Kamis, 24 Februari 2011

MERAJUT TENUN HARMONI ANTARA BANI ISMAEL (ARAB) DAN BANI ISRAEL (YAHUDI)

Alangkah baiknya kalau kita mengingat asal mula persaudaraan kita terjadi karena adanya tali hubungan darah yang erat dari Bapa Abraham/Ibrahim
Dari Ibu Sara menurunkan Bani Israel atau orang-orang Yahudi, sedangkan dari Ibu Hagar/Hajar menurunkan Bani Ismael atau orang-orang Arab
Dari kedua jalur satu bapa lain ibu ini menurunkan raja-raja atau pemimpin-pemimpin di negeri-negeri Arab di Asia-Afrika dan presiden-presiden atau orang-orang terkemuka di Eropa dan Amerika
Anak cucu keturunan Abraham/Ibrahim ini bagaikan matahari yang menerangi di siang hari, dan bagaikan bulan dan bintang-bintang yang menerangi di malam hari
Dengan peradaban Islam yang menyebar ke belahan dunia bagian timur, dan peradaban Kristen dan Yahudi yang menyebar ke belahan dunia barat
Sesungguhnya janganlah dibenturkan dan dipertentangkan antara kedua peradaban itu karena akan menyebabkan pudarnya sinar-sinar yang ada padanya
Sebaliknya satukanlah nur-nur/cahayanya agar terang benderang, biarlah mereka semua menyinari sebagai pedoman dan petunjuk agar semua bisa tetap berjalan di atas jalan kebenaran
Bukankah anak cucu keturunan Abraham/Ibrahim ini bagaikan debu pasir laut tak tertakar dan terhitung banyaknya, dan bagaikan bintang-bintang tersebar di langit yang tak terbilang jumlahnya?
Mereka semuanya mempunyai garis lintasannya sendiri-sendiri sehingga antara bintang-bintang yang beredar di langit itu tidak pernah bertabrakan

Sebaiknya kita mengingat kembali akan janji Allah kepada Abraham/Ibrahim setelah ia disuruh mengorbankan anaknya namun kemudian diganti dengan korban seekor kambing oleh Tuhan
"Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, kata-Nya: 'Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri - demikianlah firman Tuhan - : Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." (Kejadian 22:15-18)
Dan suara tangisan Hagar/Hajar dan Ismael yang ditempatkan di padang pasir yang tidak ada tanam-tanamannya juga didengar oleh Tuhan
"Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: 'Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar. Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir." (Kejadian 21:17-21)
Alangkah indahnya kisah keluarga besar Bapa Abraham atau Nabi Ibrahim dengan kedua isterinya ini, dari anak keturunan mereka diangkat menjadi raja-raja dan orang-orang besar di muka bumi
Agar mereka menjadi kholifah atau pemimpin-pemimpin di muka bumi-Nya, dengan berpakaian kebenaran dan berjubah keadilan untuk membuat makmur, aman damai dan sejahtera

Tidak ada komentar:

Posting Komentar