Rabu, 23 Maret 2011

DOA SERUAN HAJI NABI IBRAHIM MENGALIRKAN SUNGAI MINYAK DI NEGERI ARAB

Alangkah baiknya kalau kita mengingat perjalanan Nabi Ibrahim yang menempatkan sebagian anak keturunannya di tanah gunung berbatu di padang gurun pasir Arabia yang sangat kering
Dikala Ibu Sara menginginkan supaya isteri Nabi Ibrahim yang bernama Ibu Hagar/Hajar dibawa keluar dari Kanaan di Palestina karena tidak mau nantinya berbagi warisan dengannya
Sehingga dengan berat hati dibawalah isteri dan anaknya Ismail menuju padang gurun Arabia yang sangat kering tidak ada air dan tidak ada tumbuh-tumbuhannya
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, 'Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.
Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa mendurhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian turunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati manusia cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami nyatakan, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku Ismael dan Ishak di hari tuaku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan ibu bapakku serta orang-orang mukmin pada hari terjadi hisab (akhirat)" (Alqur'an 14:35-41)

Sesungguhnya seruan beribadah haji yang dilakukan umat Muslim dari seluruh dunia hingga saat ini lebih dari tiga juta kambing domba dan unta dikorbankan sebagai korban sembelihan untuk Tuhan
Hingga akhirnya gunung batu di Arab mengalirkan sungai minyak bagi anak cucu Nabi Ibrahim dengan Ibu Hajar/Hagar yang ditempatkan di padang gurun Arabia yang tidak ada airnya
Degan puteranya yang bernama Ismael maka mulai dari sanalah tersebar anak cucu Bani Ismael ke seluruh pelosok tanah-tanah Arab di sekitarnya, dari benua Asia hingga benua Afrika dan lainnya
Bisa dibayangkan setiap tahun pada musim haji itu gunung batu atau jabal Rahmah tempat pertemuan Nabi Adam dan Ibu Hawa setelah terpisah, tertutup dengan korban-korban sembelihan
Hal ini juga mengingatkan kita kisah Habil dan Qobil ketika memberi persembahan korban bakaran kepada Tuhan, korban persembahan Habil yang diterima Tuhan, sedangkan korban dari Qobil tidak diterima Tuhan karena korbannya jelek-jelek, maka marahlah ia sehingga dibunuhlah adiknya itu.
Kalau Puteri Arabia atau negeri Arabia sebagai tempat anak cucu keturunan Nabi Ismael atau Bani Ismael setiap tahunnya dapat mempersembahkan lebih dari tiga juta korban sembelihan untuk Tuhan di gunung suci Jabal Rahmah, lalu dimanakah korban sembelihan dan korban bakaran dari anak cucu Abraham/Ibrahim dari Nabi Ishak, Nabi Yakub atau yang disebut Bani Israel?
Semestinya di gunung suci Sion atau Yerusalem mereka harus mempersembahkan korban-korban sembelihan maupun korban keselamatan untuk Tuhan Allah semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim
Tentunya jumlah korban persembahannya dua kali lipat karena mereka merupakan anak cucu dari isteri Ibrahim yang pertama atau utama yang menurunkan Nabi Ishak dan cucu Nabi Yakub/Israel
Sebagaimana Nabi Sulaiman/Raja Salomon yang mendirikan Bait Suci Yerusalem, dengan mempersembahkan ribuan ekor sapi dan domba sebagai korban sembelihan dan korban keselamatan untuk Tuhan Allah semesta alam, Allah Israel
Sesungguhnya kalau di negeri Arabia atau Puteri Arabia terdapat gunung suci Rahmat yang mengalirkan sungai minyak, maka di Kota Yerusalem atau Puteri Yerusalem terdapat gunung suci Berkat yang mengalirkan sungai susu dan sungai madu, dan tentunya dua gunung suci ini merupakan jejak-jejak rahmat dan berkat Nabi Ibrahim sebagai Bapa Bani Ismael dan Bani Israel
Mari kita renungkan bersama bahwa antara Puteri Arabia atau negeri-negeri Arab dan Puteri Yerusalem atau negeri Israel terdapat tali hubungan darah yang begitu dekat, sebagai anak-anak Abraham/Ibrahim, Bapa kita bersama, Bapa segala bangsa, suku, bahasa dan agama


Selasa, 22 Maret 2011

MENGENAL AGAMA YAHUDI - KRISTEN - ISLAM SEBAGAI AGAMA ALLAH

Memang Tuhan Allah semesta alam menciptakan umat manusia yang bermacam-macam suku, bangsa, bahasa, agama agar mereka tetap bisa bersatu dan saling menghormati dalam perbedaan
Masing-masing mempunyai nabi dan rasul untuk diikuti dan diteladani/dicontoh dengan berpedoman kepada risalah agama yang dibawanya agar tetap di dalam jalan lurus atau kebenaran
Perumpamaan para nabi dan rasul bagaikan nur atau cahaya matahari, bulan dan bintang-bintang yang masing-masing mempunyai garis lintasan sendiri-sendiri sehingga tidak ada yang bertabrakan
Sesungguhnya para nabi dan rasul semuanya diciptakan oleh Allah Tuhan semesta alam, Allah yang menguasai siang dan malam, Allah yang membuat terang dan gelap, Dia-lah Allah segala makhluk
Allah mengutus para nabi dan rasul sebagai rahmatan lil 'alamin atau rahmat bagi seluruh alam, maka janganlah masing-masing merasa lebih baik dan lebih benar serta lebih lengkap ajarannya, ataupun merasa lebih besar dan lebih kuat sehingga cenderung melemahkan yang lainnya
Bukankah mereka semua adalah seperti cahaya yang menerangi umatnya sendiri-sendiri agar tetap bisa berjalan dikala bumi kelam pekat dan awan mendung yang sangat tebal menyelubungi langit
"Dan sungguh Kami telah menetapkan di dalam Zabur sesudah peringatan (Taurat) bahwa sesungguhnya bumi akan diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh.
Sesungguhnya di dalam ini (Alqur'an) adalah petunjuk yang lengkap bagi kaum yang memperhambakan diri kepada Allah.
Dan Kami tiada mengutusmu melainkan rahmat bagi semesta alam.
Katakanlah, 'Hanya sesungguhnya diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Esa. Apakah kamu orang-orang yang berserah diri?" (Alqur'an 21:105-108)

Jika kita mau merenungkan firman-firman Allah kepada para nabi-Nya ini, sesungguhnya mereka semua mengajak menyembah Allah yang satu atau esa yang disembah para nabi dan rasul-Nya
Karena tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan selain Dia, Allah Abraham, Allah Musa atau Robbi Musa, Allah Isa atau Tuhan Yesus, Dia-lah Allah Israel dan Allah Ismael serta Allah Muhammad
Karena apa-apa yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan dan buatan tangan-Nya, Dia-lah Raja Segala Raja, Dia-lah satu-satunya Tuhan yang menguasai kerajaan langit dan bumi
"Apakah engkau tidak mengetahui, sesungguhnya sujud kepada Allah siapa-siapa yang berada di langit dan siapa-siapa yang berada di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, binatang yang melata, dan banyak dari manusia. Dan banyak (pula) yang berhak azab atasnya. Barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak ada yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (Alqur-an 22:18)
Marilah kita saling menghormati dan memahami serta saling menguatkan dan bergandengan tangan meskipun kita berbeda agama namun semua tetap satu jua adanya karena semuanya diturunkan oleh Allah Tuhan semesta alam, Allah kita bersama
Maka janganlah kita menyakiti hati-Nya dengan melemahkan dan bahkan menghilangkan nur cahaya yang diturunkan kepada kita bersama, bukankah ada ungkapan yang menerangkan, 'janganlah sumbu yang telah pudar dimatikan, dan janganlah sayap yang telah patah diputuskan'
Marilah yang sakit kita obati, yang terserak kita satukan, yang tercecer kita kumpulkan, yang hilang kita cari, yang lupa kita ingatkan, yang luka-luka kita bebat, agar semua sembuh dan sehat kembali
Biar semua makhluk-Nya bisa bersorak-sorai bergembira ria, bersyukur dan memuji-muji serta membesarkan Tuhan Allah semesta alam, Yang Maha Kudus dan Maha Agung di langit dan di bumi

Senin, 21 Maret 2011

MENCARI ALLAH TUHAN YANG ESA, ALLAH BANGSA INDONESIA ALLAH SEMUA MAKHLUK

Bangsa Indonesia hidup di negara yang pluralis, bermacam suku, bangsa, warna kulit, bahasa, agama dan kepecayaan yang dianut anak-anak Puteri Indonesia atau Ibu Pertiwi Indonesia
Menggambarkan betapa kayanya Puteri Indonesia, namun sayangnya belum banyak yang bisa dikelola untuk kemaslahatan atau kebaikan dan kemakmuran bangsa Indonesia
Mungkinkah ini gambaran dari kurang bersyukurnya Puteri Indonesia akan nikmat -nikmat Allah yang menjadikan langit dan bumi seisinya sehingga rahmat dan berkat-Nya masih jauh dari kita
Ataukah kita banyak melupakan Dia dan tidak bersujud kepada-Nya yang menjadikan kita semua?
"Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air itu buah-buahan sebagai rezeki bagi kamu, dan Dia menundukkan bahtera bagi kamu supaya berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan bagi kamu matahari dan bulan yang terus menerus beredar, dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepada kamu segala apa yang kamu mohon kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sungguh zalim lagi ingkar" (Alqur'an 14:32-34)
"Dan hanya kepada Allah bersujud apa-apa yang di langit dan di bumi dari sekalian yang melata dan para malaikat, dan mereka tidak sombong. Mereka takut kepada Tuhan yang berkuasa atas mereka dan mereka melaksanakan apa-apa yang diperintahkan.
Allah berfirman: 'Jangan kamu adakan dua Tuhan; hanyasanya Dia adalah Tuhan yang Esa, maka hanya kepada-Ku hendaknya kamu takut. Dan bagi-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi dan bagi-Nya ketaatan selama-lamanya. Maka apakah kepada selain Allah kamu menyembah? (Alqur'an 16:49-52)

Marilah kita merajut kembali tali-tali kasih yang telah putus dan kita sambung kembali karena kita semua adalah makhluk-Nya dan umat-umat-Nya juga, yang berhak untuk hidup mendarma baktikan untuk kepentingan dan kemakmurkan bumi Pertiwi Indonesia
Kita singkirkan debu-debu yang menempel di hati kita, yang membutakan mata kita dan membuat telinga kita tuli tidak mendengarkan firman-firman Tuhan yang menyeru kepada jalan kebenaran
Perumpamaannya kita bangun bersama jembatan pelangi yang indah berwarna warni sehingga ada jalan penghubung antara langit dan bumi
Dengan bersujud bertasbih memuji Allah dan mengagungkan kebesaran dan keagungan Allah Tuhan semesta alam yang menguasai langit dan bumi seisinya
Bersyukur untuk berterima kasih kepada-Nya dengan mengeluarkan persembahan-persembahan yang berupa puji-pujian, sedekah, zakat, perpuluhan, korban-korban sembelihan ataupun bakaran harum-haruman untuk Tuhan Allah Yang Kudus, Allah semesta alam
Kita nyanyikan lagu yang merdu dengan nyanyian mazmur dan tarian rebana dengan bunyi kecapi dan gambus, seruling dan kendang yang nyaring
Seperti ketika Nabi Daud mengajak gunung-gunung dan burung-burung bertasbih bersamanya dan memuji-muji Allah dalam jemaah yang besar untuk memuji nama-Nya yang Tinggi Luhur
Sungai-sungai bertepuk tangan bersorak gembira, lautpun memperdengarkan suaranya, hutan-hutan dan pepohonan bernyanyi riang, hujan, angin, awan, salju memberikan yang terbaik untuk kita
Matahari, bulan, bintang-bintang, siang dan malam sebagai buatan tangan-Nya menebarkan rahmat dan berkat-Nya bagi alam semesta sehingga ada damai dan sejahtera di muka bumi-Nya


Kamis, 17 Maret 2011

HIDUP DI NEGERI PLURALIS INDONESIA, REPUBLIK CINTA SEMUA MAKHLUK

Alangkah indahnya negeriku Indonesia, negeri yang terdiri dari kepulauan besar dan kecil yang tersebar, dari Aceh hingga Merauke di Irian Jaya atau Papua
Bermacam suku bangsa, warna kulit, bahasa dan agama, berbagai macam binatang hutan ataupun dabbah/makhluk melata yang disebarkan Tuhan Allah semesta alam di bumi Ibu Pertiwi Indonesia
Musim kemarau dan musim penghujan bergantian menaungi Puteri Indonesia, dengan dihiasi gunung-gunung, sungai-sungai, hutan-hutan tropis dengan pohon-pohon yang beraneka ragam jenis dan buahnya
Negeri Indonesia yang permai di bawah naungan lambang burung garuda atau rajawali diharapkan dapat melindungi dan membesarkan anak-anaknya hingga bisa terbang ke angkasa dan bertengger di puncak-puncak gunung yang tinggi
Memang Negeri Indonesia atau Puteri Indonesia ditakdirkan Allah supaya hidupnya seperti burung garuda atau rajawali, dan bukannya hidup seperti burung unta di padang gurun sahara yang memang tidak diberi hikmah untuk menyayangi dan melindungi anak-anaknya
Karena telur burung unta dibiarkan dan ditinggalkan sendiri di padang pasir yang panas hawanya sehingga bisa menetas sendiri tanpa campur tangan induknya.

Diharapkan seperti apakah orang-orang atau pemimpin-pemimpin Indonesia sehingga dapat melindungi warganya yang beraneka ragam jenis makhluk-Nya yang ada di Republik Cinta?
Bukankah kata Alkitab jadilah seperti singa, simbol kekuatan dan kekuasaan ada padanya, semua binatang hutan tunduk dan takut kepadanya
Atau jadilah seperti burung rajawali, karena sayapnya yang lebar dapat terbang tinggi melintasi gunung-gunung dan cakarnya yang kuat sebagai simbol perlindungan
Damai dan tuluslah hatimu seperti burung merpati, serta cerdiklah seperti ular
Tertulis dalam Kitab Alqur'an jadilah seperti pohon yang tinggi banyak cabangnya dan rimbun daunnya, selalu menghasilkan buah pada setiap musimnya sehingga bisa melindungi dan memberi makan burung-burung yang bertengger di ranting-rantingnya dan makhluk-makhluk di bawahnya
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka memperoleh peringatan" (Alqur'an 14:24-25)
Maka jadilah seperti pohon kurma dan pohon anggur yang manis buahnya, pohon zaitun yang menghasilkan cahaya, pohon delima bagaikan permata, dan pohon-pohon yang harum baunya


Rabu, 16 Maret 2011

MENGENAL NEGERI TERJANJI PENUH SUSU DAN MADU BAGI BANI ISRAEL
DI PALESTINA-ISRAEL

Alangkah baiknya kalau kita mengingat bahwa Bani Israel sebagai anak keturunan Nabi Yakub cucu Nabi Ibrahim ini dahulunya berhijrah dan menetap menjadi orang asing di negeri Mesir disebabkan kemarau panjang dan kelaparan yang menimpa di tanah leluhurnya di Kanaan Palestina/Filistin
Setelah rentang perjalanan waktu yang panjang di Mesir, Bani Israel menjadi budak untuk membangun piramida-piramida Fir'aun yang tersohor di sana
Tentunya hidup mereka sangatlah susah sehingga Tuhan menurunkan Nabi Musa dan Nabi Harun agar membawa keluar dari tanah Mesir dan pulang kembali ke tanah asalnya di Kanaan Palestina
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atas kamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antara kamu, dan Dia jadikan kamu raja-raja dan diberikan-Nya kepadamu (anugerah) apa yang tidak diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain. Hai kaumku, masuklah kamu kebumi yang disucikan (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagi kamu, dan janganlah kamu lari ke belakang, maka kamu akan berbalik (menjadi) orang-orang yang merugi. Mereka berkata, 'Hai Musa, sesungguhnya di dalam negeri itu ada kaum penguasa sewenang-wenang dan sesungguhnya kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari padanya. Maka jika mereka keluar dari padanya sesungguhnya kami akan memasukinya. Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat kepada keduanya, 'Masuklah kamu ke pintu itu (buat melawan mereka), maka apabila kamu memasukinya, maka sesungguhnya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang-orang mukmin'. Mereka berkata, 'Hai Musa, sesungguhnya kami tidak akan memasukinya selama-lamanya, selama mereka ada di dalamnya. Maka pergilah engkau bersama Tuhanmu, maka berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami duduk di sini (menanti). Musa berkata, 'Hai Tuhanku, sesungguhnya aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan kaum yang fasik'. Allah berfirman, 'Maka sesungguhnya negeri itu terlarang atas mereka selama empat puluh tahun, mereka sesat (tidak tentu arah) di bumi, maka janganlah engkau putus asa atas kaum yang fasik itu'. (Alqur'an 5:20-26)

Begitulah Kitab Suci Alqur'an menjelaskan tentang tanah yang dijanjikan Tuhan untuk diberikan kepada Bani Israel sebagai anak cucu keturunan Nabi Ibrahim-Ishak-Yakub/Israel
Di kota Hebron di tanah suci Palestina makam keluarga besar Nabi Ibrahim dan Ibu Sara beserta Nabi Ishak dan Nabi Yakub/Israel serta keluarganya sampai sekarang dapat ditemui di sana
Sedangkan anak cucu keturunan Nabi Ibrahim-Ismael-Muhammad telah ditentukan sendiri untuk memakmurkan tanah Arab, dan di sana telah didirikan Bait Suci Ka'bah di Mekah bagi umat Islam
Bukankah makam Ibu Hajar/Hagar dan puteranya Nabi Ismael bisa dijumpai di Hijir Ismail di Ka'bah Rumah Suci Tuhan di Mekah yang dibangun Ibrahim dan Ismael?
Sedangkan makam Nabi Muhammad ditempatkan di Masjid Nabawi di Madinah yang begitu cantik dan anggunnya dan menjadi tempat tujuan yang kedua setelah mengunjungi mesjid yang pertama yaitu Masjidil Haram dengan Ka'bahnya yang sangat megah dan sangat indah di Mekah
Maka ada hadis yang meriwayatkan untuk mengunjungi mesjid yang ketiga yang terjauh yakni Masjidil Aqsha di Yerusalem, tempat Nabi Muhammad secara rohani melakukan isra' mi'raj
Namun sampai saat ini sayangnya masjid yang ketiga ini sangatlah sulit untuk dikunjungi karena masih menjadi silang sengketa antara Arab dan Israel yang sama-sama keturunan Nabi Ibrahim namun lain ibu
Maka kalau kita kembali kepada Alkitab dan Alqur'an akan terlihat dengan begitu terangnya untuk siapakah tanah terjanji Palestina dan Israel ini
Marilah kita kembali kepada firman-firman Allah yang telah diturunkan kepada para nabi dan rasul karena Allah memberikan Alkitab, Alhikmah, Annubuah, Taurat, Zabur, Injil, Alqur'an dan suhuf-suhuf atau lembaran-lembaran kitab suci lainnya kepada keluarga besar Ibrahim/Abraham
Maka takutlah kepada Tuhan Allah semesta alam, Allah Ibrahim, Allahnya orang-orang Israel sebagai Pemilik Bait Suci Yerusalem, Rumah Doa untuk segala bangsa, suku, agama dan bahasa.
Mari kita renungkan bersama, mari kita mencari wajah-Nya, janganlah menyakiti hati-Nya karena Nabi Yakub/Israel adalah umat pilihan-Nya dan umat yang dikasihi-Nya, umat Tuhan semuanya
PEMBANGUNAN BAIT SUCI YERUSALEM MEMBUKA BERKAT DI LANGIT DAN BUMI

Alangkah indahnya apabila Bait Suci Sulaiman/Salomon yang menjadi tempat suci ketiga agama Yahudi - Kristen - Islam di Yerusalem dibangun kembali sebagaimana dahulu kala ada
Sebaiknya kita semua mengingat janji Allah kepada Abraham/Ibrahim, Ishak dan Yakub/Israel; "Firman-Nya : 'Kepadamu akan Kuberi tanah Kanaan sebagai milik pusaka yang ditentukan bagimu" (1 Tawarih 16:18)
Alangkah baiknya kalau kita percaya bahwa tanah Kanaan dimana Bapa Abraham atau Nabi Ibrahim tinggal bersama Ibu Sara dengan putranya Ishak dan cucunya Yakub/Israel adalah memang menjadi tempat tinggal yang ditentukan Allah bagi mereka
Ketika Nabi Ibrahim berpindah dari Ur Kasdim di negeri Irak menuju tanah Kanaan, di sana di puncak gunung suci Sion sudah terdapat Bait Suci Tuhan Allah semesta alam, Allahnya Imam Agung Melkisedek
Nabi Ibrahim juga memberikan persembahan kepada Bait Suci Tuhan di Yerusalem tersebut ketika berhasil memenangkan peperangan, dan juga korban sembelihan untuk Ishak disanalah tempatnya
Sampai saat ini makam Nabi Ibrahim dan Ibu Sara, Nabi Ishak, Nabi Yakub/Israel beserta keluarganya berada di masjid kota Hebron yang dahulu kala berada di Gua Mahpela

Sesungguhnya betapa bijaksananya Nabi Ibrahim yang menempatkan sebagian anggota keluarganya yakni anaknya yang bernama Ismael dari isterinya yang bernama Ibu Hajar/Hagar di Mekah Arab
Disana dibangunkan Bait Suci Masjidil Haram dengan Ka'bah sebagai pusat agama Islam terutama untuk melakukan ibadah haji, disanalah tempat makam Ibu Hajar dan Nabi Ismael di Hijir Ismael
Memang Nabi Ibrahim berdoa untuk anaknya yang dari keturunan seorang hamba sahaya dari Arab Mesir ini diberi tempat tersendiri dan diturunkan Nabi tersendiri di tanah Arab
Betapa megahnya Bait Suci Mekah, setiap tahun pada musim haji dikunjungi umat muslim dari seluruh dunia jumlahnya lebih dari tiga juta orang, masing-masing dengan membawa korban sembelihan berupa seekor kambing atau domba
Bisa dibayangkan Gunung Jabal Rahmah di Arab akan dipenuhi dengan kambing domba korban sembelihan untuk Tuhan Allah Abraham/Ibrahim, Allahnya orang-orang Arab
Sedangkan makam Nabi Muhammad yang asli orang Arab keturunan Nabi Ismael berada di masjid Nabawi yang sangat anggun dan indah di Madinah
Kalau direnungkan Bait Suci Mekah untuk keturunan Nabi Ismael atau orang Arab itu begitu indahnya, lalu dimana Bait Suci Yerusalem untuk keturunan Nabi Ishak dan Nabi Yakub atau Bani Israel tersebut?
Seharusnya Bait Suci Yerusalem bagi umat Yahudi lebih indah dan lebih anggun serta lebih perkasa karena keturunan Nabi Ibrahim dari isteri yang utama dan merdeka, dan bukan keturunan dari seorang hamba sahaya
Mari kita bangunkan Kota Suci Yerusalem agar menjadi kota yang terindah, terpuja dan termulia menjadi kota impian alam semesta seperti zaman dahulu kala, menjadi Rumah Doa Bagi Segala Bangsa, Bahasa dan Agama
Kita jadikan kota tersebut aman damai dan sejahtera sehingga layak dikunjungi umat Tuhan dari seluruh dunia
Tapi sayangnya hingga saat ini Bait Suci Yerusalem masih banyak menyisakan reruntuhannya dan belum dibangunkan lagi, seharusnya kemegahannya melebihi yang ada di Arab Saudi
Alangkah indahnya seandainya Tembok Ratapan dibangun sehingga umat Tuhan bisa bermazmur bernyanyi menari riang gembira dengan iringan rebana kecapi yang merdu dan gambus sepuluh tali

Selasa, 15 Maret 2011

TERORIS BOM BUKU MERUPAKAN TENTARA-TENTARA KEGELAPAN/SYAITAN

Mungkin saat inilah yang disebut zaman akhir yang disebutkan dalam Kitab-Kitab Suci Tuhan dimana bangsa-bangsa mengalami banyak cobaan/ujian yang berat berupa berbagai bencana yang sedang melanda dunia, seakan akan kita sedang melakukan peperangan rohani
Tuhan menciptakan manusia dari tanah sebagai makhluk jasmani yang hidup di siang hari untuk mencari rezeki, sedangkan pada malam hari untuk beristirahat atau tidur di malam hari
Dan Tuhan menciptakan makhluk yang hidup di malam hari, seperti singa, serigala, harimau, ular, burung hantu dan makhluk buas lainnya yang hidupnya di hutan
Disamping itu Tuhan menciptakan malaikat, jin, iblis, syetan dan lain-lain yang sifatnya rohani karena dibuat dari nur/cahaya atau api sebagai makhluk terang dan makhluk malam/kegelapan
Tuhan yang menciptakan matahari sebagai penerang di siang hari, dan menciptakan bulan dan bintang-bintang sebagai penerang di malam hari
Maka makhluk siang dan makhluk malam adalah buatan tangan-Nya, yang dipergilirkan secara bergantian untuk memakmurkan bumi dan langit-Nya, disamping sebagai alat untuk memenuhi firman-firman-Nya atau sebaliknya untuk mengingkari perintah-perintah-Nya
Balasan dimasukkan ke surga bagi makhluk yang memenuhi perintah-perintah-Nya, sebaliknya akan dimasukkan ke neraka bagi yang mengingkari ayat-ayat-Nya

Bukankah bagi manusia sebaiknya diberi tangguh atau tempo agar bisa bertaubat dan memohon ampun kepada Tuhan untuk menebus dosa dan kesalahannya?
Janganlah cepat menghakimi karena Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang kepada makhluk-Nya, biarlah kita serahkan saja kepada-Nya, bukanlah memberi maaf lebih baik daripada membalas?
Atau biarlah hakim yang menilai dan memutuskan karena pemerintah adalah sebagai alat/wakil dari Tuhan, untuk menjalankan kebenaran dan keadilan di bumi
Janganlah menuruti keinginan iblis dan syetan yang mengajak membuat kerusakan atau teror di muka bumi sehingga menimbulkan ketakutan, luka-luka dan penyakit, kehausan, kelaparan dll
Memang makhluk-Nya yang menguasai kegelapan atau tentara syaitan/hizbuz syaiton sangat menyukai hal-hal yang mengerikan, memalukan, merugikan, menyusahkan dan lain-lain penderitaan bagi makhluk Tuhan
Sedangkan manusia sebagai makhluk-Nya yang hidup di siang hari diharapkan menjadi makhluk-Nya yang terang, harus berjalan di atas jalan yang lurus atau kebenaran, mengasihi sesama makhluk Tuhan, menolong yang miskin dan lemah, berbuat amal saleh/kebajikan, tidak berbuat kejahatan/kerusakan
Mereka inilah yang disebut tentara-tentara Allah/hizbullah sebagaimana Isa bin Maryam mengajak kaum Hawariyyin sebagai penolong Allah dalam menegakkan agama Kristen/Nasrani
Atau seperti kaum Ansor dan Muhajirin yang menjadi penolong Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Allah yaitu agama Islam
Dan Nabi Musa, Daud dan Sulaiman dan pengikutnya dari Bani Israel juga sebagai penolong Allah atau tentara Allah dalam menegakkan agama Allah yaitu agama Yahudi
Karena agama Kristen, agama Islam dan agama Yahudi semuanya agama Allah, sebab Dia-lah Allah Tuhan semesta alam yang menguasai tempat terbit matahari dan tempat terbenamnya, utara-selatan barat dan timur Dia-lah Yang Punya, kerajaan siang dan kerajaan malam Dia Pemiliknya
Maka takutlah kepada-Nya wahai semua makhluk-Nya, besarkanlah dan agungkanlah nama-Nya Yang Tinggi Luhur, Dia-lah Allah Abraham - Musa - Isa - Muhammad dan para nabi/rasul lainnya