ADAKAH ALLAH MENURUNKAN NABI LAGI SETELAH NABI MUHAMMAD?
Sesungguhnya Allah Tuhan semesta alam telah berfirman kepada Nabi Musa akan datangnya seorang nabi dan rasul yang ummi kepada Bani Israel demikian :
"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya di waktu yang telah Kami tentukan, maka tatkala goncangan bumi menimpa mereka, Musa berkata, 'Ya Tuhanku, kalau Engkau menghendaki Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau hendak membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang bodoh di antara kami? Itu tiada lain kecuali cobaan-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau beri petunjuk kepada siapa Engkau kehendaki, Engkaulah Pemimpin kami maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah sebaik-baik Pemberi ampun.
Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat, sesungguhnya kami kembali kepada-Mu. Allah berfirman, 'Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Sebab itu akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk mereka yang bertakwa, mereka yang menunaikan zakat dan mereka yang beriman kepada ayat-ayat Kami,
orang-orang yang mengikuti Rasul Nabi yang ummi, yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka; dia menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan atas mereka segala yang kotor dan melepaskan mereka dari belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan besertanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat, sesungguhnya kami kembali kepada-Mu. Allah berfirman, 'Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Sebab itu akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk mereka yang bertakwa, mereka yang menunaikan zakat dan mereka yang beriman kepada ayat-ayat Kami,
orang-orang yang mengikuti Rasul Nabi yang ummi, yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka; dia menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan atas mereka segala yang kotor dan melepaskan mereka dari belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan besertanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Katakanlah, 'Hai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian, Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. Tidak ada Tuhan selain Dia, Dia yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya; Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada firman-firman-Nya dan ikutilah dia supaya kamu mendapat petunjuk" (Qur'an 7:155-159)
Tentang kesucian Maryam yang akan melahirkan Almasih Isa putera Maryam seorang Nabi dan Rasul yang diturunkan untuk Bani Israel dijelaskan dalam Kitab Qur'an demikian :
"Dan (ingatlah) ketika malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih engkau, mensucikan dan melebihkan engkau atas sekalian perempuan yang ada di dalam alam.
Hai Maryam, patuhlah engkau pada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku' (Qur'an 3:42-43)
"(ingatlah) ketika malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan perkataan dari Allah namanya Almasih Isa putra Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan salah seorang daripada orang-orang yang dekat (kepada Allah),
dan dia akan bercakap-cakap dengan manusia dalam buaian dan ketika dewasa, dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh.
Maryam berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mendapat seorang anak, sedang aku belum pernah disentuh oleh manusia'. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, apabila Dia memutuskan sesuatu maka Dia hanya cukup berkata kepadanya, 'jadilah' maka jadilah dia.
Dan Dia mengajarkan kepadanya kitab, hikmah Taurat dan Injil,
dan menjadi rasul kepada Bani Israel (yang berkata), 'Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu bahwa aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi burung dengan izin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta dan yang berpenyakit lepra, dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku mengabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda bagi kamu jika kamu sungguh-sungguh beriman.
Dan (aku) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian daripada apa yang telah diharamkan atas kamu, dan aku bawa kepadamu suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus" (Qur'an 3:45-51)
Sedangkan Nabi Isa atau Yesus mengingatkan kepada Bani Israel akan datangnya seorang Rasul ;
Masing-masing nabi dan rasul membawa risalahnya yang diturunkan kepada kaumnya, dan memberi kabar gembira dan kabar peringatan agar masing-masing selalu berada di dalam kebenaran dan di atas jalan yang lurus.
Maka marilah kita semua kembali kepada Allah Tuhan semesta alam dan berserah diri kepada-Nya, karena DIA adalah TUHAN ALLAH semesta alam yang mempunyai kerajaan di langit dan di bumi, Dia-lah satu-satunya yang berhak kita sembah, tiada Tuhan selain Allah, DIA tempat kita semua memohon pengampuan/tobat dan pertolongan-Nya.
Tentang kesucian Maryam yang akan melahirkan Almasih Isa putera Maryam seorang Nabi dan Rasul yang diturunkan untuk Bani Israel dijelaskan dalam Kitab Qur'an demikian :
"Dan (ingatlah) ketika malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih engkau, mensucikan dan melebihkan engkau atas sekalian perempuan yang ada di dalam alam.
Hai Maryam, patuhlah engkau pada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku' (Qur'an 3:42-43)
"(ingatlah) ketika malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan perkataan dari Allah namanya Almasih Isa putra Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan salah seorang daripada orang-orang yang dekat (kepada Allah),
dan dia akan bercakap-cakap dengan manusia dalam buaian dan ketika dewasa, dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh.
Maryam berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mendapat seorang anak, sedang aku belum pernah disentuh oleh manusia'. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, apabila Dia memutuskan sesuatu maka Dia hanya cukup berkata kepadanya, 'jadilah' maka jadilah dia.
Dan Dia mengajarkan kepadanya kitab, hikmah Taurat dan Injil,
dan menjadi rasul kepada Bani Israel (yang berkata), 'Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu bahwa aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi burung dengan izin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta dan yang berpenyakit lepra, dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku mengabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda bagi kamu jika kamu sungguh-sungguh beriman.
Dan (aku) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian daripada apa yang telah diharamkan atas kamu, dan aku bawa kepadamu suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Sesungguhnya Allah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus" (Qur'an 3:45-51)
Sedangkan Nabi Isa atau Yesus mengingatkan kepada Bani Israel akan datangnya seorang Rasul ;
"Dan (ingatlah) ketika Isa Putera Maryam berkata, 'Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan apa yang sebelumnya dari Taurat, pemberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku namanya Ahmad'. Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan, mereka berkata, 'Ini adalah sihir yang nyata'
(Qur'an 61:6)
Dan Allah membuat perumpamaan tentang Nabi Muhammad dan agama Islam demikian:
"Muhammad adalah utusan Allah. Dan orang-orang yang ada besertanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir dan sayang menyayangi di antara sesamanya. Engkau lihat mereka ruku' dan sujud mengharapkan karunia Allah dan ridha-Nya, tanda-tanda mereka ada di wajahnya tampak bekas sujud. Demikianlah perumpamaan mereka di dalam Taurat; sedang perumpamaannya di dalam Injil adalah seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, lalu bertambah kuat dan bertambah besar, tegak lurus pada batangnya, menjadikan orang-orang kafir marah kepada mereka. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal saleh dari mereka ampunan dan pahala yang besar" (Qur'an 48:29)
Sesungguhnya Alkitab yang dibawa Musa (Taurat), Isa (Injil) dan Muhammad (Qur'an) dan para nabi dan rasul yang lainnya yang berupa hikmah, Zabur atau lembaran-lembaran kitab suci, annubuah/nubuatan dan lain-lainnya merupakan cahaya/nur yang dikaruniakan Allah kepada semua umat-Nya.Dan Allah membuat perumpamaan tentang Nabi Muhammad dan agama Islam demikian:
"Muhammad adalah utusan Allah. Dan orang-orang yang ada besertanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir dan sayang menyayangi di antara sesamanya. Engkau lihat mereka ruku' dan sujud mengharapkan karunia Allah dan ridha-Nya, tanda-tanda mereka ada di wajahnya tampak bekas sujud. Demikianlah perumpamaan mereka di dalam Taurat; sedang perumpamaannya di dalam Injil adalah seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, lalu bertambah kuat dan bertambah besar, tegak lurus pada batangnya, menjadikan orang-orang kafir marah kepada mereka. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal saleh dari mereka ampunan dan pahala yang besar" (Qur'an 48:29)
Masing-masing nabi dan rasul membawa risalahnya yang diturunkan kepada kaumnya, dan memberi kabar gembira dan kabar peringatan agar masing-masing selalu berada di dalam kebenaran dan di atas jalan yang lurus.
Maka marilah kita semua kembali kepada Allah Tuhan semesta alam dan berserah diri kepada-Nya, karena DIA adalah TUHAN ALLAH semesta alam yang mempunyai kerajaan di langit dan di bumi, Dia-lah satu-satunya yang berhak kita sembah, tiada Tuhan selain Allah, DIA tempat kita semua memohon pengampuan/tobat dan pertolongan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar