MARI KITA JADIKAN YERUSALEM KOTA DAMAI SEGALA BANGSA

Oh Yerusalem, aku mengibaratkan engkau seperti seorang puteri yang sangat cantik jelita, namun engkau sedang sedih dan menangis pilu karena anak-anakmu tidak mau bersatu
Sesungguhnya engkau bagaikan seorang ibu yang ingin mengumpulkan anak-anaknya untuk bersorak gembira dan bernyanyi merdu riang untuk mensyukuri nikmat-nikmat karunia Tuhan
Bukankah tanah suci Palestina dimana kota Yerusalem ada di dalamnya merupakan gambaran sorga yang turun di bumi dikarenakan keindahannya dan kemakmurannya yang berlimpah ruah
Sesungguhnya apabila sebagian besar penduduk kota suci tersebut dihuni oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh maka madu dan susu serta anggur akan mengalir seperti sungai di sana
Tuhan akan membuka pintu rezeki-Nya dari segala penjurunya sehingga aman makmur dan sejahteralah penduduknya dikarenakan Tuhan Allah semesta alam berkenan menyertai-Nya
Namun apabila sebagian besar penduduknya mulai meninggalkan Tuhan dan tidak mengingat perintah dan perjanjian-Nya maka Tuhan akan mengenakan pakaian kesengsaraan dan kelaparan
Bumi tidak akan mengeluarkan buah-buahnya dan langit tidak menurunkan hujan yang memberkati dikarenakan penduduknya banyak yang tidak mensyukuri nikmat karunia-Nya

Akankah Yerusalem tetap kita jadikan sebagai kota daratan yang gersang dan haus akan cinta kasih serta ditutupi dengan langit yang panas karena kebencian dan kedengkian hati kita bersama?
Bumi menjadi panas karena penduduknya yang amat suka dengan kemungkaran dan kemunafikan
sehingga langitnya berkabut dengan awan tebal dan angin puting beliung yang menerjang
Kapankah kiranya Tuhan Allah semesta alam, Tuhan kita bersama memberikan rahmat dan berkat-Nya kepada kita serta menjauhkan kita dari kutuk dan laknat-Nya?
Dan memberi kita bumi yang baru yang hijau kembali lambang dari kehidupan dan kemakmuran, yang memberi hujan awal dan hujan akhir pada musimnya sehingga panen-panen kita tetap adanya
Kapankah Dia memberi kita roh yang tulus dan rela serta pasrah berserah diri kepada-Nya saja sehingga kita semua bisa mengagungkan dan membesarkan nama-Nya Yang Tinggi Luhur
Karena tiada sekutu bagi-Nya, hanyalah Dia Allah Tuhan Yang Esa, tiada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan dan berlindung dari teriknya matahari dan gelapnya malam
Marilah kita mohon taubat dan pengampunan kepada-Nya karena kita semua telah berdosa dan menyakiti hati-Nya dan tidak mengingat perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya

YERUSALEM KOTA SERIBU BUNGA PUJAAN ALAM SEMESTA

Tak terasa telah berabad-abad tahun yang silam bahkan lebih dari tiga ribu tahun yang lalu sejak Bait Suci Yerusalem dibangun oleh Nabi dan Raja Sulaiman/Salomon putera Nabi dan Raja Daud
Seakan-akan kota suci Yerusalem atau Kota Sion dan kadang disebut Puteri Yerusalem atau Puteri Sion tersebut sebagai Puteri yang sangat cantik namun juga Puteri atau Kota yang sangat antik
Engkau kusebut sebagai kota atau puteri yang sangat cantik karena engkau adalah kota yang selalu menjadi dambaan dan pujian bagi anak-anak cucu Abraham atau Nabi Ibrahim dan pengikutnya
Bagiku engkau bagaikan batu permata ataupun mutiara yang sangat mahal harganya yang hanya bisa dijangkau oleh orang-orang tertentu, sedikit dan pilihan dari umat Tuhan Allah semesta alam
Memang orang-orang yang mempunyai keutamaan atau fadhol, yang diberi kedudukan dekat dengan Tuhan atau orang-orang muqarrabun adanya yang bisa memahaminya
Tentunya orang-orang yang termasuk golongan pertama atau yang terdahulu beriman baik itu dari umat Muslim, umat Yahudi dan umat Nasrani/Kristen yang kesemuanya menjadi umat-Nya juga

Jadikanlah Bait Suci Yerusalem sebagai Batu Penjuru yang sangat sakral atau sangat suci adanya sehingga kita jadikan ia sebagai Batu Sentuhan bagi ketiga umat Tuhan ini
Memang sangatlah sulit untuk mendekatinya, namun kita bersama bisa menciumnya dari kejauhan sebagaimana orang Islam ketika melakukan ibadah haji dan melakukan tawaf di sekeliling Ka'bah
Dengan didahului mengacungkan tangan dengan menyebut Allah Yang Maha Besar dan memberi tanda salam ciuman untuk Batu Hitam atau Hajar Aswad yang menempel di Ka'bah
Setahun sekali waktu ibadah haji umat Muslim membawa korban sembelihan yang berupa binatang ternak untuk disembelih di sana sebagai tanda menghormati Allah Ibrahim dan Allah Muhammad
Sekarangt ini lebih dari tiga juta umat muslim setiap tahun berkumpul untuk melakukan ibadah haji sebagaimana seruan/risalah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail melakukannya sejak dahulu kala
Untuk menyembah kepada Allah Tuhan Pemilik Bait Suci Ka'bah di Mekah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail yang ditempatkan di padang gurun Arab Saudia
Tentunya Nabi Ibrahim bersama puteranya Nabi Ishak yang ditempatkan di Kanaan atau Palestina/Israel mempunyai Ka'bah tersendiri di atas bukit Sion atau bukit Moria
Ketika Nabi Muhammad dipanggil Tuhan Allah semesta alam untuk melakukan perjalanan isra' mi'raj, maka be;iau singgah terlebih dulu di masjid yang terjauh yaitu Masjidil Aqsha di Yerusalem
Dome of the Rock atau Batu Sakhrah yang berkubah emas di dalamnya ada sebongkah Batu Penjuru yang menjadi batu pijakan untuk naik ke langit ketujuh menghadap Tuhan Allah semesta alam

Kamis, 24 Februari 2011

MERAJUT TENUN HARMONI ANTARA BANI ISMAEL (ARAB) DAN BANI ISRAEL (YAHUDI)

Alangkah baiknya kalau kita mengingat asal mula persaudaraan kita terjadi karena adanya tali hubungan darah yang erat dari Bapa Abraham/Ibrahim
Dari Ibu Sara menurunkan Bani Israel atau orang-orang Yahudi, sedangkan dari Ibu Hagar/Hajar menurunkan Bani Ismael atau orang-orang Arab
Dari kedua jalur satu bapa lain ibu ini menurunkan raja-raja atau pemimpin-pemimpin di negeri-negeri Arab di Asia-Afrika dan presiden-presiden atau orang-orang terkemuka di Eropa dan Amerika
Anak cucu keturunan Abraham/Ibrahim ini bagaikan matahari yang menerangi di siang hari, dan bagaikan bulan dan bintang-bintang yang menerangi di malam hari
Dengan peradaban Islam yang menyebar ke belahan dunia bagian timur, dan peradaban Kristen dan Yahudi yang menyebar ke belahan dunia barat
Sesungguhnya janganlah dibenturkan dan dipertentangkan antara kedua peradaban itu karena akan menyebabkan pudarnya sinar-sinar yang ada padanya
Sebaliknya satukanlah nur-nur/cahayanya agar terang benderang, biarlah mereka semua menyinari sebagai pedoman dan petunjuk agar semua bisa tetap berjalan di atas jalan kebenaran
Bukankah anak cucu keturunan Abraham/Ibrahim ini bagaikan debu pasir laut tak tertakar dan terhitung banyaknya, dan bagaikan bintang-bintang tersebar di langit yang tak terbilang jumlahnya?
Mereka semuanya mempunyai garis lintasannya sendiri-sendiri sehingga antara bintang-bintang yang beredar di langit itu tidak pernah bertabrakan

Sebaiknya kita mengingat kembali akan janji Allah kepada Abraham/Ibrahim setelah ia disuruh mengorbankan anaknya namun kemudian diganti dengan korban seekor kambing oleh Tuhan
"Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, kata-Nya: 'Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri - demikianlah firman Tuhan - : Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." (Kejadian 22:15-18)
Dan suara tangisan Hagar/Hajar dan Ismael yang ditempatkan di padang pasir yang tidak ada tanam-tanamannya juga didengar oleh Tuhan
"Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: 'Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar. Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir." (Kejadian 21:17-21)
Alangkah indahnya kisah keluarga besar Bapa Abraham atau Nabi Ibrahim dengan kedua isterinya ini, dari anak keturunan mereka diangkat menjadi raja-raja dan orang-orang besar di muka bumi
Agar mereka menjadi kholifah atau pemimpin-pemimpin di muka bumi-Nya, dengan berpakaian kebenaran dan berjubah keadilan untuk membuat makmur, aman damai dan sejahtera

Rabu, 23 Februari 2011

BERGANDENGAN TANGAN MEMBANGUN BAIT SUCI YERUSALEM MELAMBANGKAN PERSATUAN KEKUATAN LANGIT DAN BUMI

Alangkah baiknya kalau kita mau mengingat ketika Nabi Musa dan kaumnya Bani Israel membangun Kemah Suci untuk sembahyang menyembah kepada Tuhan Allah semesta alam di kaki bukit/gunung suci Sinai
Kurang lebih selama empat puluh tahun mereka hidup di padang Tiih dijaga oleh Tuhan dan dilindungi dengan awan-Nya di siang hari dan diberi sinar api-Nya sebagai penerang di malam hari
Mereka disuruh masuk ke tanah yang dijanjikan di Kanaan atau Palestina/Israel setelah pengembaraan mereka di tanah Mesir selama ratusan tahun sejak Nabi Yusuf menjadi pembesar/ penguasa di sana
Dan ketika para Fir'aun atau penguasa Mesir memperlakukan Bani Israel dengan sewenang-wenang maka Tuhan menyuruh Nabi Musa dan Nabi Harun untuk mengajak kembali umat-Nya ke tanah nenek moyangnya di Kanaan (Palestina/Israel)
Memang dahulu kala Bapa Abraham atau Nabi Ibrahim dan isterinya Ibu Sara bersama puteranya Ishak dan cucunya Yakub serta cicit-cicitnya Yusuf bersama sebelas saudaranya tinggal di sana
Tentunya Bapa Abraham dan keluarga besarnya di tanah Kanaan atau Palestina/Israel setiap saat dapat mengunjungi Baital Makdis atau Bait Suci di puncak gunung suci Sion di Yerusalem
Memang tempat suci ini menjadi Ka'bah atau Kiblat bagi keluarga besar Nabi Ibrahim dan Ibu Sara berserta anak cucunya yaitu Ishak, Yakub (Israel) dan Yusuf serta sebelas saudaranya di Yerusalem

Baitul Makdis/Baital Mukaddas atau Bait Suci Yerusalem merupakan Ka'bah yang dibangun Nabi Sulaiman anak Nabi Daud menjadi Rumah Doa Bagi Segala Bangsa
Para Nabi dan Rasul terdahulu sebelum Nabi Muhammad sangat menghormati Rumah Tuhan tersebut karena merupakan gambaran Baital Makmur yang ada di sorga diturunkan di muka bumi
Sedangkan Nabi Ibrahim dan isterinya yang kedua yakni Ibu Hajar/Hagar dan puteranya Ismael dibangunkan Bait Suci Ka'bah di Mekah Saudi Arabia
Perjalanan isra' mi'raj Nabi Muhammad pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsha di Yerusalem merupakan perjalanan spiritual/rohani
"Maha Suci Allah yang memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat" (Qur'an 17:1)
Dari sini terlihat betapa sangat kudusnya/sucinya Dome of The Rock atau Batu Sakhrah yang ada di Bait Suci Yerusalem yang menjadi pijakan kaki naik ke langit menuju sorga yang berlapis tujuh
Dome of The Rock atau Kubah Emas yang ada ada di puncak gunung suci Sion, namun berada di belakang Masjidil Aqsha tersebut merupakan simbol/gambaran Ka'bah Baital Makmur di sorga yang turun di bumi
Supaya Tuhan Allah semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim, Ismael, Ishak, Yakub/Israel, Yusuf dan Allah Musa-Harun, Allah Daud-Sulaiman, Allah Isa/Yesus, Allah Muhammad dan para nabi lain
Agar Tuhan Allah semesta alam, Yang Maha Kudus Allah Israel memberkati dan merahmati kita sehingga ada damai sejahtera di langit dan di bumi.

Senin, 21 Februari 2011

MEMAHAMI AGAMA KELUARGA BESAR NABI IBRAHIM-ISMAIL-ISHAK-YAKUB-YUSUF

Adakah yang berpikir bahwa sebenarnya sebagian besar penduduk bumi ini berasal dari keluarga besar Bapa Abraham/Nabi Ibrahim dengan Ibu Sara dan Ibu Hagar/Hajar
Ibu Sara dan puteranya Ishak dan cucunya Yakub serta cicitnya Yusuf ditempatkan di Kanaan (Palestina/Israel), sedangkan Ibu Hajar/Hagar dan anaknya Ismael ditempatkan di tanah Arab
Anak cucu Ibrahim dari kedua isteri ini mempunyai Bait Suci sendiri-sendiri yakni Dome of The Rock di dekat Masjidil Aqsha di Yerusalem dan Ka'bah di Masjidil Haram di Mekah (Arab Saudi)
Mereka biasanya mempersembahkan korban-korban sembelihan ataupun korban bakaran yang dipersembahkan untuk Tuhan Allah semesta alam, Allah Abraham, Ismael, Ishak, Yakub dan Yusuf
Bahkan nabi-nabi dan rasul-rasul yang terlahir kemudian sampai dengan Isa Almasih putra Maryam tetap menghormati Bait Suci Yerusalem
Sedangkan Nabi Muhammad sebagai penerus keturunan Nabi Ismael menghormati Bait Suci Masjidil Haram di Mekah dan Bait Suci Masjidil Aqsha di Yerusalem
Maka bagi umat Islam mengunjungi Bait Suci Masjidil Haram menjadi kewajiban pertama, yang kedua adalah Masjid Nabawi di Madinah, lalu yang ketiga adalah Masjidil Aqsha di Yerusalem

Alangkah bijaksananya apabila dari kesemua anak cucu keturunan Ibrahim dan pengikutnya baik yang beragama Islam, Kristen dan Yahudi bersatu untuk membuka tempat yang suci Yerusalem
Agar bisa dikunjungi secara mudah bagi ketiga umat ini tanpa merasa takut dan was-was karena selama ini merasa tidak aman kalau ingin mengunjungi tempat suci ini
Janganlah kiranya Batu Sakhrah atau Batu Penjuru yang ada di Yerusalem ini menjadi Batu Sandungan bagi kita bersama, namun kita rubah menjadi Batu Pijakan ataupun Batu Sentuhan saja
Karena kalau kita sama-sama beriman dan percaya kalau Batu Penjuru tersebut merupakan Batu Sentuhan maka kita tidak akan tersandung ataupun terjatuh dan luka-luka bahkan babak belur
Batu Penjuru atau Dome of The Rock tersebut sangatlah mahal artinya bagi kita semua karena merupakan harta peninggalan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dahulu kala
Mari kita buka bersama situs tempat yang sangat suci tersebut karena ia bagaikan Kemah Suci yang dapat melindungi kita bersama dari panasnya matahari dan angin puting beliung dan hujan badai
Bukankah kita sekarang ini banyak mengalami kesusahan dan cobaan dengan dihantam angin topan, gempa bumi, hujan badai, gunung meletus, laut yang menggelora dan menerjang
Bukankah kita semua saat ini banyak mengalami kesakitan, kelaparan, kehausan dan kebingunan serta mengharapkan ada pertolongan dari Tuhan Allah semesta alam, agar ada damai dan sejahtera?

Minggu, 20 Februari 2011

MASJIDIL AQSHA PERLU DIBUKA UNTUK TEMPAT DOA BAGI SEGALA UMAT ALLAH

Alangkah bijaksana apabila ketiga umat agama Yahudi - Kristen - Islam bersatu dalam membuka situs yang sangat sakral yang dimiliki ketiga umat ini di Yerusalem
Janganlah dibiarkan tempat suci ketiga agama ini sampai kini masih tetap banyak reruntuhan yang belum bisa dibangun lagi disebabkan silang sengketa antara ketiga umat Tuhan ini.
Adakah kita berpikir bahwa jika situs Batu Sakrah ini dibuka untuk kemaslahatan atau kebaikan ketiga umat Tuhan ini maka perumpamaannya seperti kita membuka sumber air suci yang agung
Bukankah kita semua saat ini banyak mengalami kelaparan dan kehausan disebabkan kurangnya sumber air yang suci/bersih untuk menghilangkan rasa haus dan membersihkan kotoran di tubuh.
Harapan kita air yang suci yang keluar dari gunung suci Sion yang ada di Yerusalem tersebut bisa membersihkan hati-hati kita yang degil/kotor sehingga kita mempunyai hati yang suci dan bersih.
Seharusnya air suci siloah yang dahulu pernah keluar dari gunung suci Sion bisa dibuka lagi sehingga dapat mengaliri hati kita yang keras seperti batu menjadi hati yang lembut dan penuh cinta kasih
Janganlah Batu Sakhrah yang ada di puncak gunung Sion tersebut menjadi batu sandungan bagi ketiga umat Tuhan ini yang mengakibatkan kita semua terjatuh dan terluka serta tidak ada obatnya

Bukankah semestinya Batu Sakhrah yang ada di Yerusalem tersebut menjadi batu pijakan kita bersama untuk bisa naik ke langit secara rohani agar ada hubungan harmoni antara langit dan bumi Perumpamaanya dari ketiga umat Tuhan ini bisa merajut cinta kasih dari benang-benang yang berwarna warni sehingga bisa menjadi jembatan pelangi antara langit dan bumi
Maka bumi menjadi hijau dan hidup kembali karena hujan turun dari langit yang memberkati, dan bukan awan gelap yang melaknati sehingga hujan deras dan angin puting beliung yang menyelimuti
Seharusnya manusia berpikir ketika Nabi Musa dan kaumnya Bani Israel mendirikan Kemah Suci di kaki gunung suci Sinai agar Tuhan Allah semesta alam menyertai perjalanan keluar dari tanah Mesir
Bukankah dengan penyertaan Tuhan maka Musa dan Bani Israel dapat melintasi lautan dan awan menaungi agar tidak tertimpa panasnya matahari serta langit memberi makanan manna dan salwa
Kemudian Nabi Daud telah mempersiapkan pendirian Bait Suci di Yerusalem, dan yang bisa melaksanakannya adalah puteranya yaitu Nabi Sulaiman/Raja Salomon lambang raja yang adil
Bait Suci Sulaiman/Salomon adalah gambaran Baital Ma'mur yang ada di sorga turun ke bumi, menjadi tempat doa bagi semua suku bangsa/ras, bahasa dan agama
Dengan membawa korban sembelihan maupun korban bakaran, ataupun persembahan syukur berupa puji-pujian dan wangi-wangian untuk Tuhan, bersatu dan bersorak sorai memuji-muji Allah Allah Maha Esa dan Maha Besar itulah Tuhan kita bersama, Tuhan Allah semesta alam nama-Nya, takutlah kepada-Nya Dia-lah Tuhan para nabi dan rasul serta Tuhan bapa-bapa kita terdahulu

Kamis, 17 Februari 2011

ADAKAH ALLAH MENURUNKAN NABI LAGI SETELAH NABI MUHAMMAD?

Sesungguhnya Allah Tuhan semesta alam telah berfirman kepada Nabi Musa akan datangnya seorang nabi dan rasul yang ummi kepada Bani Israel demikian :
"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya di waktu yang telah Kami tentukan, maka tatkala goncangan bumi menimpa mereka, Musa berkata, 'Ya Tuhanku, kalau Engkau menghendaki Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau hendak membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang bodoh di antara kami? Itu tiada lain kecuali cobaan-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau beri petunjuk kepada siapa Engkau kehendaki, Engkaulah Pemimpin kami maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah sebaik-baik Pemberi ampun.
Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat, sesungguhnya kami kembali kepada-Mu. Allah berfirman, 'Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Sebab itu akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk mereka yang bertakwa, mereka yang menunaikan zakat dan mereka yang beriman kepada ayat-ayat Kami,
orang-orang yang mengikuti Rasul Nabi yang ummi, yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka; dia menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan atas mereka segala yang kotor dan melepaskan mereka dari belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan besertanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Katakanlah, 'Hai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian, Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. Tidak ada Tuhan selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya; Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada firman-firman-Nya dan ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk" (Qur'an 7:155-159)

Tentang kesucian Maryam yang akan melahirkan Almasih Isa putera Maryam seorang Nabi dan Rasul yang diturunkan untuk Bani Israel dijelaskan dalam Kitab Qur'an demikian :
"Dan (ingatlah) ketika malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih engkau, mensucikan dan melebihkan engkau atas sekalian perempuan yang ada di dalam alam.
Hai Maryam, patuhlah engkau pada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku' (Qur'an 3:42-43)
"(ingatlah) ketika malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan perkataan dari Allah namanya Almasih Isa putra Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan salah seorang daripada orang-orang yang dekat (kepada Allah),
dan dia akan bercakap-cakap dengan manusia dalam buaian dan ketika dewasa, dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh.
Maryam berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mendapat seorang anak, sedang aku belum pernah disentuh oleh manusia'. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, apabila Dia memutuskan sesuatu maka Dia hanya cukup berkata kepadanya, 'jadilah' maka jadilah dia.
Dan Dia mengajarkan kepadanya kitab, hikmah Taurat dan Injil,
dan menjadi rasul kepada Bani Israel (yang berkata), 'Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu bahwa aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi burung dengan izin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta dan yang berpenyakit lepra, dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku mengabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda bagi kamu jika kamu sungguh-sungguh beriman.
Dan (aku) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian daripada apa yang telah diharamkan atas kamu, dan aku bawa kepadamu suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus" (Qur'an 3:45-51)

Sedangkan Nabi Isa atau Yesus mengingatkan kepada Bani Israel akan datangnya seorang Rasul ;
"Dan (ingatlah) ketika Isa Putera Maryam berkata, 'Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan apa yang sebelumnya dari Taurat, pemberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku namanya Ahmad'. Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan, mereka berkata, 'Ini adalah sihir yang nyata'
(Qur'an 61:6)

Dan Allah membuat perumpamaan tentang Nabi Muhammad dan agama Islam demikian:
"Muhammad adalah utusan Allah. Dan orang-orang yang ada besertanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir dan sayang menyayangi di antara sesamanya. Engkau lihat mereka ruku' dan sujud mengharapkan karunia Allah dan ridha-Nya, tanda-tanda mereka ada di wajahnya tampak bekas sujud. Demikianlah perumpamaan mereka di dalam Taurat; sedang perumpamaannya di dalam Injil adalah seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, lalu bertambah kuat dan bertambah besar, tegak lurus pada batangnya, menjadikan orang-orang kafir marah kepada mereka. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal saleh dari mereka ampunan dan pahala yang besar" (Qur'an 48:29)

Sesungguhnya Alkitab yang dibawa Musa (Taurat), Isa (Injil) dan Muhammad (Qur'an) dan para nabi dan rasul yang lainnya yang berupa hikmah, Zabur atau lembaran-lembaran kitab suci, annubuah/nubuatan dan lain-lainnya merupakan cahaya/nur yang dikaruniakan Allah kepada semua umat-Nya.
Masing-masing nabi dan rasul membawa risalahnya yang diturunkan kepada kaumnya, dan memberi kabar gembira dan kabar peringatan agar masing-masing selalu berada di dalam kebenaran dan di atas jalan yang lurus.
Maka marilah kita semua kembali kepada Allah Tuhan semesta alam dan berserah diri kepada-Nya, karena DIA adalah TUHAN ALLAH semesta alam yang mempunyai kerajaan di langit dan di bumi, Dia-lah satu-satunya yang berhak kita sembah, tiada Tuhan selain Allah, DIA tempat kita semua memohon pengampuan/tobat dan pertolongan-Nya.

Rabu, 16 Februari 2011

BUMI PERTIWI INDONESIA DIPERUNTUKKAN BAGI SEMUA SUKU/RAS, BAHASA DAN AGAMA

Seharusnya kita bersyukur kepada Allah Tuhan semesta alam yang telah memberikan bumi-Nya untuk kita diami bersama, tempat kita mencari rezeki di siang hari dan tempat beristirahat di malam hari
Bangsa Indonesia harus bisa menjaga kerukunan antara umat yang bermacam-macam suku/ras,bahasa dan agama, agar Tuhan selalu melimpahkan rahmat dan berkat-Nya kepada kita
"Dan sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa, tentulah akan Kami tutup (hapuskan) kejahatan- kejahatan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka" (Qur'an 5:65-66)
Keragaman itu ternyata indah di mata Tuhan Allah semesta alam, bagaikan bumi yang ditumbuhi berbagai macam tanaman yang indah dipandang mata dan menghasilkan buah bagi makhluk-Nya

Bukankah kita semua seharusnya takut kepada Allah Tuhan semesta alam yang menjadikan kita sebagai khalifah/pemimpin yang bisa memakmurkan di muka bumi-Nya?
Para nabi telah memperingatkan, janganlah kita mengotori tangan-tangan kita dan hati kita dengan perbuatan jahat yang akibatnya membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya
"Masakan kamu tidak takut kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan, kamu tidak gemetar terhadap Aku? Bukankah Aku yang membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut, sebagai perhinggaan tetap yang tidak dapat dilampauinya?
Tetapi bangsa ini mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak; mereka telah menyimpang dan menghilang
Mereka tidak berkata dalam hatinya: Baiklah kita takut akan Tuhan Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen.
Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik daripadamu" (Yeremia 5:22-25)
Maka marilah kita bersama bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya agar Dia menurunkan dan menghujani kita dengan Roh Kudus-Nya untuk mensucikan dan membersihkan hati kita, amien

Rabu, 09 Februari 2011

MENCINTAI SEMUA MAKHLUK ADALAH LANDASAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

Alangkah hancur dan sedih hatiku melihat anak-anak bangsaku di tanah ibu pertiwi negeri Republik Indonesia yang permai
Yang selama ini bisa menjadi kebanggaan dan pujian di bumi karena sosok anak bangsanya yang ramah dan bisa bersatu dalam mempertahankan kebhinekaannya
Beragam suku/ras, bahasa dan agama bisa bersatu dalam lindungan negara kesatuan Republik Indonesia dengan aman dan damai
Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi kita tetap satu jua adanya, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh
Namun kenapa hidup di bumi pertiwi sekarang ini bagaikan hidup di hutan belantara dimana binatang-binatang buas selalu mengincar mangsanya?
Kenapa ibu pertiwi sekarang seperti burung unta di padang gurun yang tidak mempunyai belas kasihan terhadap anak-anaknya?
Dahulu ibu pertiwiku bagaikan burung garuda/rajawali yang selalu melindungi dan mengasihi semua anak-anaknya
Di bawah sayapnya yang penuh kasih kami semua dapat berlindung dan bernaung baik yang kecil maupun yang besar tanpa merasa takut
Dimanakah ibu pertiwi yang seperti burung rajawali yang bisa melindungi anak-anaknya dari teriknya matahari dan derasnya hujan serta kerasnya angin badai/puting beliung yang menerjang?

Ya Tuhan Allah semesta alam, ampunilah dosa-dosa kami baik yang kami sengaja maupun yang tidak kami sengaja
Kami telah berbuat jahat dan berdosa kepada-Mu, dengan semena-mena telah menumpahkan darah saudara kami sendiri sehingga menjadikannya bumi yang subur menjadi bumi yang hancur
Bumi menjadi tandus dan kering serta porak-poranda karena tindakan-tindakan kami yang bodoh/jahil dan ketidaktahuan kami
Jiwa-jiwa dan hati kami telah dipenuhi dengan roh kegelapan/kekacauan sehingga kami tidak bisa melihat kebenaran dan tidak bisa mendengar seruan-seruan dan firman kasih-Mu
Kami hidup seperti dalam kegelapan dan tidak ada sinar yang menerangi sehingga kami terjatuh, tersandung dan luka-luka, tidak ada yang membebat dan mengobati serta menolong kami
Maka curahkanlah Roh Kudus-Mu ya Tuhan Allah semesta alam sehingga kami dapat menghirup dan meminum air yang bening/segar untuk menghilangkan rasa haus dan kepanasan ini
Dan berilah kami hujan pada awal musim dan akhir musim sehingga kami dapat memanen hasil tanah kami maka kami menjadi kenyang dan tidak kelaparan/kesakitan
Indahkanlah dan suburkanlah tanah kami di bumi pertiwi Indonesia ini, janganlah engkau jadikan padang gurun sehingga burung-burung unta dan burung-burung buas lainnya menguasai kami
Berilah kami pemimpin-pemimpin yang alkitabiah dan berhikmah sebagai burung rajawali yang penuh kasih sehingga keadilan, kedamaian dan kesejahteraan memenuhi negeri
Maka hujanilah kami dengan Roh Kasih-Mu, dan perbaharuilah jiwa/hati kami sehingga menjadi lembut seperti sutera dan bersih/suci seputih susu sehingga kami bisa menerima taufik hidayah-Mu
Janganlah keraskan hati kami bagaikan batu, lembutkanlah hati kami ya Tuhan sehingga kami bisa mencintai semua makhluk buatan tangan-Mu