Sabtu, 22 Januari 2011

MARI BERSAMA MEMBANGUN TEMBOK RATAPAN MENJADI TEMBOK KEGIRANGAN

Kiranya sudah saatnya kita bersama-sama membangun dan mendirikan Rumah Tuhan di Yerusalem
Memikir bagaimana dapat jalan seiring bersama dari ketiga umat Tuhan yakni Yahudi-Kristen-Islam
Karena sampai dengan saat ini banyak bekas-bekas reruntuhan puteri Yerusalem yang belum dibangun
Jangan biarkan tempat yang suci tersebut merana dan meratap setiap hari hingga di akhir jaman ini
Marilah kita bersama berdoa dan berusaha untuk membangunkan Tuhan Allah Abraham/Ibrahim
Kita lupakan perbedaan yang selama ini membebani dan menjadi batu sandungan dalam persatuan
Mengingat kita adalah umat Abraham/Ibrahim yang kita cintai dan dimuliakan oleh ketiga umat ini
Bahkan umat selain ketiga agama ini juga berhak mengagungkan dan membesarkan Allah Abraham
Bukankah Yakub, Yusuf, Musa, Harun, Isa dan Maryam pernah bermukim di Mesir sebagai pendatang orang asing
Yusuf diangkat sebagai menteri di Mesir, sedangkan Musa mengajak Fir'aun menyembah Tuhan Allah semesta alam

Ketika Fir'aun berlaku sombong menganggap dirinya Tuhan dan berlaku sewenang-wenang di muka bumi
Bukankah Tuhan Allah Abraham memperingatkan agar ia kembali dengan berserah diri kepada-Nya Dengan menyombongkan diri Fir'aun berkata bahwa sungai Nil dia yang punya dan memperbudak bani Israel
Lalu Tuhan menyuruh agar Musa mengajak Bani Israel kembali ke kampung halamannya di Kanaan atau Palestina/Israel
Ke negeri terjanji penuh susu dan madu sehingga tidak akan kelaparan, kehausan dan kepanasan
Karena Tuhan Allah Abraham, Ishak dan Yakub akan melindungi, merahmati dan memberkati
Tuhan hadir di tempat itu sebagai awan yang melindungi teriknya mentari dan sebagai sinar api di malam hari
Itulah Tuhan Allah semesta alam yang disembah dan disujudi oleh para nabi dan rasul-rasul serta bapa-bapa kita pada jaman dahulu kala
Mari kita bangun bersama Tembok Ratapan itu agar menjadi Bait Suci Tuhan, tempat kegirangan dan penuh sorak-sorai memuliakan Dia Yang Maha Tinggi dan Maha Besar, Agungkanlah Dia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar