Minggu, 13 Maret 2011

MENGENAL TUHAN ALLAH ABRAHAM, PEMILIK BAIT SUCI SULAIMAN DI YERUSALEM

Alangkah baiknya kalau kita mengingat perjalanan atau hijrah Bapa Abraham dengan Ibu Sara dari negeri asal kelahirannya Ur Kasdim di negeri Irak ke negeri Kanaan di Palestina
Memang orang tuanya dan saudara-saudaranya menjadi penyembah berhala, maka Tuhan memanggil Abraham/Ibrahim berpindah dari tempat penyembahan berhala ke tempat penyembah Allah Tuhan semesta alam
Dalam perjalanan mencari Tuhannya itu Ibrahim sempat menjadikan matahari, bulan dan bintang-bintang dianggap sebagai Tuhannya, namun ia kecewa karena semuanya itu setiap hari muncul dan tenggelam. Dan Ibrahim tidak suka yang tenggelam
Demikian juga dengan patung-patung yang dibuat dan disembah orang tuanya dan kaumnya, menjadikan sakit hati karena tidak bisa diajak bicara sehingga dihancurkannya kecuali yang terbesar
Hal sedemikian menjadikan marah raja Namrudz sehingga ia mendapat hukuman dibakar di atas api yang besar, namun Tuhan Allah melindunginya sehingga api menjadi terasa dingin olehnya
Kemudian Tuhan menyuruh pindah/hijrah menjauh dari orang tuanya dan saudara-saudaranya ke negeri Kanaan di Palestina agar bisa bersujud dan menyembah kepada Tuhan Allah semesta alam
Dia-lah Allah yang menciptakan bumi dan langit seisinya; Allah yang membuat matahari, bulan, bintang-bintang, angin, awan, hujan, salju, gunung-gunung, laut, sungai-sungai, pohon-pohon dsb
Dia-lah Allah Yang Maha Esa, Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar mengatasi allah-allah yang lainnya karena kekuasaan-Nya tak terbatas dan kerajaan-Nya meliputi kerajaan langit dan bumi

Nabi Ibrahim bersama isterinya Ibu Sara dan keponakannya Luth menjauh dari tempat orang-orang menyembah berhala di negeri tanah asalnya, dan kemudian menetap di negeri Kanaan
Ketika lahir puteranya yang bernama Ishak maka ditebuslah anak itu dengan mengorbankan korban sembelihan di Bait Suci Tuhan di Yerusalem di atas gunung yang tertinggi yaitu gunung suci Sion
Memang sejak zaman dahulu kala, disana di puncak gunung yang tertinggi ditaruh mezbah atau meja untuk Tuhan, tempat persembahan untuk korban sembelihan atau bakaran untuk Tuhan
Hal sedemikian ini mengingatkan kita kepada kisah Habil dan Qobil, anak-anak Nabi Adam ketika mereka berdua mempersembahkan korban bakaran atau api-apian untuk Tuhan
Korban bakaran persembahan dari Habil diterima Tuhan karena korbannya dipilihkan yang baik-baik, sedangkan korban bakaran Qobil tidak diterima Tuhan karena korbannya buruk-buruk
Maka iri dan dengkilah hati Qobil sehingga dibunuhlah adiknya itu, maka turunlah ayat-ayat Allah tentang hukum qisas yang melarang membunuh seseorang tanpa alasan yang benar
Sesungguhnya Tuhan menghendaki setiap tahun umat-Nya mengadakan semacam tasyakuran sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan karena telah memberi rezeki penghasilan yang melimpah
Maka sebenarnya Allah menerima korban yang berupa ternak sembelihan, zakat, sedekah, persepuluhan, korban bakaran, korban sajian, korban wangi-wangian dll yang menyenangkan bagi Tuhan
Sebagaimana haji yang dilakukan umat Islam, di gunung yang tinggi Jabal Rahmah di Arab, di sana setiap tahun musim haji disembelih lebih dari tiga juta kambing domba dan juga unta
Lalu kapankah di gunung suci Sion di Yerusalem dihidupkan lagi persembahan untuk Tuhan Allah semesta alam, Allah Israel seperti korban sembelihan, korban bakaran, korban sajian, korban harum-haruman, korban persepuluhan dll yang kesemuanya menyenangkan bagi Tuhan Allah Abraham


Tidak ada komentar:

Posting Komentar