MENGENAL AGAMA YAHUDI SEBAGAI AGAMA KETURUNAN NABI YAKUB/ISRAEL
Alangkah bijaksana kalau kita dapat membuka mata untuk melihat kenyataan yang sebenarnya, membuka telinga agar bisa mendengar firman-firman Allah, dan membuka hati sehingga bisa memahami dengan akal pikiran kita bahwa agama Yahudi adalah agama yang benar dari Allah
Bukankah selama ini kita perumpamaannya hanya mendengar sayup-sayup dari jauh seperti suara burung merpati sehingga tidak terdengar, maka kita tidak dapat memahami agama Nabi Musa ini
Seakan-akan Kitab Taurat yang dibawa Nabi Musa ini bagi kita seperti kitab yang termeterai, sehingga tidak dapat dibaca bagi orang yang bisa membaca dan melihat, apalagi bagi orang yang ummi atau tidak dapat membaca malahan hampir tidak tersentuh sama sekali
Perumpamaannya dalam Alqur'an bagi orang-orang yang dibebani dengan kitab-kitab suci tetapi tidak dapat melakukannya adalah seperti keledai yang membawa beban-beban yang berat di punggungnya sehingga tidak mengerti dan memahami firman-firman Allah di dalamnya
Betapa baiknya kalau kita bisa menyunat kulit khatan hati dan telinga kita sehingga kita bisa membuka tutupan yang menutupnya atau kotoran yang melekat di dalamnya, maka semua bisa melihat dan membuka mata hati bahwa ayat-ayat Allah yang dibawa para nabi dan rasul itu benar adanya
Sungguh kita semua sepertinya memerlukan kedatangan seorang Mesias atau seorang utusan Allah baik ia berupa manusia maupun malaikat ataupun makhluk yang lain yang bisa menjelaskan ini, agar selubung awan mendung yang menudungi antara langit dan bumi ini bisa disingkapkan
Bukankah kalau kabut yang menyelubungi langit ini begitu tebalnya akan membuat manusia di bumi seperti berjalan di kegelapan malam tanpa adanya cahaya rembulan dan bintang yang menyinarinya sehingga banyak yang tersandung jatuh dan luka-luka tidak ada yang bisa mengobati? Atau perumpamaannya kita semua berjalan di siang hari namun matahari tertutup awan tebal yang menyelimuti, bukankah kita akan kegelapan juga sehingga bisa tersandung jatuh dan mati?
Sesungguhnya Tuhan Allah semesta alam, Allah Yakub/Israel telah menurunkan para nabi dan rasul dari Bani Israel keturunan Nabi Ibrahim/Abraham dengan Ibu Sara ini menjadi penjelas dan pemberi kabar baik dan peringatan bagi manusia
Agar penduduk bumi dapat berjalan di atas jalan yang lurus, perumpamaannya masing-masing telah diberi Alkitab, Alhikmah, Annubuah, Taurat, Zabur, Injil, Alqur'an dan suhuf-suhuf para nabi dan rasul yang lainnya sebagai petunjuk/pedoman yang harus diikuti, yang diturunkan dari Allah Tuhan semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim
Lalu kenapa kita mesti mengingkarinya, dan masing-masing berkeyakinan bahwa ia sendiri yang benar, dan tidak memberi tempat kepada yang lainnya bahwa Allah Tuhan semesta alam juga menurunkan kitab-kitab lain kepada mereka sebagai petunjuk dan risalah yang mesti mereka jalani
Sesungguhnya inilah yang menjadi batu sandungan yang besar bagi kita bersama, yang semestinya Batu Penjuru ini hanya boleh menjadi Batu Sentuhan atau Batu Pijakan saja karena ia milik Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Kudus Allah Israel, Allah semua makhluk di langit dan di bumi
Bukankah Allah Tuhan semesta alam, Allah Abraham telah menempatkan Batu Penjuru yang amat mahal harganya bagi yang mempercayainya ini di atas puncak gunung batu Sion di Israel yang dahulu kala disana dibangun Bait Suci Sulaiman anak Nabi Daud, lambang raja yang adil dan bijak?
Marilah kita renungkan bersama dengan hati yang bening, dan berserah diri dan kembali kepada-Nya, kita mencari wajah-Nya dan memohon ampun atas dosa-dosa kita, bahwa kita semua telah menyakiti hati-Nya, kita tidak mendengar firman-firman-Nya bahwa Bani Israel/Yakub adalah umat-Nya juga, umat yang dikasihi-Nya dan umat pilihan-Nya untuk mendekat kepada-Nya
Alangkah bijaksana kalau kita dapat membuka mata untuk melihat kenyataan yang sebenarnya, membuka telinga agar bisa mendengar firman-firman Allah, dan membuka hati sehingga bisa memahami dengan akal pikiran kita bahwa agama Yahudi adalah agama yang benar dari Allah
Bukankah selama ini kita perumpamaannya hanya mendengar sayup-sayup dari jauh seperti suara burung merpati sehingga tidak terdengar, maka kita tidak dapat memahami agama Nabi Musa ini
Seakan-akan Kitab Taurat yang dibawa Nabi Musa ini bagi kita seperti kitab yang termeterai, sehingga tidak dapat dibaca bagi orang yang bisa membaca dan melihat, apalagi bagi orang yang ummi atau tidak dapat membaca malahan hampir tidak tersentuh sama sekali
Perumpamaannya dalam Alqur'an bagi orang-orang yang dibebani dengan kitab-kitab suci tetapi tidak dapat melakukannya adalah seperti keledai yang membawa beban-beban yang berat di punggungnya sehingga tidak mengerti dan memahami firman-firman Allah di dalamnya
Betapa baiknya kalau kita bisa menyunat kulit khatan hati dan telinga kita sehingga kita bisa membuka tutupan yang menutupnya atau kotoran yang melekat di dalamnya, maka semua bisa melihat dan membuka mata hati bahwa ayat-ayat Allah yang dibawa para nabi dan rasul itu benar adanya
Sungguh kita semua sepertinya memerlukan kedatangan seorang Mesias atau seorang utusan Allah baik ia berupa manusia maupun malaikat ataupun makhluk yang lain yang bisa menjelaskan ini, agar selubung awan mendung yang menudungi antara langit dan bumi ini bisa disingkapkan
Bukankah kalau kabut yang menyelubungi langit ini begitu tebalnya akan membuat manusia di bumi seperti berjalan di kegelapan malam tanpa adanya cahaya rembulan dan bintang yang menyinarinya sehingga banyak yang tersandung jatuh dan luka-luka tidak ada yang bisa mengobati? Atau perumpamaannya kita semua berjalan di siang hari namun matahari tertutup awan tebal yang menyelimuti, bukankah kita akan kegelapan juga sehingga bisa tersandung jatuh dan mati?
Sesungguhnya Tuhan Allah semesta alam, Allah Yakub/Israel telah menurunkan para nabi dan rasul dari Bani Israel keturunan Nabi Ibrahim/Abraham dengan Ibu Sara ini menjadi penjelas dan pemberi kabar baik dan peringatan bagi manusia
Agar penduduk bumi dapat berjalan di atas jalan yang lurus, perumpamaannya masing-masing telah diberi Alkitab, Alhikmah, Annubuah, Taurat, Zabur, Injil, Alqur'an dan suhuf-suhuf para nabi dan rasul yang lainnya sebagai petunjuk/pedoman yang harus diikuti, yang diturunkan dari Allah Tuhan semesta alam, Allah Abraham/Ibrahim
Lalu kenapa kita mesti mengingkarinya, dan masing-masing berkeyakinan bahwa ia sendiri yang benar, dan tidak memberi tempat kepada yang lainnya bahwa Allah Tuhan semesta alam juga menurunkan kitab-kitab lain kepada mereka sebagai petunjuk dan risalah yang mesti mereka jalani
Sesungguhnya inilah yang menjadi batu sandungan yang besar bagi kita bersama, yang semestinya Batu Penjuru ini hanya boleh menjadi Batu Sentuhan atau Batu Pijakan saja karena ia milik Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Kudus Allah Israel, Allah semua makhluk di langit dan di bumi
Bukankah Allah Tuhan semesta alam, Allah Abraham telah menempatkan Batu Penjuru yang amat mahal harganya bagi yang mempercayainya ini di atas puncak gunung batu Sion di Israel yang dahulu kala disana dibangun Bait Suci Sulaiman anak Nabi Daud, lambang raja yang adil dan bijak?
Marilah kita renungkan bersama dengan hati yang bening, dan berserah diri dan kembali kepada-Nya, kita mencari wajah-Nya dan memohon ampun atas dosa-dosa kita, bahwa kita semua telah menyakiti hati-Nya, kita tidak mendengar firman-firman-Nya bahwa Bani Israel/Yakub adalah umat-Nya juga, umat yang dikasihi-Nya dan umat pilihan-Nya untuk mendekat kepada-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar