MENGENAL AGAMA YAHUDI - KRISTEN - ISLAM SEBAGAI AGAMA ALLAH
Memang Tuhan Allah semesta alam menciptakan umat manusia yang bermacam-macam suku, bangsa, bahasa, agama agar mereka tetap bisa bersatu dan saling menghormati dalam perbedaan
Masing-masing mempunyai nabi dan rasul untuk diikuti dan diteladani/dicontoh dengan berpedoman kepada risalah agama yang dibawanya agar tetap di dalam jalan lurus atau kebenaran
Perumpamaan para nabi dan rasul bagaikan nur atau cahaya matahari, bulan dan bintang-bintang yang masing-masing mempunyai garis lintasan sendiri-sendiri sehingga tidak ada yang bertabrakan
Sesungguhnya para nabi dan rasul semuanya diciptakan oleh Allah Tuhan semesta alam, Allah yang menguasai siang dan malam, Allah yang membuat terang dan gelap, Dia-lah Allah segala makhluk
Allah mengutus para nabi dan rasul sebagai rahmatan lil 'alamin atau rahmat bagi seluruh alam, maka janganlah masing-masing merasa lebih baik dan lebih benar serta lebih lengkap ajarannya, ataupun merasa lebih besar dan lebih kuat sehingga cenderung melemahkan yang lainnya
Bukankah mereka semua adalah seperti cahaya yang menerangi umatnya sendiri-sendiri agar tetap bisa berjalan dikala bumi kelam pekat dan awan mendung yang sangat tebal menyelubungi langit
"Dan sungguh Kami telah menetapkan di dalam Zabur sesudah peringatan (Taurat) bahwa sesungguhnya bumi akan diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh.
Sesungguhnya di dalam ini (Alqur'an) adalah petunjuk yang lengkap bagi kaum yang memperhambakan diri kepada Allah.
Dan Kami tiada mengutusmu melainkan rahmat bagi semesta alam.
Katakanlah, 'Hanya sesungguhnya diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Esa. Apakah kamu orang-orang yang berserah diri?" (Alqur'an 21:105-108)
Jika kita mau merenungkan firman-firman Allah kepada para nabi-Nya ini, sesungguhnya mereka semua mengajak menyembah Allah yang satu atau esa yang disembah para nabi dan rasul-Nya
Karena tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan selain Dia, Allah Abraham, Allah Musa atau Robbi Musa, Allah Isa atau Tuhan Yesus, Dia-lah Allah Israel dan Allah Ismael serta Allah Muhammad
Karena apa-apa yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan dan buatan tangan-Nya, Dia-lah Raja Segala Raja, Dia-lah satu-satunya Tuhan yang menguasai kerajaan langit dan bumi
"Apakah engkau tidak mengetahui, sesungguhnya sujud kepada Allah siapa-siapa yang berada di langit dan siapa-siapa yang berada di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, binatang yang melata, dan banyak dari manusia. Dan banyak (pula) yang berhak azab atasnya. Barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak ada yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (Alqur-an 22:18)
Marilah kita saling menghormati dan memahami serta saling menguatkan dan bergandengan tangan meskipun kita berbeda agama namun semua tetap satu jua adanya karena semuanya diturunkan oleh Allah Tuhan semesta alam, Allah kita bersama
Maka janganlah kita menyakiti hati-Nya dengan melemahkan dan bahkan menghilangkan nur cahaya yang diturunkan kepada kita bersama, bukankah ada ungkapan yang menerangkan, 'janganlah sumbu yang telah pudar dimatikan, dan janganlah sayap yang telah patah diputuskan'
Marilah yang sakit kita obati, yang terserak kita satukan, yang tercecer kita kumpulkan, yang hilang kita cari, yang lupa kita ingatkan, yang luka-luka kita bebat, agar semua sembuh dan sehat kembali
Biar semua makhluk-Nya bisa bersorak-sorai bergembira ria, bersyukur dan memuji-muji serta membesarkan Tuhan Allah semesta alam, Yang Maha Kudus dan Maha Agung di langit dan di bumi
Memang Tuhan Allah semesta alam menciptakan umat manusia yang bermacam-macam suku, bangsa, bahasa, agama agar mereka tetap bisa bersatu dan saling menghormati dalam perbedaan
Masing-masing mempunyai nabi dan rasul untuk diikuti dan diteladani/dicontoh dengan berpedoman kepada risalah agama yang dibawanya agar tetap di dalam jalan lurus atau kebenaran
Perumpamaan para nabi dan rasul bagaikan nur atau cahaya matahari, bulan dan bintang-bintang yang masing-masing mempunyai garis lintasan sendiri-sendiri sehingga tidak ada yang bertabrakan
Sesungguhnya para nabi dan rasul semuanya diciptakan oleh Allah Tuhan semesta alam, Allah yang menguasai siang dan malam, Allah yang membuat terang dan gelap, Dia-lah Allah segala makhluk
Allah mengutus para nabi dan rasul sebagai rahmatan lil 'alamin atau rahmat bagi seluruh alam, maka janganlah masing-masing merasa lebih baik dan lebih benar serta lebih lengkap ajarannya, ataupun merasa lebih besar dan lebih kuat sehingga cenderung melemahkan yang lainnya
Bukankah mereka semua adalah seperti cahaya yang menerangi umatnya sendiri-sendiri agar tetap bisa berjalan dikala bumi kelam pekat dan awan mendung yang sangat tebal menyelubungi langit
"Dan sungguh Kami telah menetapkan di dalam Zabur sesudah peringatan (Taurat) bahwa sesungguhnya bumi akan diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh.
Sesungguhnya di dalam ini (Alqur'an) adalah petunjuk yang lengkap bagi kaum yang memperhambakan diri kepada Allah.
Dan Kami tiada mengutusmu melainkan rahmat bagi semesta alam.
Katakanlah, 'Hanya sesungguhnya diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Esa. Apakah kamu orang-orang yang berserah diri?" (Alqur'an 21:105-108)
Jika kita mau merenungkan firman-firman Allah kepada para nabi-Nya ini, sesungguhnya mereka semua mengajak menyembah Allah yang satu atau esa yang disembah para nabi dan rasul-Nya
Karena tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan selain Dia, Allah Abraham, Allah Musa atau Robbi Musa, Allah Isa atau Tuhan Yesus, Dia-lah Allah Israel dan Allah Ismael serta Allah Muhammad
Karena apa-apa yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan dan buatan tangan-Nya, Dia-lah Raja Segala Raja, Dia-lah satu-satunya Tuhan yang menguasai kerajaan langit dan bumi
"Apakah engkau tidak mengetahui, sesungguhnya sujud kepada Allah siapa-siapa yang berada di langit dan siapa-siapa yang berada di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, binatang yang melata, dan banyak dari manusia. Dan banyak (pula) yang berhak azab atasnya. Barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak ada yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (Alqur-an 22:18)
Marilah kita saling menghormati dan memahami serta saling menguatkan dan bergandengan tangan meskipun kita berbeda agama namun semua tetap satu jua adanya karena semuanya diturunkan oleh Allah Tuhan semesta alam, Allah kita bersama
Maka janganlah kita menyakiti hati-Nya dengan melemahkan dan bahkan menghilangkan nur cahaya yang diturunkan kepada kita bersama, bukankah ada ungkapan yang menerangkan, 'janganlah sumbu yang telah pudar dimatikan, dan janganlah sayap yang telah patah diputuskan'
Marilah yang sakit kita obati, yang terserak kita satukan, yang tercecer kita kumpulkan, yang hilang kita cari, yang lupa kita ingatkan, yang luka-luka kita bebat, agar semua sembuh dan sehat kembali
Biar semua makhluk-Nya bisa bersorak-sorai bergembira ria, bersyukur dan memuji-muji serta membesarkan Tuhan Allah semesta alam, Yang Maha Kudus dan Maha Agung di langit dan di bumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar