MENCARI ALLAH TUHAN YANG ESA, ALLAH BANGSA INDONESIA ALLAH SEMUA MAKHLUK
Bangsa Indonesia hidup di negara yang pluralis, bermacam suku, bangsa, warna kulit, bahasa, agama dan kepecayaan yang dianut anak-anak Puteri Indonesia atau Ibu Pertiwi Indonesia
Menggambarkan betapa kayanya Puteri Indonesia, namun sayangnya belum banyak yang bisa dikelola untuk kemaslahatan atau kebaikan dan kemakmuran bangsa Indonesia
Mungkinkah ini gambaran dari kurang bersyukurnya Puteri Indonesia akan nikmat -nikmat Allah yang menjadikan langit dan bumi seisinya sehingga rahmat dan berkat-Nya masih jauh dari kita
Ataukah kita banyak melupakan Dia dan tidak bersujud kepada-Nya yang menjadikan kita semua?
"Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air itu buah-buahan sebagai rezeki bagi kamu, dan Dia menundukkan bahtera bagi kamu supaya berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan bagi kamu matahari dan bulan yang terus menerus beredar, dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepada kamu segala apa yang kamu mohon kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sungguh zalim lagi ingkar" (Alqur'an 14:32-34)
"Dan hanya kepada Allah bersujud apa-apa yang di langit dan di bumi dari sekalian yang melata dan para malaikat, dan mereka tidak sombong. Mereka takut kepada Tuhan yang berkuasa atas mereka dan mereka melaksanakan apa-apa yang diperintahkan.
Allah berfirman: 'Jangan kamu adakan dua Tuhan; hanyasanya Dia adalah Tuhan yang Esa, maka hanya kepada-Ku hendaknya kamu takut. Dan bagi-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi dan bagi-Nya ketaatan selama-lamanya. Maka apakah kepada selain Allah kamu menyembah? (Alqur'an 16:49-52)
Marilah kita merajut kembali tali-tali kasih yang telah putus dan kita sambung kembali karena kita semua adalah makhluk-Nya dan umat-umat-Nya juga, yang berhak untuk hidup mendarma baktikan untuk kepentingan dan kemakmurkan bumi Pertiwi Indonesia
Kita singkirkan debu-debu yang menempel di hati kita, yang membutakan mata kita dan membuat telinga kita tuli tidak mendengarkan firman-firman Tuhan yang menyeru kepada jalan kebenaran
Perumpamaannya kita bangun bersama jembatan pelangi yang indah berwarna warni sehingga ada jalan penghubung antara langit dan bumi
Dengan bersujud bertasbih memuji Allah dan mengagungkan kebesaran dan keagungan Allah Tuhan semesta alam yang menguasai langit dan bumi seisinya
Bersyukur untuk berterima kasih kepada-Nya dengan mengeluarkan persembahan-persembahan yang berupa puji-pujian, sedekah, zakat, perpuluhan, korban-korban sembelihan ataupun bakaran harum-haruman untuk Tuhan Allah Yang Kudus, Allah semesta alam
Kita nyanyikan lagu yang merdu dengan nyanyian mazmur dan tarian rebana dengan bunyi kecapi dan gambus, seruling dan kendang yang nyaring
Seperti ketika Nabi Daud mengajak gunung-gunung dan burung-burung bertasbih bersamanya dan memuji-muji Allah dalam jemaah yang besar untuk memuji nama-Nya yang Tinggi Luhur
Sungai-sungai bertepuk tangan bersorak gembira, lautpun memperdengarkan suaranya, hutan-hutan dan pepohonan bernyanyi riang, hujan, angin, awan, salju memberikan yang terbaik untuk kita
Matahari, bulan, bintang-bintang, siang dan malam sebagai buatan tangan-Nya menebarkan rahmat dan berkat-Nya bagi alam semesta sehingga ada damai dan sejahtera di muka bumi-Nya
Bangsa Indonesia hidup di negara yang pluralis, bermacam suku, bangsa, warna kulit, bahasa, agama dan kepecayaan yang dianut anak-anak Puteri Indonesia atau Ibu Pertiwi Indonesia
Menggambarkan betapa kayanya Puteri Indonesia, namun sayangnya belum banyak yang bisa dikelola untuk kemaslahatan atau kebaikan dan kemakmuran bangsa Indonesia
Mungkinkah ini gambaran dari kurang bersyukurnya Puteri Indonesia akan nikmat -nikmat Allah yang menjadikan langit dan bumi seisinya sehingga rahmat dan berkat-Nya masih jauh dari kita
Ataukah kita banyak melupakan Dia dan tidak bersujud kepada-Nya yang menjadikan kita semua?
"Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air itu buah-buahan sebagai rezeki bagi kamu, dan Dia menundukkan bahtera bagi kamu supaya berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan bagi kamu matahari dan bulan yang terus menerus beredar, dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepada kamu segala apa yang kamu mohon kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sungguh zalim lagi ingkar" (Alqur'an 14:32-34)
"Dan hanya kepada Allah bersujud apa-apa yang di langit dan di bumi dari sekalian yang melata dan para malaikat, dan mereka tidak sombong. Mereka takut kepada Tuhan yang berkuasa atas mereka dan mereka melaksanakan apa-apa yang diperintahkan.
Allah berfirman: 'Jangan kamu adakan dua Tuhan; hanyasanya Dia adalah Tuhan yang Esa, maka hanya kepada-Ku hendaknya kamu takut. Dan bagi-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi dan bagi-Nya ketaatan selama-lamanya. Maka apakah kepada selain Allah kamu menyembah? (Alqur'an 16:49-52)
Marilah kita merajut kembali tali-tali kasih yang telah putus dan kita sambung kembali karena kita semua adalah makhluk-Nya dan umat-umat-Nya juga, yang berhak untuk hidup mendarma baktikan untuk kepentingan dan kemakmurkan bumi Pertiwi Indonesia
Kita singkirkan debu-debu yang menempel di hati kita, yang membutakan mata kita dan membuat telinga kita tuli tidak mendengarkan firman-firman Tuhan yang menyeru kepada jalan kebenaran
Perumpamaannya kita bangun bersama jembatan pelangi yang indah berwarna warni sehingga ada jalan penghubung antara langit dan bumi
Dengan bersujud bertasbih memuji Allah dan mengagungkan kebesaran dan keagungan Allah Tuhan semesta alam yang menguasai langit dan bumi seisinya
Bersyukur untuk berterima kasih kepada-Nya dengan mengeluarkan persembahan-persembahan yang berupa puji-pujian, sedekah, zakat, perpuluhan, korban-korban sembelihan ataupun bakaran harum-haruman untuk Tuhan Allah Yang Kudus, Allah semesta alam
Kita nyanyikan lagu yang merdu dengan nyanyian mazmur dan tarian rebana dengan bunyi kecapi dan gambus, seruling dan kendang yang nyaring
Seperti ketika Nabi Daud mengajak gunung-gunung dan burung-burung bertasbih bersamanya dan memuji-muji Allah dalam jemaah yang besar untuk memuji nama-Nya yang Tinggi Luhur
Sungai-sungai bertepuk tangan bersorak gembira, lautpun memperdengarkan suaranya, hutan-hutan dan pepohonan bernyanyi riang, hujan, angin, awan, salju memberikan yang terbaik untuk kita
Matahari, bulan, bintang-bintang, siang dan malam sebagai buatan tangan-Nya menebarkan rahmat dan berkat-Nya bagi alam semesta sehingga ada damai dan sejahtera di muka bumi-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar