TSUNAMI DAN GEMPA BUMI TANDA-TANDA TUHAN ALLAH TURUN MENGINJAK BUMI
"Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu, seperti api membuat ranggas menyala-nyala dan seperti api membuat air mendidih - untuk membuat nama-Mu dikenal oleh lawan-lawan-Mu, sehingga bangsa-bangsa gemetar di hadapan-Mu. Karena Engkau melakukan kedahsyatan yang tidak kami harapkan, seperti tidak pernah didengar orang sejak dahulu kala. Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang alllah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian. Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya Engkau ini murka sebab kami berdosa; terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala. Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu; sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, dan menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami" (Yesaya 64:1-7)
Demikianlah Alkitab menjelaskan kalau Allah menyembunyikan wajah-Nya kepada kita sehingga doa-doa mohon pengampunan dan keselamatan tidak sampai kepada-Nya, sehingga amarah dan cemburu-Nya menimpa kita yang berupa bencana alam, sakit penyakit dan kelaparan dimana-mana
Akankah kita tetap mengeraskan hati sehingga tidak dapat memahami, dan tetap menutup mata terhadap firman-firman-Nya sehingga tetap buta dalam mengerti ayat-ayat-Nya, serta menutupkan telinga sehingga tidak mau mendengar akan seruan-seruan-Nya.
Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, atau bukanlah telinga itu yang tuli sehingga tidak bisa mendengar, akan tetapi yang buta itu adalah hati yang di dalam dada.
Oleh karena itu sunatlah kulit khatan hatimu wahai sekalian manusia, agar bisa suci dan bersih seputih susu, dan janganlah degil dan keras seperti batu ataupun hitam pekat seperti awan yang bertindih-tindih sehingga nur cahaya Ilahi tidak sampai kepadamu
Sehingga sampai dengan saat ini kita semua seperti berjalan di dalam kelam kabut seperti gelapnya malam tanpa cahaya bulan dan bintang, maka kita banyak yang tersandung terluka dan terjatuh serta mati disebabkan banyaknya kefasikan di bumi
Akankah kita tetap tertidur dan tidak menyadari dengan permasalahan ini, seakan-akan ada selaput atau selubung di mata kita sehingga tidak dapat melihat, ataukah karena adanya selubung atau kabut yang sangat tebal di langit sehingga membuat angin badai dan puting beliung mesti menerjang kita
Wahai Tuhan kami, hajarlah daku tapi dengan kasih-Mu, janganlah Engkau menghajar daku dengan api cemburu-Mu dan murka-Mu, biarlah ada waktu bagiku untuk memohon ampun dan bisa bertasbih bersujud serta mengagungkan nama-Mu
Berilah kami hati yang baru, yang tulus ikhlas dan bisa berserah diri kepada-Mu, karena hanya kepada-Mulah ada tempat pertolongan dan tempat perlindungan dari derasnya air hujan yang membanjir dan gelapnya awan mendung badai dan angin puting beliung, serta hajaran dari amukan ombak tsunami yang menggelora dan gempa bumi serta gunung meletus
Selamatkanlah umat-Mu ya Tuhanku walaupun selama ini banyak yang tidak memanggil nama-Mu, karena hanya Engkaulah Penolongku dan Pelindungku tiada yang lain selain Engkau ya Allahku
Curahkanlah Roh Kudus-Mu kepada kami sehingga keberkatan, kebenaran, kesejahteraan dan keadilan selalu menyertai kami, keamanan dan kedamaian tercurah kepada kami sehingga ada kedamaian di langit dan di bumi, amin 3x
Demikianlah Alkitab menjelaskan kalau Allah menyembunyikan wajah-Nya kepada kita sehingga doa-doa mohon pengampunan dan keselamatan tidak sampai kepada-Nya, sehingga amarah dan cemburu-Nya menimpa kita yang berupa bencana alam, sakit penyakit dan kelaparan dimana-mana
Akankah kita tetap mengeraskan hati sehingga tidak dapat memahami, dan tetap menutup mata terhadap firman-firman-Nya sehingga tetap buta dalam mengerti ayat-ayat-Nya, serta menutupkan telinga sehingga tidak mau mendengar akan seruan-seruan-Nya.
Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, atau bukanlah telinga itu yang tuli sehingga tidak bisa mendengar, akan tetapi yang buta itu adalah hati yang di dalam dada.
Oleh karena itu sunatlah kulit khatan hatimu wahai sekalian manusia, agar bisa suci dan bersih seputih susu, dan janganlah degil dan keras seperti batu ataupun hitam pekat seperti awan yang bertindih-tindih sehingga nur cahaya Ilahi tidak sampai kepadamu
Sehingga sampai dengan saat ini kita semua seperti berjalan di dalam kelam kabut seperti gelapnya malam tanpa cahaya bulan dan bintang, maka kita banyak yang tersandung terluka dan terjatuh serta mati disebabkan banyaknya kefasikan di bumi
Akankah kita tetap tertidur dan tidak menyadari dengan permasalahan ini, seakan-akan ada selaput atau selubung di mata kita sehingga tidak dapat melihat, ataukah karena adanya selubung atau kabut yang sangat tebal di langit sehingga membuat angin badai dan puting beliung mesti menerjang kita
Wahai Tuhan kami, hajarlah daku tapi dengan kasih-Mu, janganlah Engkau menghajar daku dengan api cemburu-Mu dan murka-Mu, biarlah ada waktu bagiku untuk memohon ampun dan bisa bertasbih bersujud serta mengagungkan nama-Mu
Berilah kami hati yang baru, yang tulus ikhlas dan bisa berserah diri kepada-Mu, karena hanya kepada-Mulah ada tempat pertolongan dan tempat perlindungan dari derasnya air hujan yang membanjir dan gelapnya awan mendung badai dan angin puting beliung, serta hajaran dari amukan ombak tsunami yang menggelora dan gempa bumi serta gunung meletus
Selamatkanlah umat-Mu ya Tuhanku walaupun selama ini banyak yang tidak memanggil nama-Mu, karena hanya Engkaulah Penolongku dan Pelindungku tiada yang lain selain Engkau ya Allahku
Curahkanlah Roh Kudus-Mu kepada kami sehingga keberkatan, kebenaran, kesejahteraan dan keadilan selalu menyertai kami, keamanan dan kedamaian tercurah kepada kami sehingga ada kedamaian di langit dan di bumi, amin 3x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar