MASJIDIL AQSHA PERLU DIBUKA UNTUK TEMPAT DOA BAGI SEGALA UMAT ALLAH
Alangkah bijaksana apabila ketiga umat agama Yahudi - Kristen - Islam bersatu dalam membuka situs yang sangat sakral yang dimiliki ketiga umat ini di Yerusalem
Alangkah bijaksana apabila ketiga umat agama Yahudi - Kristen - Islam bersatu dalam membuka situs yang sangat sakral yang dimiliki ketiga umat ini di Yerusalem
Janganlah dibiarkan tempat suci ketiga agama ini sampai kini masih tetap banyak reruntuhan yang belum bisa dibangun lagi disebabkan silang sengketa antara ketiga umat Tuhan ini.
Adakah kita berpikir bahwa jika situs Batu Sakrah ini dibuka untuk kemaslahatan atau kebaikan ketiga umat Tuhan ini maka perumpamaannya seperti kita membuka sumber air suci yang agung
Bukankah kita semua saat ini banyak mengalami kelaparan dan kehausan disebabkan kurangnya sumber air yang suci/bersih untuk menghilangkan rasa haus dan membersihkan kotoran di tubuh.
Harapan kita air yang suci yang keluar dari gunung suci Sion yang ada di Yerusalem tersebut bisa membersihkan hati-hati kita yang degil/kotor sehingga kita mempunyai hati yang suci dan bersih.
Seharusnya air suci siloah yang dahulu pernah keluar dari gunung suci Sion bisa dibuka lagi sehingga dapat mengaliri hati kita yang keras seperti batu menjadi hati yang lembut dan penuh cinta kasih
Janganlah Batu Sakhrah yang ada di puncak gunung Sion tersebut menjadi batu sandungan bagi ketiga umat Tuhan ini yang mengakibatkan kita semua terjatuh dan terluka serta tidak ada obatnya
Bukankah semestinya Batu Sakhrah yang ada di Yerusalem tersebut menjadi batu pijakan kita bersama untuk bisa naik ke langit secara rohani agar ada hubungan harmoni antara langit dan bumi Perumpamaanya dari ketiga umat Tuhan ini bisa merajut cinta kasih dari benang-benang yang berwarna warni sehingga bisa menjadi jembatan pelangi antara langit dan bumi
Maka bumi menjadi hijau dan hidup kembali karena hujan turun dari langit yang memberkati, dan bukan awan gelap yang melaknati sehingga hujan deras dan angin puting beliung yang menyelimuti
Seharusnya manusia berpikir ketika Nabi Musa dan kaumnya Bani Israel mendirikan Kemah Suci di kaki gunung suci Sinai agar Tuhan Allah semesta alam menyertai perjalanan keluar dari tanah Mesir
Bukankah dengan penyertaan Tuhan maka Musa dan Bani Israel dapat melintasi lautan dan awan menaungi agar tidak tertimpa panasnya matahari serta langit memberi makanan manna dan salwa
Kemudian Nabi Daud telah mempersiapkan pendirian Bait Suci di Yerusalem, dan yang bisa melaksanakannya adalah puteranya yaitu Nabi Sulaiman/Raja Salomon lambang raja yang adil
Bait Suci Sulaiman/Salomon adalah gambaran Baital Ma'mur yang ada di sorga turun ke bumi, menjadi tempat doa bagi semua suku bangsa/ras, bahasa dan agama
Dengan membawa korban sembelihan maupun korban bakaran, ataupun persembahan syukur berupa puji-pujian dan wangi-wangian untuk Tuhan, bersatu dan bersorak sorai memuji-muji Allah Allah Maha Esa dan Maha Besar itulah Tuhan kita bersama, Tuhan Allah semesta alam nama-Nya, takutlah kepada-Nya Dia-lah Tuhan para nabi dan rasul serta Tuhan bapa-bapa kita terdahulu
Adakah kita berpikir bahwa jika situs Batu Sakrah ini dibuka untuk kemaslahatan atau kebaikan ketiga umat Tuhan ini maka perumpamaannya seperti kita membuka sumber air suci yang agung
Bukankah kita semua saat ini banyak mengalami kelaparan dan kehausan disebabkan kurangnya sumber air yang suci/bersih untuk menghilangkan rasa haus dan membersihkan kotoran di tubuh.
Harapan kita air yang suci yang keluar dari gunung suci Sion yang ada di Yerusalem tersebut bisa membersihkan hati-hati kita yang degil/kotor sehingga kita mempunyai hati yang suci dan bersih.
Seharusnya air suci siloah yang dahulu pernah keluar dari gunung suci Sion bisa dibuka lagi sehingga dapat mengaliri hati kita yang keras seperti batu menjadi hati yang lembut dan penuh cinta kasih
Janganlah Batu Sakhrah yang ada di puncak gunung Sion tersebut menjadi batu sandungan bagi ketiga umat Tuhan ini yang mengakibatkan kita semua terjatuh dan terluka serta tidak ada obatnya
Bukankah semestinya Batu Sakhrah yang ada di Yerusalem tersebut menjadi batu pijakan kita bersama untuk bisa naik ke langit secara rohani agar ada hubungan harmoni antara langit dan bumi Perumpamaanya dari ketiga umat Tuhan ini bisa merajut cinta kasih dari benang-benang yang berwarna warni sehingga bisa menjadi jembatan pelangi antara langit dan bumi
Maka bumi menjadi hijau dan hidup kembali karena hujan turun dari langit yang memberkati, dan bukan awan gelap yang melaknati sehingga hujan deras dan angin puting beliung yang menyelimuti
Seharusnya manusia berpikir ketika Nabi Musa dan kaumnya Bani Israel mendirikan Kemah Suci di kaki gunung suci Sinai agar Tuhan Allah semesta alam menyertai perjalanan keluar dari tanah Mesir
Bukankah dengan penyertaan Tuhan maka Musa dan Bani Israel dapat melintasi lautan dan awan menaungi agar tidak tertimpa panasnya matahari serta langit memberi makanan manna dan salwa
Kemudian Nabi Daud telah mempersiapkan pendirian Bait Suci di Yerusalem, dan yang bisa melaksanakannya adalah puteranya yaitu Nabi Sulaiman/Raja Salomon lambang raja yang adil
Bait Suci Sulaiman/Salomon adalah gambaran Baital Ma'mur yang ada di sorga turun ke bumi, menjadi tempat doa bagi semua suku bangsa/ras, bahasa dan agama
Dengan membawa korban sembelihan maupun korban bakaran, ataupun persembahan syukur berupa puji-pujian dan wangi-wangian untuk Tuhan, bersatu dan bersorak sorai memuji-muji Allah Allah Maha Esa dan Maha Besar itulah Tuhan kita bersama, Tuhan Allah semesta alam nama-Nya, takutlah kepada-Nya Dia-lah Tuhan para nabi dan rasul serta Tuhan bapa-bapa kita terdahulu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar