MARI KITA JADIKAN YERUSALEM KOTA DAMAI SEGALA BANGSA
Oh Yerusalem, aku mengibaratkan engkau seperti seorang puteri yang sangat cantik jelita, namun engkau sedang sedih dan menangis pilu karena anak-anakmu tidak mau bersatu
Sesungguhnya engkau bagaikan seorang ibu yang ingin mengumpulkan anak-anaknya untuk bersorak gembira dan bernyanyi merdu riang untuk mensyukuri nikmat-nikmat karunia Tuhan
Bukankah tanah suci Palestina dimana kota Yerusalem ada di dalamnya merupakan gambaran sorga yang turun di bumi dikarenakan keindahannya dan kemakmurannya yang berlimpah ruah
Sesungguhnya apabila sebagian besar penduduk kota suci tersebut dihuni oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh maka madu dan susu serta anggur akan mengalir seperti sungai di sana
Tuhan akan membuka pintu rezeki-Nya dari segala penjurunya sehingga aman makmur dan sejahteralah penduduknya dikarenakan Tuhan Allah semesta alam berkenan menyertai-Nya
Namun apabila sebagian besar penduduknya mulai meninggalkan Tuhan dan tidak mengingat perintah dan perjanjian-Nya maka Tuhan akan mengenakan pakaian kesengsaraan dan kelaparan
Bumi tidak akan mengeluarkan buah-buahnya dan langit tidak menurunkan hujan yang memberkati dikarenakan penduduknya banyak yang tidak mensyukuri nikmat karunia-Nya
Akankah Yerusalem tetap kita jadikan sebagai kota daratan yang gersang dan haus akan cinta kasih serta ditutupi dengan langit yang panas karena kebencian dan kedengkian hati kita bersama?
Bumi menjadi panas karena penduduknya yang amat suka dengan kemungkaran dan kemunafikan
sehingga langitnya berkabut dengan awan tebal dan angin puting beliung yang menerjang
Kapankah kiranya Tuhan Allah semesta alam, Tuhan kita bersama memberikan rahmat dan berkat-Nya kepada kita serta menjauhkan kita dari kutuk dan laknat-Nya?
Dan memberi kita bumi yang baru yang hijau kembali lambang dari kehidupan dan kemakmuran, yang memberi hujan awal dan hujan akhir pada musimnya sehingga panen-panen kita tetap adanya
Kapankah Dia memberi kita roh yang tulus dan rela serta pasrah berserah diri kepada-Nya saja sehingga kita semua bisa mengagungkan dan membesarkan nama-Nya Yang Tinggi Luhur
Karena tiada sekutu bagi-Nya, hanyalah Dia Allah Tuhan Yang Esa, tiada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan dan berlindung dari teriknya matahari dan gelapnya malam
Marilah kita mohon taubat dan pengampunan kepada-Nya karena kita semua telah berdosa dan menyakiti hati-Nya dan tidak mengingat perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya
Sesungguhnya engkau bagaikan seorang ibu yang ingin mengumpulkan anak-anaknya untuk bersorak gembira dan bernyanyi merdu riang untuk mensyukuri nikmat-nikmat karunia Tuhan
Bukankah tanah suci Palestina dimana kota Yerusalem ada di dalamnya merupakan gambaran sorga yang turun di bumi dikarenakan keindahannya dan kemakmurannya yang berlimpah ruah
Sesungguhnya apabila sebagian besar penduduk kota suci tersebut dihuni oleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh maka madu dan susu serta anggur akan mengalir seperti sungai di sana
Tuhan akan membuka pintu rezeki-Nya dari segala penjurunya sehingga aman makmur dan sejahteralah penduduknya dikarenakan Tuhan Allah semesta alam berkenan menyertai-Nya
Namun apabila sebagian besar penduduknya mulai meninggalkan Tuhan dan tidak mengingat perintah dan perjanjian-Nya maka Tuhan akan mengenakan pakaian kesengsaraan dan kelaparan
Bumi tidak akan mengeluarkan buah-buahnya dan langit tidak menurunkan hujan yang memberkati dikarenakan penduduknya banyak yang tidak mensyukuri nikmat karunia-Nya
Akankah Yerusalem tetap kita jadikan sebagai kota daratan yang gersang dan haus akan cinta kasih serta ditutupi dengan langit yang panas karena kebencian dan kedengkian hati kita bersama?
Bumi menjadi panas karena penduduknya yang amat suka dengan kemungkaran dan kemunafikan
sehingga langitnya berkabut dengan awan tebal dan angin puting beliung yang menerjang
Kapankah kiranya Tuhan Allah semesta alam, Tuhan kita bersama memberikan rahmat dan berkat-Nya kepada kita serta menjauhkan kita dari kutuk dan laknat-Nya?
Dan memberi kita bumi yang baru yang hijau kembali lambang dari kehidupan dan kemakmuran, yang memberi hujan awal dan hujan akhir pada musimnya sehingga panen-panen kita tetap adanya
Kapankah Dia memberi kita roh yang tulus dan rela serta pasrah berserah diri kepada-Nya saja sehingga kita semua bisa mengagungkan dan membesarkan nama-Nya Yang Tinggi Luhur
Karena tiada sekutu bagi-Nya, hanyalah Dia Allah Tuhan Yang Esa, tiada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan dan berlindung dari teriknya matahari dan gelapnya malam
Marilah kita mohon taubat dan pengampunan kepada-Nya karena kita semua telah berdosa dan menyakiti hati-Nya dan tidak mengingat perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar