Rabu, 26 Januari 2011

MENGENAL ANGIN PUTING BELIUNG SEBAGAI TANDA PERINGATAN TUHAN

Alangkah bijaksananya manusia apabila dapat mengerti akan tanda-tanda ataupun simbol-simbol yang dikirim Tuhan Allah semesta alam
Agar menggunakan matanya, telinganya dan hatinya untuk memahami fenomena-fenomena alam sebagai pesan ataupun sinyal yang dikirim Tuhan
Supaya dapat mengambil hikmah apa yang dapat dipetik dan diambil dari kejadian-kejadian alam yang menimpa khususnya bangsa Indonesia dan pada umumnya bagi penduduk dunia
Sesungguhnya Allah memberi pelajaran ataupun hajaran bagi umat-Nya yang dikasihi-Nya agar supaya kembali kepada-Nya dengan bertaubat dan mentaati perintah-perintah-Nya
Tuhan Allah mengingatkan kepada umat-Nya bahwa Dia-lah yang berhak disembah dengan tidak menyekutukan-Nya, karena Dia-lah satu-satunya Tuhan Yang Maha Esa
Sebagai Allah Abraham-Ishak-Yakub, Dia-lah Tuhan yang membuat matahari, bulan dan bintang-bintang, apa yang di bawah kolong langit semuanya tunduk patuh dan berserah diri kepada-Nya
Sebagai Allah Ibrahim-Ismael-Muhammad, Dia-lah Allah yang menguasai bumi seisinya, gunung-gunung, pohon-pohon, binatang-binatang (dabbah) semua bersujud dan bertasbih kepada-Nya
Hujan, angin, awan, mendung, petir, badai adalah tentara-tentara-Nya yang dapat dipakai sebagai alat untuk memberi rahmat/berkat ataupun sebagai alat pemukul atau pemusnah
Laut yang bergelora di bawah kuasa-Nya, sungai yang membanjir di bawah perintah-Nya, hutan-hutan yang rimbun di bawah pengawasan-Nya
Bagaimana kita bisa lari bersembunyi dari-Nya, dimanapun kita berada Dia mengetahuinya, Dia-lah Tuhan Allah semesta alam maka takutlah kepada-Nya

Bukankah Dia adalah Allah Yang Maha Besar dan Maha Tinggi yang takhta-Nya meliputi kerajaan langit dan bumi
Tidak ada Tuhan selain Dia, Dia-lah yang disembah oleh para nabi dan rasul-rasul serta bapa-bapa terdahulu
Langit dan bumi goncang karena sebahagian makhluk-Nya menyekutukan-Nya dengan berhala-berhala dan dewa-dewa kepercayaannya
Gunungpun meletus dan lautpun bergelora, hutanpun terbakar dan apinya menjalar memakan penduduknya karena tidak mengakui adanya Allah Yang Maha Esa
Angin badai dan puting beliung menerjang dan memporakporandakan segala sesuatu dikarenakan cemburu-Nya yang menyala-nyala tanpa ada yang memadamkan
Bukankah gunung-gunung-Nya yang meletus agar makhluk yang diatas bumi dan di bawahnya berkalang dalam debu dan abu
Agar menjadi suitan dan nyanyian ratapan dalam balutan perkabungan gelapnya malam yang sendu
Siapakah yang dapat mengambil pelajaran atau hikmah sehingga memahami bahwa semuanya ini sebagai tanda agar semua makhluk-Nya kembali mengagungkan dan membesarkan nama-Nya
Dia-lah Allah Tuhan semesta alam, tiada Tuhan selain Dia, janganlah kita menyekutukan-Nya










Tidak ada komentar:

Posting Komentar